Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review iPhone 7 di 2020: Masih Bagus, dengan Beberapa Catatan

0 4.324

Ketika iPhone SE (2020) sudah hadir resmi di Indonesia, sampai iPhone 12 series pun juga sudah dirilis dalam empat varian. Tapi justru beberapa orang malah mencari iPhone 7. Faktor utamanya adalah tergiur akan harganya yang sudah murah, untuk sebuah smartphone dengan logo Apple di bodi belakangnya.

Saya sendiri masih menggunakan iPhone 7 sepanjang semester pertama tahun 2020. Dan menurut saya, masih sah-sah saja untuk digunakan, berikan pengalaman yang lebih baik daripada Android di kelas harga yang sama. Tentunya, untuk kondisi dan aplikasi tertentu saja ya. Bukan sekadar karena ada logo Apple saja.

Di sini saya akan mencoba untuk mengulas kembali dari masing-masing bagian, supaya di bagian akhir, Gizmo friends yang mungkin sedang mengkonsiderasi untuk membeli iPhone murah bisa semakin yakin untuk beli atau justru tidak membelinya. Berikut review iPhone 7 di tahun 2020.

Desain

Desain iPhone 7

Walaupun dirilis sejak tahun 2016, saya bisa bilang kalau iPhone 7 punya desain dan build quality yang lebih baik dari Android mid-range harga setara saat ini. Kenapa bisa begitu? Karena pada dasarnya, smartphone ini dulunya hadir sebagai flagship. Jadi walaupun sudah turun harga, materialnya dibuat selayaknya flagship.

Bodinya terbuat dari aluminium unibody, dengan sudut lengkung yang sangat nyaman di tangan, terlihat seamless dari bagian depan hingga belakang. Dengan bobot hanya 138 gram dan ketebalan 7,1mm, menjadi angin segar jika dibandingkan smartphone masa kini yang dimensinya besar dengan berat capai 200 gram. Enak digenggam, mudah diselipkan ke kantong celana.

iPhone 7 juga sudah mengantongi sertifikasi IP67, tahan debu dan air hingga kedalaman 1 meter. Satu waktu tidak sengaja jatuh ke air bersih, saya keringkan dengan hairdryer, kemudian masih berfungsi normal. Namun untuk hal ini, pastikan seal karet bagian dalamnya masih prima, terutama untuk unit yang sudah pernah dibuka sebelumnya.

Layar

Layar iPhone 7

Dimensinya yang kecil bisa hadir sebagai keunggulan maupun kelemahan. Layar iPhone 7 tergolong sangat kecil di 4,7 inci, dengan resolusi 750p (326 ppi) dan panel IPS. Di mana lainnya berukuran lebih dari 6 inci dan beresolusi full HD. Namun lagi-lagi, kualitas layarnya tak bisa disamakan dengan panel IPS biasa.

Retina Display milik iPhone 7 sudah mendukung standar warna DCI-P3 wide color gamut, yang artinya bisa menampilkan warna yang lebih akurat. Jadi nggak perlu khawatir takut salah tone warna ketika edit foto maupun video untuk keperluan konten. Juga dilengkapi dengan 3D Touch, sebuah fitur yang saat ini telah hilang dari iPhone baru.

 

Lewat 3D Touch, berpindah aplikasi cukup menekan sudut kiri layar ke dalam. Akses kamera untuk Instagram Stories pun lebih mudah, menghemat beberapa detik daripada harus buka icon lalu geser ke kiri. Diimbangi dengan getaran yang setara flagship gaming, experience-nya bisa jadi jauh lebih menyenangkan. Meski, memang, bezelnya masih sangat tebal.

Kamera

Kamera iPhone 7

Secara jumlah dan spesifikasi di atas kertas, tentunya bakal terkesan sangat kurang. Kamera belakang iPhone 7 hanya beresolusi 12MP, dengan diafragma f/1.8 dan ukuran sensor 1/3 inci. Dilengkapi PDAF, OIS dan empat lampu LED yang bisa berikan tone warna pas sesuai kondisi cahaya. Sementara di bagian depan, ada kamera 7MP f/2.2 tanpa autofokus.

Tanpa macam-macam fitur seperti mode profesional maupun mode malam, otomatis membuat kamera iPhone 7 hanya memuaskan di kondisi cahaya berlimpah. Kualitas HDR-nya masih cukup baik, saturasinya juga pas, tidak terlalu over-saturated. Ketika kondisi cahaya kurang, karakteristiknya berbeda dengan Android kebanyakan.

Tanpa membuat foto terlihat halus, hasil foto malam bakal terlihat gelap dengan noise yang cukup banyak. Begitu pula kamera depannya yang tak terlalu lebar. Namun keuntungannya, bakal lebih pas untuk swafoto alias foto sendiri. Terasa lebih proporsional aja, dengan skin tone yang juga lebih pas.

Outdoor pagi hari, cahaya berlimpah.
Outdoor sore hari, cahaya berlimpah.
Outdoor malam hari, cahaya cukup.
Selfie kamera depan sore hari, cahaya cukup.

Kamera belakangnya dapat merekam video hingga resolusi 4K 30fps, 1080p 60fps atau slow-motion 720p 240fps. Beberapa hasil videonya bisa Gizmo friends cek sendiri di beberapa video unboxing maupun video konten lainnya pada channel YouTube Gizmologi. Saya lebih sering memilih rekam video gunakan iPhone 7 atas konsistensi framerate, serta tone warna yang selalu pas.

Stabilisasi videonya juga tergolong baik, seperti gunakan kombinasi OIS dan EIS. Dan yang menurut saya cukup underrated adalah kualitas mikrofonnya, terdengar sangat jelas. Beberapa suara rekaman pada video saya rekam langsung dari mikrofon iPhone 7, yang lagi-lagi, setara dengan flagship, karena memang dulunya flagship.

Fitur

iPhone 7

Keunggulan menggunakan smartphone Apple adalah dukungan pembaruan perangkat lunaknya yang awet. Setelah empat tahun rilis, iPhone 7 masih mendapatkan iOS 14, bahkan mungkin masih mendapat 1-2 seri setelahnya. Mengingat iPhone 6S masih dapat, dan chipset pada iPhone 7 digunakan di iPad yang belum lama dirilis.

Adanya widgets dan dukungan picture-in-picture berikan kesan modern selama penggunaan. Plus, keberadaan home button di depan yang juga berfungsi sebagai Touch ID. Di masa pandemi di mana penggunaan masker lebih digalakkan, fitur seperti Face ID bakal terasa sia-sia, dan sensor sidik jari di depan terasa jauh lebih natural serta memudahkan.

Meski beberapa kali saya sandingkan dengan flagship Android, tak jarang saya lebih memilih untuk akses aplikasi media sosial dan e-commerce di iPhone 7. Rasanya, terutama aplikasi media sosial, lebih optimal aja. Juga dengan gestur yang konsisten (seperti geser dari kiri ke kanan untuk kembali ke menu sebelumnya). Mungkin ini soal selera ya, tapi Gizmo friends yang berpendapat sama bisa sampaikan lewat komentar di bawah.

Performa

Ketika smartphone lain sudah gunakan prosesor octa-core dengan RAM hingga 8GB, iPhone 7 gunakan cip Apple A10 Fusion quad-core 2,34GHz ditambah RAM yang sangat ‘cekak’ di 2GB saja. Fabrikasinya juga sudah lawas, masih 16nm. Tanpa slot kartu memori, pilihannya hanya penyimpanan internal 32/128/256GB saja.

Kalau dibandingkan dengan smartphone Android sekelas harganya saat ini, performa iPhone 7 tak bisa dibilang jauh tertinggal. Masih relatif gegas meski jalankan iOS terbaru, hanya saja yang paling terasa adalah jeda buka aplikasi dan multitasking. Wajar, RAM-nya kecil nih. Tapi ketika aplikasi sudah terbuka, bisa setara bahkan lebih lancar di iPhone.

Jadi secara performa memang masih cukup oke. Tapi sepertinya berkat efisiensi yang tak sebagus smartphone masa kini, membuat iPhone 7 lebih cepat panas. Untuk edit video lewat iMovie tidak terlalu terasa, tapi kalau dipakai Zoom call, Google Duo, atau sekadar mengaktifkan VPN, akan terasa hangat dan cenderung panas.

Begitu pula dengan gim. Mobile Legends hingga PUBG Mobile bisa berjalan dengan lancar, memang. Tapi bodi bagian belakang bakal terasa panas, dan baterai akan sangat cepat turun. jadi walaupun bisa, lebih baik pilih smartphone lain kalau kebutuhannya memang untuk bermain gim.

Oh ya, iPhone 7 adalah iPhone paling ‘rendah’ yang dilengkapi dengan sensor NFC. Otomatis, kamu bisa gunakan sensor tersebut untuk top-up e-money dengan aplikasi yang mendukung, maupun menghubungkan smartphone dengan perangkat lainnya seperti kamera.

Baterai

Baterai iPhone 7

Punya kapasitas kecil di 1,960 mAh, tentu perlu mengisi daya lebih dari satu kali dalam sehari untuk penggunaan intensif di iPhone 7. Sebagai catatan, saya sudah mengganti baterainya di salah satu pusat perbaikan tepercaya. Ketika battery health masih dalam kondisi 100%, untuk penggunaan media sosial, masih bisa digunakan mulai dari pagi hingga pukul 6-8 malam.

Tapi kalau sudah intensif digunakan untuk Instagram Stories, streaming, navigasi dan lainnya, sore sudah akan habis. Kalau battery health sudah capai 90%? Jam 12-1 siang pun bisa habis, alias isi daya 2x sehari. Tapi kalau pakainya jarang-jarang, atau sebagai secondary device, nggak perlu khawatir karena standby time-nya bisa dibilang jempolan.

Belum mendukung fast charging, iPhone 7 hanya dukung pengisian paling cepat di 5V 2.4A alias 12 watt. Karena kapasitas baterainya kecil, nggak perlu nunggu sampai dua jam untuk isi daya sampai penuh. Jadi absennya fitur fast charging bakal tidak terlalu terasa. Cepat penuh, cepat pula habisnya. Siap-siap powerbank aja ya.

Kesimpulan

iPhone 7

Masih ingin membeli iPhone 7 di tahun 2020? Sah-sah saja kok. Smartphone ini cocok buat kamu yang memang inginkan dimensi kompak, atau yang butuh untuk penggunaan media sosial. Kualitas layar yang baik, aplikasi yang lebih optimal di iOS, serta build quality yang memang dirancang sebagai flagship adalah beberapa keunggulan yang masih relevan hingga saat ini.

Cuma, ya, perhatikan beberapa kekurangan lainnya. Seperti baterai boros yang kurang cocok untuk mobile gamer, prosesor yang meski tidak lambat tapi lebih mudah panas saat jalankan aplikasi berat, serta kamera yang kurang di kondisi low-light.

Dan kalau membeli dalam kondisi bekas, pastikan hardware seperti layar masih orisinil/berfungsi normal, kondisi baterai masih prima (pernah diganti atau tidak, ganti di mana), kelengkapan (orisinil atau tidak). Karena tentu akan sangat mempengaruhi pengalaman pemakaian nantinya. Sesuaikan dengan kebutuhan ya, Gizmo friends!

Review iPhone 7
8 / 10 Reviewer
{{ reviewsOverall }} / 10 Users (0 votes)
Design9
Display8
Camera8
Performance8
Battery7
Features8
Pros
- Desain premium dan kompak
- Panel layar IPS berkualitas
- Performa aplikasi stabil
- Masih mendukung iOS 14
- Dilengkapi NFC
Cons
- Baterai boros
- Mudah hangat/panas
- Tanpa jack audio 3,5mm
- Kamera tanpa mode malam
Summary
Untuk kebutuhan smartphone sekunder, penggunaan media sosial atau mereka yang menginginkan smartphone berdimensi kecil, iPhone 7 masih cocok untuk dijadikan pilihan di tahun 2020 hingga beberapa tahun mendatang.
Review menurut pengguna Tulis review kamu
Order by:

Be the first to leave a review.

User Avatar User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

This review has no replies yet.

Avatar
Show more
Show more
{{ pageNumber+1 }}
Tulis review kamu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Spesifikasi iPhone 7

iPhone 7

General

Device Type Smartphone
Model / Series Apple iPhone 7
Released 07 September, 2016
Status Available
Price IDR 7.000.000

Platform

Chipset Apple A10 Fusion (16nm)
CPU Quad-core 2.34 GHz (2x Hurricane + 2x Zephyr)
GPU PowerVR Series7XT Plus (six-core graphics)
RAM (Memory) 2 GB
Storage 32/128/256 GB
External Storage Not supported
Operating System iOS
User Interface iOS 10 (upgradeable to iOS 14)

Design

Dimensions 138.3 x 67.1 x 7.1 mm
Weight 138 gram
Design Features - IP67 certified
- aluminum unibody
Battery Non-removable Li-Ion 1960 mAh battery

Network

Network Frequency FDD-LTE (Band 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 27, 28, 29, 30)6
TD-LTE (Band 38, 39, 40, 41)
UMTS/HSPA+/DC-HSDPA (850, 900, 1700/2100, 1900, 2100 MHz)
GSM/EDGE (850, 900, 1800, 1900 MHz)
SIM Nano SIM
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (3CA) Cat9 450/50 Mbps

Display

Screen Type LED-backlit IPS LCD, 16M colors
Size and Resolution 4.7 inches; 750 x 1334 pixels (~326 ppi pixel density)
Touch Screen Capacitive touchscreen
Features - ion-strengthened glass, oleophobic coating
- Wide color gamut display
- 3D Touch display & home button

Camera

Multi Camera No
Rear 12 MP, f/1.8, 28mm (wide), 1/3", PDAF, OIS
Front 7 MP, f/2.2, 32mm
Flash quad-LED (dual tone) flash (rear)
Video [email protected]; [email protected]/60/120fps, [email protected]
Camera Features Simultaneous 4K video and 8MP image recording, touch focus, face/smile detection, HDR (photo/panorama)

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world. Wi‑Fi 802.11a/b/g/n/ac dengan MIMO; dual-band, hotspot
Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices. Yes, v4.2, A2DP, LE
USB v2.0, reversible connector
GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky. Yes, with A-GPS support and GLONASS
HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device. No
NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range. No

Smartphone Features

Multimedia Features - MP3/WAV/AAX+/AIFF/Apple Lossless player
- MP4/H.264 player
FM Radio No
Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages. HTML5 (Safari)
Messaging iMessage, SMS (threaded view), MMS, Email, Push Email
Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device. Fingerprint (front-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
Other - Siri natural language commands and dictation
- iCloud cloud service
- Active noise cancellation with dedicated mic
- Lightning to 3.5 mm headphone jack adapter incl.
- Apple Pay (Visa, MasterCard, AMEX certified)

Tinggalkan Balasan