Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Restu Trump dan Pengaruh Zoom di Balik Kesepakatan TikTok – Oracle

Oracle memiliki 12,5% saham TikTok Global

0 1.236

Setelah melalui proses yang berliku agar bisa tetap eksis di pasar Amerika Serikat, TikTok akhirnya resmi memilih Oracle Corporation sebagai vendor teknologi cloud. Aksi korporasi tersebut tercapai setelah pada Sabtu (19/9), Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, menyetujui kesepakatan antara ByteDance, induk perusahaan TikTok, dengan Oracle, perusahaan teknologi AS.

Sebelumnya, Microsoft adalah yang paling berambisi untuk mengakuisisi operasional TikTok di Amerika Serikat. Namun ByteDance rupanya tidak tertarik dengan proposal yang ditawarkan oleh Microsoft. TikTok adalah aplikasi video pendek yang sangat populer di berbagai belahan dunia.

Di AS sendiri, setidaknya aplikasi ini telah diunduh 175 juta kali dan lebih dari satu miliar kali di seluruh dunia. Jadi tak heran jika percaya diri memiliki bargaining positioning yang kuat. Termasuk tidak mau menyerahkan algoritma yang dipakai dalam mengoperasikan TikTok di wilayah AS.

Restu Trump Lahirkan TikTok Global dan Pengaruh Zoom

Tiktok amerika china 123rf Joaquin Corbalan
Ilustrasi Tiktok (Foto: 123rf / Joaquin Corbalan)

Kesepakatan kedua pihak ini akan melahirkan perusahaan baru dengan nama TikTok Global. Pada perusahaan baru ini, dimana Pemerintah Tiongkok tidak lagi mempunyai hak intervensi di dalamnya. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku sejak hari ini, Minggu (20/9).

“Oracle akan memiliki akses penuh dalam mengawasi sumber kode TikTok dan memastikan tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh ByteDance dalam memata-matai atau menyalahgunakan data dari 100 juta orang pengguna TikTok di AS,” tulis Bloomberg dalam laporan mereka yang dikutip dari sumber yang tidak disebutkan namanya.

“Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Oracle akan menjadi penyedia teknologi kami yang terpercaya, bertanggung jawab dalam menampung seluruh data pengguna di wilayah AS dan mengamankan sistem komputer yang terasosiasi demi memastikan perjanjian tentang keamanan nasional AS dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata juru bicara TikTok.

Pihak Oracle mengklaim, keputusan teknis yang diambil TikTok sangat dipengaruhi oleh kesuksesan Zoom yang baru saja mengalihkan kapasitas video conferencing ke Oracle Public Cloud. Mereka dipilih untuk memenuhi permintaan yang meningkat pesat atas layanan Zoom, termasuk lonjakan tiba-tiba menjadi 300 juta peserta rapat harian. Zoom memilih Oracle Cloud Infrastructure karena keunggulannya dalam kinerja, skalabilitas, keandalan, dan keamanan cloud yang superior.

Larry Ellison, CTO Oracle, mengatakan TikTok memilih infrastruktur ‘Generation 2 Cloud’ yang baru dari Oracle karena layanan ini lebih cepat, andal, dan aman ketimbang teknologi generasi sebelumnya yang saat ini masih ditawarkan semua vendor cloud yang utama.

Sementara itu Safra Catz, CEO Oracle, mengungkapkab bahwa sebagai bagian dari kerja sama ini, TikTok akan memanfaatkan Oracle Cloud dan Oracle akan menjadi investor minoritas dalam TikTok Global. Di mana Oracle memperoleh 12,5% saham di TikTok Global. Pihaknya akan cepat menjalankan, meningkatkan skala, serta mengelola sistem TikTok pada Oracle Cloud.

TikTok Akan Pakai Layanan Oracle Cloud

TikTok
Ilustrasi TikTok (Foto: 123rf/prykhodov)

“Kami 1.000% optimis mampu memberikan lingkungan yang sangat aman bagi TikTok, serta menjamin privasi data pengguna TikTok di Amerika dan seluruh dunia. Layanan Oracle akan sangat meningkatkan keamanan dan menjamin privasi sehingga komunitas pengguna TikTok dapat terus berkembang pesat dan menguntungkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Safra.

Dijelaskan lebih lanjut, berdasarkan pengalaman berpuluh-puluh tahun dalam melindungi data yang paling sensitif di dunia, layanan cloud Oracle Generation 2 dibangun dari nol guna mengisolasi aplikasi yang tengah beroperasi, serta secara otonom merespons ancaman-ancaman keamanan siber.

Oracle akan memadukan teknologi cloud yang aman dengan code review, pemantauan, serta audit secara berkala demi menyediakan jaminan yang luar biasa bahwa data pengguna TikTok terjaga dan terlindungi.

“IDC baru merilis survei ‘2020 Industry CloudPath’ yang melibatkan 935 pelanggan Infrastructure as a Service (IaaS). Survei ini menjajaki tingkat kepuasan pelanggan vendor IaaS yang terkemuka, termasuk Oracle, Amazon Web Services, Microsoft, IBM dan Google,” pungkas Larry Elison.