Jakarta, Gizmologi โ Komisi I DPR menyetujui alokasi anggaran Kementerian Komunimasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2024 sebesar Rp14,84 triliun. Berbekal dana tersebut Kominfo berencana untuk menuntaskan tiga program prioritas dalam pembangunan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, ada lima program prioritas Kemenkominfo tahun 2024, yaitu program penyediaan infrastruktur TIK, di antaranya Palapa Ring, operasional satelit Satria-1, operasional BTS 4G di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga penyediaan akses internet dan digitalisasi penyiaran untuk lembaga penyiaran publik (LPP), serta pengukuran kualitas layanan telekomunikasi.
โDari tujuh Prioritas Nasional (PN) yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 โ 2024, Kementerian Kominfo turut berperan dalam pembangunan yang termuat dalam PN ke-3 meningkatkan sumberdaya manusia berkualitas dan daya saing, PN ke-5 memperkuat infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar, serta PN ke-7 memperkuat stabilitas polhukam dan transformasi pelayanan publik,โ kata Budi dalam keterangan yang diterima, Selasa (5/9/2023).
Menkominfo menjelaskan rencana Kementerian untuk 2024 kepada para peserta rapat yaitu Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kemenkominfo.Budi mengatakan bahwa Kemenkominfo mengambil peran dalam empat arah kebijakan RKP 2024 sejalan dengan tema besar pemerintah pusat โMempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutanโ.
โKementerian Kominfo mendukung empat arah kebijakan yaitu (1) penguatan daya saing, (2) percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, (3) percepatan pembangunan Ibukota Nusantara, dan (4) pelaksanaan Pemilu 2024,โ ujar Budi.
Secara umum, pagu anggaran Kominfo tahun 2024 dibagi dalam lima program, yaitu alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur TIK Rp 9, 86 triliun, program pemanfataan sektor TIKRp 2,3 triliun, program pengelolaan spektrum frekuensi standar perangkat dan layanan publik Rp 590,67 miliar, alokasi program komunikasi publik Rp 299,33 miliar, serta dukungan manajemen Rp 1,8 miliar.
Sementara itu, ada juga pagu anggaran untuk lembaga quasi publik tahun 2024 sebesar Rp 150,23 miliar, meningkat Rp 6,59 miliar dari anggaram 2023. Rinciannya, anggaran untuk Komisi Informasi Publik (KIP) Pusat Rp 44,62 miliar, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Rp 60,18 miliar, serta Dewan Pers Rp 45,44 miliar.
Baca Juga: Kominfo Take Down 174 Akun yang Memuat Konten Radikalisme
DPR Setujui Alokasi Anggaran Kominfo 2024

Lebih lanjut, Budi Arie menyampaikan, alokasi pagu anggaran Kominfo mengalami tren peningkatan sejak tahun 2020. Pada 2020, alokasi pagu anggaran Rp 8 triliun, meningkat jadi Rp 24 triliun tahun 2021, dan naik menjadi Rp 26 trilun pada 2022. Namun, tahun 2023, pagu anggara menurun jadi Rp 19,73 trilun, dan pada 2024 senilai Rp 14,84 triliun.
โKarena itu, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) akhir pagu anggaran turun menjadi Rp 14, 84 triliun. Jumlah ini turun dari pagu indikatif 2024 Rp 15,16 triliun,โ imbuhnya.
Adapun sejauh ini, Kominfo berhasil merealisasikan anggaran Rp 7,5 triliun pada tahun 2020. Kemudian pada tahun 2021 Kominfo merealisasikan Rp 23,41 triliun, dan 2023 sampai dengan 30 Agustus, sudah direalisasikan Rp 4,45 triliun.
Sementara itu, lanjut dia, seiring dengan peningkatan pagu anggaran Kemenkominfo, terjadi juga tren peningkatan PNBP. Pada 2021, realisasi PNBP Kemenkominfo sebesar Rp 25,45 triliun, lalu meningkat menjadi Rp 27,13 triliun tahun 2022.
โPada 2023 ini, realisasi PNBP sampai dengan Agustus sudah Rp 9,79 triliun, sehingga kami menargetkan hingga akhir tahun realiasi PNBP bisa mencapai Rp 25,07 triliun. Sedangkan pada 2024, kami targetkan PNBP mencapai Rp 25,11 triliun,โ tutup Budi Arie.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



