Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

RIP, LG Kibarkan Bendera Kuning untuk Bisnis Smartphone

0 2.806

Hari (5/4) ini merupakan momen bersejarah bagi LG. Raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut resmi menutup unit bisnis mobile. Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan di website resmi perusahaan, keputusan itu telah disetujui oleh jajaran direksinya dini hari tadi.

Meski merupakan pemain lama di industri ponsel, rekam jejak LG memang terbilang kurang hoki, bahkan kontras jika dibandingkan dengan kompetitor senegaranya, Samsung. Meski mereka jago dalam memproduksi smartphone yang berkualitas dan inovatif, namun penerimaan di pasar kurang memuaskan.

Di Indonesia sendiri, bisnis smartphone LG telah beberapa kali hilang dan muncul kembali. Mereka juga tidak pernah masuk dalam jajaran lima besar market share. Meski keputusan yang berat, mengibarkan bendera putih bahkan kuning, adalah langkah yang realistis. Sehingga mereka bisa lebih fokus ke bisnis yang jelas lebih menguntungkan.

Baca juga: Canalys: Vivo Nomor 1, realme Top 4 Smartphone Brand Asia Tenggara di Q4 2020

Keluar dari Industri Smartphone, Ini yang Akan Dilakukan LG

LG Magna e-Powertrain
LG Magna e-Powertrain

Keputusan strategis LG untuk keluar dari sektor ponsel yang sangat kompetitif memang pilihan yang realitstis. Daripada mengucurkan biaya yang tak sedikit mulai dari riset, pengembangan produk hingga pemasaran yang tak sedikit untuk bisnis yang tak menguntungkan, LG memilih untuk terjun ke bisnis masa depan yang lebih potensial.

Perusahaan akan memfokuskan sumber daya di bidang pertumbuhan seperti komponen kendaraan listrik, perangkat yang terhubung, rumah pintar, robotika, kecerdasan buatan dan solusi bisnis-ke-bisnis, serta platform dan layanan.

Salah satunya adalah terkait pengembangan mobil listri, LG menggandeng Magna International, perusahaan asal Ontario, Kanada. Kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan joint venture (JV) untuk memproduksi e-motor, inverter dan on-board chargers yang akan memasok berbagai pabrikan mobil terkait dengan sistem kemudi elektrik.

Perusahaan patungan ini mengawinkan kekuatan Magna pada sistem powertrain elektrik dengan keahlian LG dalam pengembangan komponen untuk e-motor dan inverter. LG juga telah menandatangani kerja sama dengan pemerintah menyangkut rencana investasi di Indonesia, salah satunya pengembangan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Baca juga: Tren Mobil Listrik, LG Bikin JV Powertrain dan Rencana Bangun Pabrik Baterai di Indonesia

Masih akan terus jual ponsel yang tersisa

Inventaris ponsel LG saat ini yang masih tersedia akan terus dijual. LG akan memberikan dukungan layanan dan pembaruan perangkat lunak untuk pelanggan produk seluler yang ada untuk jangka waktu tertentu yang akan bervariasi menurut wilayah. LG akan bekerja sama dengan pemasok dan mitra bisnis sepanjang penutupan bisnis ponsel. Rincian terkait ketenagakerjaan akan ditentukan di tingkat lokal.

Ke depan, LG akan terus memanfaatkan keahlian mobile dan mengembangkan teknologi terkait mobilitas seperti 6G untuk membantu lebih memperkuat daya saing di bidang bisnis lainnya. Teknologi inti yang dikembangkan selama dua dekade operasi bisnis seluler LG juga akan dipertahankan dan diterapkan pada produk yang ada dan masa depan.

Proses penghentian bisnis ponsel ini diperkirakan akan selesai pada 31 Juli, meskipun persediaan beberapa model yang ada mungkin masih tersedia setelah itu. Selamat tinggal LG Mobile.

Tinggalkan komen