Maksimalkan 5G di Indonesia, Kominfo Dorong Pengembangan IoT Lokal

Jakarta, Gizmologi – Salah satu solusi pemulihan ekonomi nasional secara cepat di masa paska pandemi ini adalah dengan pemanfaatan teknologi. Di tengah gempuran berbagai teknologi luar negeri, pemerintah mendorong inovasi karya anak bangsa, salah satunya di sektor Internet of Things (IoT).

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan, pengembangan IoT yang ditambah dengan kehadiran teknologi 5G di Indonesia, harus memberikan kesempatan dan peluang pada potensi di dalam negeri sendiri.

Menurutnya, pemberdayaan berbasis komunitas juga harus ditingkatkan agar pegiat industri lokal semakin kompeten dalam memproduksi dan mengembangkan bisnis berbasis aplikasi. Kominfo memandang pembangunan jaringan 5G ini bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai upaya untuk membangun ekosistem lokal, terutama ekosistem pada lapisan atau layer aplikasi.

“Kami berharap pekerjaan besar membangun ekosistem 5G dan IoT ini, juga dapat didorong secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan. Baik operator seluler, industri-industri di dalam negeri, akademisi, maupun komunitas pengembang solusi IoT,” ujar Johnny di ajang IoT Creation 2021 (30/9).

Hal senada diungkapkan oleh Ismail, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, yang mengatakan IoT akan dapat benar-benar menguntungkan dan bermanfaat jika dia bersifat lokal dan spesifik. Keunikan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Menurutnya Solusi IoT generik belum tentu menguntungkan di Indonesia sehingga para makers, startup, dan industri mempunyai ruang untuk mendapatkan pasar. Hal ini dapat diwujudkan jika SDM lokal memiliki kapabilitas cukup dan menawarkan beragam solusi yang memadai.

“Solusi unik ini hanya bisa diimplementasikan kalau banyak dilakukan oleh pengembang lokal. Artinya, konteks pemanfaatan IoT di Indonesia ini membutuhkan touch atau kreativitas anak bangsa,” katanya.

Pemenang IoT Creation 2021

iot creation 2021 Untuk mewujudkannya, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) mengadakan kompetisi ‘IoT Creation 2021: Solution Hunt for Economy Recovery’. Program ini telah memasuki tahun ketiga yang berhadiah utama Sertifikasi Perangkat SDPPI dan uang tunai.

Kompetisi IoT Creation 2021 fokus mengembangkan solusi yang dapat diimplemetasikan oleh masyarakat dengan hadiah utama sertifikasi perangkat SDPPI. Masing-masing tim pemenang mendapatkan uang tunai dan pengujian perangkat di Lab Uji Polytron.

Solusi IoT Smart Coffee Roastery karya TTG Team dari Lombok Barat berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi IoT Creation 2021. Disusul oleh solusi Battery Monitoring System karya ETA Indonesia dari Surabaya dan Monitoring Tekanan Air Pintar karya Mantis Indonesia dari Bogor.

Smart Coffee Roastery sebagai pemenang pertama merupakan perangkat pintar sebagai monitoring control sekaligus sebagai sumber tegangan untuk semua peralatan yang menggunakan sumber daya listrik AC. Perangkat mesin roasting kopi pintar robotic system automatic.

Pemenang kedua, Battery Monitoring System merupakan perangkat monitoring status battery cells dan battery bank dengan web dashboard dan notifikasi ke ponsel pintar.

Pemenang ketiga, I-GAUGE merupakan teknologi pemantauan tekanan air di dalam pipa maupun tangki air. Teknologi ini dilengkapi dengan sensor tekanan dan pengiriman data secara real-time. Dilengkapi dengan Dashboard yang user friendly, pengguna dapat melakukan analisa tekanan air di dalam pipa dan tangki air.

Tinggalkan komen