Jakarta, Gizmologi โ Peretasan yang terjadi di Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS 2 masih menjadi isu yang hangat. Terlebih Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo tolak bayar hacker PDNS 2 yang minta tebusan USD 8 juta atau sekitar Rp131 miliar.
Uang tebusan tersebut berkaitan dengan data masyarakat Indonesia yang terenkripsi oleh peretas. Adapun Kominfo memiliki upaya yang lain, selain bayar hacker sistem PDNS ini.
โKalau kita mau buka (enkripsi data), kita harus bayar tebusan. Kita tidak melakukan yang soal opsi bayar tebusan itu, tapi kita lakukan langkah mitigasi untuk menyelamatkan data-data yang ada,โ ujar Wamenkominfo, Nezar Patria, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga: Kebocoran Data INAFIS Polri Tak Berkaitan dengan Serangan PDNS
Beberapa Data Instansi Selamat dari serangan Hacker PDNS 2

Dari awal serangan hacker PDNS 2, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkomsigma, Kominfo, dan Cybercrime sudah berupaya untuk mengamankan data yang bisa diselamatkan. Terdapat 282 Kementerian, lembaga, dan daerah yang pelayanan datanya ada di PDNS 2 dan instansi yang sudah diidentifikasi itu ada sekitar 44 yang punya cadangan data.
โSeperti yang disampaikan oleh Kepala BSSN kemarin itu kan ada 282 kementerian lembaga dan daerah yang pelayanan datanya ada di PDNS 2 jadi PDNS itu ada dua, satu yang di Serpong dan Surabaya. Kita sudah identifikasi itu ada sekitar 44 yang punya cadangan data,โ ungkap Nezar.
Adapun sisanya yaitu 238 instansi masih dalam monitoring dan diharapkan sebagian besar tidak terlalu berdampak. Penyerangan hacker PDNS 2 ini telah menghabiskan waktu cukup lama, sejak terjadi pada Kamis 20 Juni 2024. Wamenkominfo menjelaskan bahwa menyelesaikan masalah ini memang memakan waktu.

โNamanya ransomware itu tadi kan dialog sesuai yang saya katakan ini ada proses untuk migrasi. Untuk migrasi itu, kita harus pastikan di tempat mendarat yang baru itu juga clean. Nah, ini nggak main-main karena nanti kalau itu semua data dipindahkan lalu itu rumah yg baru juga ternyata ada file-file yang infected Ikut ke sana kan kita jadi mengulang lagi,โ jelasnya.
Sehingga dengan begitu, penyelesaian serangan hacker PDNS 2 ini perlu dilakukan hati-hati dan yang diprioritaskan dalam kasus ini ialah layanan-layanan publik sudah bisa berjalan lagi. Seperti halnya imigrasi yang sudah sudah bisa beroperasi kembali.
Proyek PDN Akan Tetap Berlanjut

Nezar pun mengatakan bahwa proyek PDN akan tetap berlanjut. PDN yang dibangun memiliki arsitektur cyber security yang sudah include di dalam tata kelola data center.
โPDN yg akan kita bangun, arsitektur cyber securitynya sudah include di dalam tata kelola data center. Nah kita harapkan ini jadi pembalajaran, lesson learned, memang ini sifatnya sementara tetapi banyak pelajaran yg kita petik di sana,โ tambah Nezar.
Sebagai pengingat, hacker PDNS 2 menyerang dengan ransomware Brain Cipher yang merupakan turunan dari Lockbit 3.0. Ransomware tersebut pernah menyerang Bank Syariah Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



