Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Xiaomi Mi Note 10: Flagship Memuaskan di Segala Lini

1 66.243

Meski lebih umum dikenal sebagai produsen smartphone terjangkau yang membawa spesifikasi menarik, tak sedikit juga konsumen di Indonesia yang mendambakan smartphone kelas flagship dari Xiaomi. Ingin merasakan punya smartphone dengan spesifikasi tinggi, tapi ramah di kantong seperti Mi Note 10.

Mundur sedikit ke tahun 2015, Xiaomi Indonesia pertama kali mendatangkan Mi4i yang mereka anggap sebagai flagship. Spesifikasinya memang cukup tinggi pada masanya, namun menurut saya pribadi, lebih pas dianggap sebagai ‘affordable flagship’, berada tepat dibawah seri Mi4.

Empat tahun kemudian, Xiaomi Indonesia kembali mendatangkan seri flagship, Mi Note 10 series, diawali dengan Xiaomi Mi Note 10 Pro, baru seri Mi Note 10 yang sudah saya gunakan sebagai daily driver selama lebih dari satu minggu. Fitur kunci utamanya adalah konfigurasi lima kamera utama, dengan sensor terbesar beresolusi 108MP.

Baca juga: Resmi di Indonesia, Ini Perbedaan Xiaomi Mi Note 10 dengan Versi Pro

Saat pertama kali pakai, saya tidak berharap banyak dengan smartphone ini. Namun setelah lebih dari satu minggu menggunakan Mi Note 10 sebagai daily driver, menurut saya smartphone ini cukup menyenangkan secara keseluruhan. Bahkan lebih baik dari flagship tertentu dengan harga lebih mahal.

Penasaran seperti apa? Bersama David Pras di sini, dan ini adalah review Mi Note 10.

Desain

Xiaomi Mi Note 10 Midnight Black

Ketika smartphone ini pertama kali dirilis, saya merasa desainnya terlihat standar saja. Pikir saya, wajar, namanya juga affordable flagship. Tapi setelah melihat dan memegang Mi Note 10 secara langsung, baru terasa kalau smartphone ini bisa dibilang setara dengan flagship lainnya.

Kombinasi material kaca depan dan belakang yang dibuat melengkung di sisi-sisinya membuat Mi Note 10 terasa kokoh dan nyaman ketika digenggam. Transisi antara frame metal dan kaca juga dibuat seamless, pun seluruh tombolnya dibuat presisi dan tactile. Oh ya, kedua kacanya sudah terlapis Corning Gorilla Glass 5 agar tahan dari goresan.

Saat digenggam tidak terasa terlalu licin, tapi kalau diletakkan di meja, terutama permukaan yang kurang rata, Mi Note 10 bisa terselip dengan mudah, apalagi ketika ada getar notifikasi. Modul kamera belakangnya juga cukup menonjol berkat dimensi sensornya yang besar. Untuk mencegah ini, kamu bisa memakai soft case yang tersedia dalam paket pembelian.

Selain tombol volume dan power, dua slot kartu nano SIM diletakkan di sebelah kanan bodi Mi Note 10. Baik mono speaker, port USB-C dan jack audio 3,5mm bisa kamu temukan di sisi bawah. Sementara sensor inframerah tetap tersedia di atas bodi smartphone, dan dua mikrofon di masing-masing sisi.

Logo Xiaomi Mi Note 10

Logo Xiaomi diletakkan di bagian bawah kiri bodi belakang, sementara lima kameranya disusun secara sejajar, ditemani total empat LED flash. Menurut saya, penempatan kamera sejajar ini agak kurang pas, karena dua sensor paling bawah jadi sering tersentuh jari atau tertutup ketika digunakan, jadi harus sering-sering dibersihkan supaya hasil foto tidak berbayang.

Layar 3D Xiaomi Mi Note 10

Sementara untuk bagian depannya, menurut saya adalah highlight dari desain Xiaomi Mi Note 10. Dengan 3D curved display, lengkungannya nggak terlalu lebar sehingga tidak mengganggu pemakaian, tapi masih mudah terlihat (untuk dipamerkan, misalnya). Perlu sedikit penyesuaian ketika menonton video, karena akan ada color shifting di sudut lengkungannya, tapi di sisi lain, video jadi terlihat lebih imersif. Dengan always-on display dan efek cahaya yang menyembur dari kedua sisi ketika mendapat notifikasi, Mi Note 10 terlihat jauh lebih mahal dari harga yang dibanderolnya.

Ketika kamu merogoh kocek lebih dari Rp6 juta, kamu pasti menginginkan sebuah smartphone yang terasa  mahal/premium saat dilihat maupun sekadar ditenteng, dan kamu akan mendapatkan pengalaman tersebut dengan smartphone ini.

Layar

AOD Xiaomi Mi Note 10

Dimensinya cukup besar di 6,47 inci, namun karena sudut lengkungnya, Mi Note 10 terasa sedikit lebih ramping. Panel yang digunakan juga sudah AMOLED, beresolusi full HD+ dengan standar DCI-P3 color gamut dan dukungan konten HDR. Secara keseluruhan, saya suka dengan karakteristik warnanya. Cukup gonjreng untuk standar AMOLED, tapi juga nggak berlebihan dan dengan warna akurat.

Kamu bisa mengubah karakteristik warna lewat menu pengaturan, mau dibuat lebih berwarna, standar, atau atur white balance sesuai selera. Layar Mi Note 10 bisa menyala terang hingga 600 nits ketika diperlukan, sementara reading mode juga disiapkan dengan standar dari TUV Rheinland, membuat mata tidak lelah ketika membaca teks seperti e-book berlama-lama.

in-display fingerprint Mi Note 10

Sensor sidik jarinya juga sudah dibenamkan di dalam layar depan. Peletakannya sudah cukup pas dan tingkat kesuksesannya cukup tinggi, walaupun jari saya sering agak basah. Hanya saja kecepatannya bukan yang tercepat—bisa dibilang setara atau sedikit lebih cepat dari jenis ultrasonik milik Samsung, tapi masih lebih lambat dari sensor milik OnePlus atau realme.

Kekurangan dari layar Mi Note 10 mungkin terdapat pada refresh rate yang masih standar di 60Hz, ketika smartphone kelas menengah sudah mulai punya refresh rate 90Hz. Selama kamu belum pernah menggunakan smartphone dengan refresh rate 90Hz atau 120Hz sehari-hari, saya rasa bakal oke-oke saja. Dan desain waterdrop notch yang sudah mulai ditinggalkan ketika lainnya sudah menggunakan desain punch-hole, walaupun kalau dilihat-lihat, notch pada layar Mi Note 10 ukurannya cukup kecil, alias tidak mengganggu bar notifikasi.

Kamera

kamera Mi Note 10

Lanjut membahas fitur kunci utama yang ditonjolkan (literally) dari smartphone ini, yaitu kameranya. Xiaomi Mi Note 10 punya setup penta camera di belakang, dengan urutan masing-masing sensor yang bisa kamu lihat pada gambar di bawah. Sensor utama 108MP ada di tengah, dengan dimensi 1/1,33 inci, bukaan f/1.69 dan OIS. Di bawahnya ada sensor ultra-wide angle f/2.2 dengan sudut pandang 117 derajat dan autofocus—relatif jarang ditemukan pada sensor jenis ini. Deretan paling bawah ada kamera macro 2MP dengan jarak terdekat 4cm.

Sementara di atas sensor 108MP ada kamera potret 12MP f/2.0, dengan dual phase-detection autofocus dan 2x optical zoom. Fungsi utama sensor ini, sesuai namanya, untuk mengambil foto potret dengan efek blur yang natural. Di atasnya ada sensor telefoto 5MP f/2.0 dengan OIS dan kemampuan 10x hybrid zoom. Dengan dua kamera zoom tersebut, Xiaomi Mi Note 10 menawarkan digital zoom hingga 50x.

Di bawah modul kamera, terdapat dua pasang LED flash yang awalnya saya kira bakal menyala semua ketika digunakan untuk ambil foto dalam gelap. Ternyata punya peran masing-masing—satu sebagai dual LED flash standar, sedangkan satunya adalah soft light, supaya tidak terlalu “keras” ketika memotret obyek wajah, sepertinya.

Secara default, Xiaomi Mi Note 10 akan hasilkan foto dengan resolusi 27MP (dalam rasio 4:3, atau 20MP untuk 16:9), menggabungkan empat piksel individu menjadi satu “super pixel”. Satu-satunya perbedaan yang ada di Mi Note 10 jika dibandingkan dengan versi Pro adalah jumlah kaca pada lensa sensor utamanya. Kalau Mi Note 10 Pro mengadaptasi 8P lens, di Mi Note 10 biasa hanya 7P lens.

Pihak Xiaomi sendiri mengklaim tidak ada perbedaan signifikan. Lewat sebuah utas yang saya baca dari XDA Developers, semakin banyak jumlah lensa dalam sensor tak semerta berarti lebih banyak cahaya yang masuk (untuk membuat foto lebih terang), melainkan cahaya dapat diolah dan dikoreksi dengan lebih baik. Tapi kembali lagi, perbedaannya tidak signifikan.

Cukup dengan pembahasan hardware kameranya, mari lanjut membahas hasil foto dari Xiaomi Mi Note 10. Sebagai informasi, saya sudah terbiasa menggunakan Pixel 3 untuk mengabadikan momen sehari-hari dengan kualitas foto yang sudah terjamin. Ketika saya menggunakan realme X2 Pro beberapa waktu lalu, saya merasa masih harus membawa Pixel 3, karena hasil foto X2 Pro yang, menurut saya, masih kurang mencapai standar flagship, apalagi kalau dibandingkan dengan Pixel. Tapi selama menggunakan Mi Note 10, saya cukup percaya diri dan cukup membawa smartphone ini saja untuk ambil foto sehari-hari.

Hasil fotonya bisa dibilang memuaskan, mungkin terbaik di kelas harga yang sama. Kualitas foto cukup baik dengan detail yang pas, termasuk reproduksi warna seperti warna kulit yang cukup akurat. Mode malamnya juga bisa hasilkan foto terang plus detail yang masih terjaga, walaupun dengan 2x zoom sekalipun. Mode lainnya turut hadir, termasuk mode pro dimana kamu bisa atur fokus, kecepatan rana (mulai 1/1000s sampai 32s), ISO (100-3200) dan memilih sensor kamera.

Menggunakan sensor kamera utama 108MP.
Hasil foto kamera ultra wide-angle, dari balik kaca gedung.
Mode potret, jarak dekat.
Mode potret tanpa AI Beauty.
Tanpa menggunakan mode malam.
Menggunakan pembesaran 5x.

Lantas apakah kameranya tidak memiliki kekurangan? Tentu saja tidak. Dengan dimensi sensor yang cukup besar, Xiaomi Mi Note 10 cenderung hasilkan foto dengan blur antara objek dan latar belakang yang lebih kentara. Masalah akan ditemukan ketika kamu mencoba untuk memotret objek dengan jarak relatif dekat, hasil foto akan terlihat buram di bagian frame atau keempat sisi pinggirnya.

Dimensi sensor kamera utama yang besar membuat titik fokus relatif sempit. Di sisi lain, efek bokeh terlihat natural.

Lalu komplain yang sering saya dengar adalah jeda waktu yang dibutuhkan ketika mengambil foto dengan resolusi penuh, 108MP. Menurut saya, shutter lag saat mengambil foto resolusi 108MP masih sangat wajar, dengan jeda sekitar 2 detik. Yang lebih mengesalkan adalah mode malamnya—setelah menekan tombol shutter dan foto berhasil diambil, butuh waktu kurang lebih 7 detik untuk memproses hasil foto. Nah, selama 7 detik pula kamera tidak bisa digunakan, sama sekali bahkan untuk berganti mode maupun masuk ke preview foto. Seharusnya Xiaomi dapat meniru Google, yang memproses foto dalam latar sistem, sehingga pengguna masih bisa mengambil foto tanpa harus menunggu foto sebelumnya selesai diproses. Semoga hal ini bisa diperbaiki lewat pembaruan software.

Kamera depannya beresolusi 32MP f/2.0 tanpa autofocus. Secara default, hasil fotonya membuat kulit wajah sedikit lebih terang, tapi detail tetap terjaga. Turunkan exposure sedikit sebelum ambil foto dan kualitas akan terlihat lebih baik. Fitur beautify bisa mengkoreksi fitur wajah bahkan efek make-up secara real-time, dengan tingkatan yang bisa diatur sesuai selera. Galeri hasil foto Xiaomi Mi Note 10 bisa diakses lewat album Google Photos ya.

Fitur

Hingga tulisan ini dibuat, Xiaomi Mi Note 10 memang sudah menjalankan versi MIUI terbaru, MIUI 11. Hanya saja basisnya masih Android 9 Pie alias belum Android 10, jadi kamu belum bisa memutar video dari YouTube atau Netflix lewat pop-up kecil sembari akses aplikasi lainnya. Sisanya sih oke-oke aja. Saya suka dengan tampilan antarmuka MIUI terbaru ini, sudah lebih clean dari versi-versi sebelumnya, tapi fiturnya pun masih banyak. Ambil tangkapan layar panjang, built-in screen recorder yang bisa rekam suara sistem, sampai editor foto yang dilengkapi fitur hapus objek dan garis (seperti garis tiang listrik yang membentang ketika foto pemandangan).

Pilihan always-on display pada Mi Note 10 juga beragam, dan kamu juga bisa kasih signature sendiri. Satu lagi yang menurut saya perlu diapresiasi yaitu pilihan suara untuk notifikasi dan ringtone. Ada dua opsi efek suara natural, yaitu suara burung dan tetesan air. Nantinya, tiap kali ada notifikasi, dering suara burung bakal berubah-ubah, terdengar lebih natural dan tidak membosankan. Satu bug yang saya alami, tiap kali ubah suara notifikasi WhatsApp ke file pribadi, nada akan berubah menjadi default. Semoga segera diatasi di versi berikutnya.

Dan walaupun hanya punya satu lubang mono speaker, kualitasnya termasuk salah satu yang terbaik. Kencang tapi nggak asal lantang, dengan bass dan treble yang pas. Mengantongi standar Hi-Res audio, kamu bisa menggunakan earphone kabel favorit lewat port audio jack 3,5mm di sisi bawah. Ketika dipasangkan dengan earphone TWS seperti Galaxy Buds+, Mi Note 10 bisa menggunakan codec AAC untuk kualitas suara yang lebih baik.

Performa

Xiaomi Mi Note 10 dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 730G, chipset kelas menengah terbaik dari Qualcomm saat ini. Arsitektur CPU octa-core terdiri dari dua-core Kryo 470 Gold berbasis Cortex-A76 2.2GHz, dan enam-core Kryo 470 Silver berbasis Cortex-A55 1.8GHz. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB (UFS 2.0).

Skor performa Mi Note 10
Skor AnTuTu Benchmark (kiri) & Geekbench 5 Mi Note 10.

Selama pemakaian, tidak ada komplain dengan performa Mi Note 10. Semua terasa cepat dan lancar, baik saat membuka aplikasi maupun pindah dari satu aplikasi ke lainnya. Keuntungan dari tidak menggunakan chipset yang paling ngebut, adalah suhu smartphone yang cukup konsisten tidak pernah panas. Paling ketika lama digunakan untuk mengambil foto, wajar, sensornya besar dan banyak. Sedangkan kekurangannya, Mi Note 10 tentu tidak bisa disamakan dengan flagship lainnya yang sudah menggunakan chipset Snapdragon 855 maupun 865 dalam hal kemampuan grafis untuk nge-game atau editing video langsung dari smartphone. Tapi kalau dipakai untuk main game seperti PUBG: Mobile, masih nyaman kok. Ada fitur Game Booster yang bisa meningkatkan performa lewat software, dan responsitivas sentuh layar, plus opsi mematikan notifikasi agar tidak mengganggu permainan.

Baterai

Untuk kapasitas baterainya yang bisa dibilang paling besar di kelasnya, 5260 mAh. Mi Note 10 tentu sanggup digunakan secara intensif seharian, dengan screen-on time sekitar enam jam. Biasanya ketika saya menggunakan ponsel kelas menengah kebawah dengan baterai 5000 mAh, bisa dua hari, sih. Tapi juga tidak sepadan untuk dibandingkan, mengingat spesifikasi hardware milik Mi Note 10 jauh lebih baik. Belum lagi, always-on display selalu saya aktifkan, ditambah efek cahaya yang menyala tiap kali ada notifikasi. Kalau fitur tersebut dimatikan, mungkin bisa tahan sampai dua hari pemakaian.

Pengisian baterainya juga nggak lama. Xiaomi memberikan charger dengan daya 30 watt dalam paket penjualan Mi Note 10. Isi daya 60 menit sudah bisa mencapai 80%, dan penuh dalam waktu kurang dari dua jam.

Kesimpulan

Mi Note 10

 

Pengalaman menggunakan sebuah smartphone flagship tentu bisa dirasakan dengan mudah saat saya menggunakan Xiaomi Mi Note 10. Kesan premium bisa saya rasakan bahkan dari pertama kali saya melihat tampak depan dari smartphone ini. Dengan harga resmi Rp6,199 juta, menurut saya Mi Note 10 sangat cocok untuk dipertimbangkan bagi kamu yang mencari smartphone dengan fitur lengkap dan berkualitas.

Tentu, mungkin sebagian mencari pengalaman layar dengan refresh rate lebih tinggi, atau prosesor yang lebih kencang. Tapi kalau kamu lebih mencari smartphone all-rounder dengan kemampuan merata—layar 60Hz AMOLED 3D curved, performa yang masih relatif kencang, audio memuaskan, baterai irit, konektivitas lengkap dan kualitas kamera bagus, Xiaomi Mi Note 10 bisa menjadi opsi terbaik.


Beli Mi Note 10 Pro di:

Erapace  Blibli.com Shopee Lazad

 Spesifikasi Xiaomi Mi Note 10

Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lengkap

General

Device Type Xiaomi
Model / Series Mi Note 10
Released 19 Februari, 2020
Status Available
Price Rp 6.199.000 (6+128GB)

Platform

Chipset Qualcomm Snapdragon 730G (8 nm)
CPU Octa-core (2x2.2 GHz Kryo 470 Gold & 6x1.8 GHz Kryo 470 Silver)
GPU Adreno 618
RAM (Memory) 6GB
Storage 128GB
Operating System Android Pie 9
User Interface MIUI 11

Design

Dimensions 157.8 x 74.2 x 9.7 mm (6.21 x 2.92 x 0.38 in)
Weight 208 g (7.34 oz)
Design Features Corning Gorilla Glass 5 (front & back)
3D curved display
Metal frame
Battery Non-removable Li-Po 5260 mAh battery

Network

Network Frequency GSM/ HSPA/ LTE
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed 4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 18(800), 19(800), 20(800), 26(850), 28 (700), 38(2600), 40(2300)

Display

Screen Type AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size and Resolution 6.47 inches, 102.8 cm2 (~87.8% screen-to-body ratio)
Touch Screen Yes
Features Corning Gorilla Glass 5
600 nits max brightness
DCI-P3
HDR10
Always-on display
3D curved display

Camera

Multi Camera Yes (Rear)
Rear 108MP, f/1.7, 1/1.33", 0.8µm, PDAF + Laser AF, OIS; 20MP (ultra-wide), f/2.2, 1/2.8", 1.0um, Laser AF; 12MP (telefoto) f/2.0, 50mm, 1/2.55", 1.4um, Dual Pixel PDAF, Laser AF; 5MP (upscaled to 8MP) (telefoto) f/2.0, 1.0um, PDAF, Laser AF, OIS, 5x optical zoom; ; 2MP (macro) f/2.4, 1/5.0, 1.75um
Front 32MP, f/2.0, 1/2.8", 0.8µm
Flash Yes (dual LED + dual soft light LED)
Video [email protected], [email protected]/60/120/240fps, [email protected]
Camera Features 108MP High Resolution mode, Night mode, Portrait mode, Pro mode, AI Scene Enhancement,

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world. Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices. 5.0, A2DP, LE, aptX HD
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky. Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS
HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device. Yes
Wireless Charging Wireless Charging (Inductive Charging) uses an electromagnetic field to transfer energy between two objects. This is usually done with a charging station. Energy is sent through an inductive coupling to an electrical device, which can then use that energy to charge batteries or run the device. No
NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range. Yes

Smartphone Features

Multimedia Features Hi-Res Audio,
FM Radio Yes
Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages. HTML 5
Messaging SMS, MMS, Online
Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device. Fingerprint (in-display sensor, optical), accelerometer, proximity, compass, gyro
86%
Awesome!

Review Xiaomi Mi Note 10

Selain tentunya kamera yang prima, kombinasi hardware lainnya yang sesuai membuat Xiaomi Mi Note 10 punya skor bagus di hampir seluruh aspek, membuatnya mudah untuk direkomendasikan.

Beli
Mi Note 10 Pro di Lazada
  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Features
  • Battery
1 Komen

Tinggalkan Balasan