LG CNS, perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang terlibat dalam pembangunan Coretax, menyatakan keinginan mereka untuk memperkuat kemampuan tenaga lokal dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Hal ini diungkap langsung oleh Presiden LG CNS Mansik Won saat wawancara dengan Gizmologi di Jakarta beberapa waktu lalu. Pria yang akrab dipanggil Mark itu mengatakan, penguatan talenta perlu berjalan bersama kesiapan sistem.
Baca Juga: Kode Redeem Genshin Impact 23 Oktober 2026, Klaim Segera 300 Primogems Gratis
Dari pertemuan dengan berbagai lembaga publik, ia melihat kebutuhan kecerdasan buatan (AI) sudah muncul untuk membantu pekerjaan dan memperbaiki layanan, meski kesiapan setiap instansi berbeda.
Menurut Mark, proyek AI dapat menjadi ruang bagi tenaga lokal untuk belajar langsung bersama ahli dari Korea. Namun, pelaksanaan pendekatan tersebut masih bergantung pada proyek yang akan dijalankan perusahaan.
LG CNS: Kebutuhan AI Sudah Muncul di Lembaga Publik
Bos LG CNS itu mengatakan, sejumlah lembaga publik yang ditemui menyampaikan kebutuhan serupa: menggunakan AI untuk memperbaiki pekerjaan, fungsi, dan layanan. “Namun, sebagian lembaga publik belum memiliki sistem siap untuk mengadopsi AI,” kata Mark dalam wawancara.
Penjelasan tersebut menunjukkan perbedaan antara minat menggunakan AI dan kesiapan menerapkan teknologi itu dalam kegiatan sehari-hari. Dalam pandangannya, ketersediaan data juga menjadi bagian penting karena AI memerlukan data agar dapat bekerja dengan baik.
Ia menilai pengembangan AI di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan sejumlah negara yang lebih dahulu mengembangkan kemampuan tersebut. Karena itu, pembahasan mengenai tenaga ahli diarahkan pada proses membangun keahlian secara bertahap melalui pengalaman dan pendampingan.
Akses GPU dan Pusat Data Perlu Diperluas

Di sisi infrastruktur, Mark menyoroti kebutuhan memperluas ketersediaan GPU dan pusat data. Ia mengatakan sebagian kementerian serta lembaga pemerintah masih menghadapi kesulitan memperoleh infrastruktur diperlukan untuk menjalankan AI.
“Sepengetahuan saya, infrastruktur untuk menjalankan AI di Indonesia masih belum mencukupi. Pusat data dan GPU juga masih terbatas,” ujar Mark. Pentingnya membangun fondasi AI juga menjadi perhatian pemerintah.
Dalam keterangan Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut energi, pusat data, chip, komputasi, dan talenta sebagai unsur yang perlu diperkuat agar Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam ekosistem AI.
Alih Teknologi Melalui Proyek AI

Untuk pengembangan tenaga ahli, Mark ingin menerapkan pendekatan lokalisasi dan alih pengetahuan selama ini digunakan LG CNS dalam proyek di Indonesia.
“Membangun kemampuan teknologi AI dalam waktu singkat bukan hal yang mudah,” ungkapnya. Ia menjelaskan, apabila perusahaan mendapatkan proyek AI, LG CNS berencana mendatangkan ahli dari kantor pusat di Korea. Tenaga lokal kemudian dapat menerima alih teknologi selama pelaksanaan proyek.
“Selama pelaksanaan proyek, kami akan melakukan alih teknologi kepada tenaga lokal,” ujarnya. Apabila diperlukan, pendekatan itu juga dapat menjangkau pengembang AI di pemerintahan maupun personel lembaga lain. Mark turut menyebut bahwa seorang rekan di LG CNS Indonesia sudah menerima pembelajaran AI dari kantor pusat.
Pengalaman Praktis untuk Mengembangkan Talenta

Pembelajaran melalui proyek juga menjadi salah satu pendekatan pemerintah dalam membina talenta AI. BPSDM Komdigi menjelaskan, AI Talent Factory menggunakan praktik langsung untuk membantu peserta mengubah pengetahuan menjadi solusi atas persoalan nyata.
Dalam pengumuman kerja sama dengan JICA pada Juni 2026, BPSDM Komdigi sempat menyebut rencana pendampingan ahli dan alih teknologi. Program pemerintah tersebut merupakan inisiatif terpisah dari pendekatan yang dijelaskan LG CNS.
Sementara itu, Mark ingin memperkenalkan pengalaman penerapan AI perusahaan kepada pemerintah Indonesia. Salah satu contoh yang disebut ialah sistem pendidikan di Gyeonggi, Korea Selatan, yang mendukung kebutuhan pengajar, siswa, dan orang tua, termasuk komunikasi lintas bahasa.
Dalam arah bisnis tiga tahun, Mark menargetkan LG CNS Indonesia dapat memimpin kerja sama Korea–Indonesia di bidang pemerintahan elektronik dan AI. Untuk rencana pengembangan tenaga lokal, langkah yang dijelaskan sejauh ini adalah mendatangkan ahli dan melakukan alih teknologi ketika proyek AI dijalankan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

