Jakarta, Gizmologi – Lenovo telah merilis laporan terbaru edisi ke-4 Lenovo CIO Playbook 2026 – The Rise of Enterprise AI, yang menunjukan perusahaan di ASEAN+ akan menambah investasi AI. Laporan ini dibuat berdasarkan insight dari riset IDC.
Sebanyak 96% organisasi berencana meningkatkan investasi AI dalam 12 bulan ke depan. Secara rata-rata, organisasi memperkirakan belanja AI akan tumbuh sebesar 15%, mencakup GenAI dan Agentic AI, layanan AI berbasis cloud publik, infrastruktur AI on-premise, serta solusi keamanan AI.
“Ketika 96% organisasi merencanakan peningkatan rata-rata investasi AI sebesar 15%, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa keputusan terkait AI kini telah menjadi inti dari strategi perusahaan,” ujar Sumir Bhatia, President, Asia Pacific, ISG, Lenovo, di acara Lenovo TechDay ‘26, di Jakarta Selatan, Selasa (13/1).
Baca Juga: Motorola Bawa Produk Signature yang Berkelas di Ajang Lenovo Tech World CES 2026!
Lenovo CIO Playbook 2026 Sebut 66% Perusahaan Mulai Uji Coba Adopsi AI

Seiring dengan semakin melekatnya AI dalam strategi perusahaan, telah muncul tiga prioritas bisnis utama bagi para CIO di Asia Pasifik. Melanjutkan fokus AI-nomics tahun lalu pada validasi nilai dan studi kasus bisnis, Lenovo CIO Playbook 2026 menyoroti pergeseran tegas menuju adopsi AI yang berbasis pada hasil nyata.
Para CIO tetap percaya pada nilai yang ditawarkan AI, namun kini menerapkan kedisiplinan yang lebih ketat untuk memastikan investasi tersebut bertransformasi menjadi dampak yang berkelanjutan. Sebanyak 88% organisasi di Asia Pasifik mengharapkan ROI positif dari AI pada tahun 2026, dengan rata-rata proyeksi pengembalian investasi sebesar 2,8x lipat (US$2,85 untuk setiap US$1 yang diinvestasikan).
Lalu untuk adopsi AI, laporan Lenovo CIO Playbook 2026 mencatat di seluruh Asia Pasifik terus dipercepat dan tidak lagi terbatas pada departemen IT. Sebanyak 66% organisasi telah melakukan uji coba atau mengadopsi AI secara sistematis, sementara 15% masih dalam tahap awal dan 19% sedang mempertimbangkan untuk melakukan adopsi.

ASEAN+ menunjukkan pola yang serupa, dengan 67% organisasi telah melakukan uji coba atau mengadopsi AI secara sistematis, 15% berada pada tahap awal, dan 18% lainnya tengah mengevaluasi adopsi. Dalam tahap melalui uji coba, akan ada tantangan utama yaitu mempertegas pentingnya tata kelola, model operasional, dan manajemen siklus hidup.
Teknologi AI sendiri semakin banyak diterapkan di berbagai bidang seperti layanan pelanggan, pemasaran, operasional, keuangan, serta lini bisnis spesifik industri lainnya, yang pada akhirnya mengubah cara perusahaan beroperasi dan bersaing. Yang menarik, setengah dari organisasi yang disurvei melaporkan bahwa departemen non-IT kini turut mendanai inisiatif AI, yang mana hal ini mengangkat peran CIO sebagai penggerak strategis di seluruh lini perusahaan.
Di Lenovo CIO Playbook 2026 terdapat tiga prioritas utama yang akan membentuk arah perjalanan kedepannya. Pertama, laporan ini menilai pemanfaatan AI dalam operasional menjadi penggerak utama nilai bisnis.

Riset menjelaskan sepanjang siklus penggunaan model AI, biaya untuk menjalankan AI dalam aktivitas sehari-hari bisa mencapai hingga 15 kali lebih besar dibandingkan biaya pelatihannya. Pada 2030, sekitar 75% kapasitas komputasi AI akan digunakan untuk operasional AI, dengan 80% perusahaan mengandalkan infrastruktur edge yang tersebar.
Kedua, prioritas Lenovo CIO Playbook 2026 ialah mengenai produktivitas karyawan semakin menjadi prioritas strategis. Penerapan perangkat berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung inferensi lokal menjadi prioritas investasi IT, seiring dengan meningkatnya adopsi AI PC. Diperkirakan 50% pembelian PC di segmen enterprise akan beralih ke model yang dilengkapi agen AI on-device.
Terakhir mengenai skalabilitas AI masih menjadi tantangan utama. Meski 88% organisasi memperkirakan AI akan memberikan ROI positif, hanya sekitar setengah dari proyek uji coba AI (proof-of-concept) yang berhasil diterapkan ke tahap produksi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada ambisi, melainkan pada kemampuan untuk mengembangkan AI dalam skala besar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



