Apa Itu Metaverse? Jadi Alasan Facebook Bakal Ganti Nama

Jakarta, Gizmologi – Kabar mengejutkan datang dari Facebook. Raksasa media sosial tersebut bakal mengganti nama (rebrand) perusahaannya yang sudah dipakai sejak pertama didirikan pada 2014. Alasannya, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, adalah merefleksikan fokus baru  membangun Facebook Metaverse.

Dilansir dari The Verge (20/10), sumber tersebut mengatakan CEO Facebook Mark Zuckerberg berencana mengumumkan penggantian nama ini pada ajang konferensi tahunan Facebook Connect pada 28 Oktober 2021 atau seminggu lagi. “Kami akan secara efektif bertransisi dari orang-orang yang melihat kami sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metaverse,” kata Zuckerberg.

Pergantian nama Facebook bisa jadi dilakukan lewat restrukturisasi perusahaan, seperti yang dilakukan Google pada 2015 dengan membentuk Alphabet sebagai holding atau perusahaan induk. Jika benar, maka Facebook akan menjadi salah satu layanan di bawah sebuah perusahaan induk yang membawahi beberapa layanan lain yang selama ini tergabung dengan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Oculus.

Dengan melakukan rebranding ini, Zuckerberg juga bisa memisahkan proyek-proyek masa depannya, seperti metaverse- dengan jejaring sosial Facebook yang kian banyak mendapat sorotan. Salah satunya dari mantan karyawan yang menjadi whistleblower, Frances Haugen. Ia baru-baru ini membocorkan sejumlah dokumen internal yang memberatkan ke The Wall Street Journal dan bersaksi tentang Facebook di depan Kongres. Regulator antitrust di AS dan di tempat lain mencoba untuk memecah perusahaan, dan kepercayaan publik terhadap Facebook.

Apa itu Facebook Metaverse?

 

Zuckerberg memiliki visi bahwa metaverse adalah kelanjutan dari internet mobile yang menggabungkan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR). “Alih-alih hanya melihat konten, Anda berada di dalamnya. Anda merasakan kehadiran orang-orang di berbagai tempat dan melakukan hal-hal yang tak bisa diwujudkan lewat aplikasi 2D atau situs web, seperti misalnya berdansa,” ujar Zuckerberg beberapa waktu lalu.

Andrew Bosworth, VP, Facebook Reality Labs, menjelaskan bahwa Facebook Metaverse adalah satu set ruang virtual di mana kita dapat membuat dan mengeksplorasi dengan orang lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama. Secara sederhana, Facebook Metaverse didefinisikan sebagai dunia online yang ditinggali orang-orang, di mana mereka saling berkomunikasi di ruang virtual.

“Anda akan dapat bergaul dengan teman-teman, bekerja, bermain, belajar, berbelanja, membuat dan banyak lagi. Ini tidak selalu tentang menghabiskan lebih banyak waktu online – ini tentang membuat waktu yang Anda habiskan online lebih bermakna,” ujar Andrew dalam pertanyaan resminya akhir September lalu.

Facebook Metaverse bukanlah satu produk yang dapat dibangun oleh satu perusahaan sendiri. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut akan berkolaborasi dengan pembuat kebijakan, pakar, dan mitra industri untuk menghidupkan hal ini. “Kami mengumumkan investasi $ 50 juta dalam penelitian global dan mitra program untuk memastikan produk ini dikembangkan secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Singkatnya, dalam Facebook metaverse, pengguna memakai teknologi seperti headset VR Oculus untuk meeting, berjalan-jalan, hingga belanja di ruang virtual. Facebook sepertinya serius dengan ide metaverse ini, seperti terlihat dari komitmennya merekrut 10.000 karyawan di Eropa dalam kurun waktu 5 tahun untuk membangun visinya tersebut.

Menebak nama baru Facebook

nama baru Facebook Metaverse

Lantas, apa nama baru Facebook? Calon brand masa depan jejaring sosial itu konon masih dijaga rapat-rapat dan belum diketahui orang di luar Facebook. Bahkan disebutkan pula bahwa sebagian pimpinannya juga tidak tahu.

Berbagai prediksi tentu saja bermunculan. Ada kemungkinan nama baru ini berkaitan dengan Horizon, yakni aplikasi Facebook versi VR yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, tapi belum dirilis.

Nama aplikasi tersebut belakangan diubah menjadi Horizon World setelah Facebook mendemonstrasikan Horizon Workrooms, salah satu turunannya yang ditujukan untuk mendukung kolaborasi virtual di lingkungan kerja.

Bagaimanapun, konsep Facebook Metaverse yang dipromosikan Mark Zuckerberg ini masih tergolong rumit, ini bukan konsep yang sudah dipahami secara luas. Istilah ini awalnya diciptakan oleh novelis sci-fi Neal Stephenson untuk menggambarkan dunia maya orang melarikan diri dari dystopian ke dunia nyata. Sekarang, istilah tersebut diadopsi oleh Facebook, salah satu perusahaan terbesar dan paling kontroversial di dunia. Kita tunggu saja pengumumannya pekan depan.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.