alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Canalys: Vivo Nomor 1, realme Top 4 Smartphone Brand Asia Tenggara di Q4 2020

Pandemi Covid-19 rupanya ikut mengubah peta pangsa pasar smartphone di Indonesia hingga tingkat regional Asia Tenggara. Setidaknya ada dua produsen smartphone yang kinerjanya moncer berdasarkan hasil riset dari Canalys, yaitu Vivo dan realme.

Firma riset Canalys melaporkan bahwa pada kuartal keempat tahun 2020, vivo berhasil naik ke posisi pertama market share di dua level sekaligus yaitu Indonesia dan Asia Tenggara. Hal serupa terjadi pada realme yang yang baru saja meraih posisi top 4 smartphone brand. Di kuartal sebelumnya, vivo berada di posisi kedua dan realme di posisi kelima.

Sebagai catatan, Canalys melakukan riset berdasarkan pengiriman smartphone yang beredar dari tempat produksi menuju ke toko (sell-in shipment) berupa data estimasi.

Selain Canalys, ada firma riset lain yang memiliki metodenya masing-masing meski secara umum sama-sama berdasarkan shipment yaitu Counterpoint dan IDC. Sedangkan firma riset yang menghitung berdasarkan angka penjualan adalah Gfk. Sayangnya, untuk lembaga riset yang disebut terakhir ini tidak pernah mempublikasikan laporan market share secara terbuka, melainkan harus membeli datanya terlebih dulu.

Baca juga: Ambisi realme Jadi Produsen AIoT Nomor Satu di Indonesia

Market share smartphone versi Canalys

Canalys Q4 2020

Tentu pencapaian yang paling moncer terlihat dari realme karena berhasil mendapatkan posisi dalam Top 5 Smartphone Brand padahal merek ini paling baru. realme masuk di total 15 wilayah berbeda menurut laporan pengiriman smartphone global dari Canalys, untuk periode pengiriman Oktober hingga Desember tahun lalu.

Di Indonesia, realme memang dikenal cukup serius dan rajin untuk rilis produk baru, bahkan hampir ada yang baru setiap bulannya. Mulai dari smartphone kelas menengah hingga kelas entri seperti realme C series sampai seri flagshipnya, realme X50 Pro 5G dengan harga cukup fantastis.

Di Filipina, realme bahkan mencapai peringkat ke-3, mempertahankan pertumbuhan lebih dari 100% dari tahun ke tahun (YoY), di negara-negara berkembang seperti Thailand dan Myanmar. Palson Yi, Marketing Director realme Indonesia mengatakan bila demi mewujudkan semangat ‘Dare to Leap’, realme mencoba gabungkan teknologi performa tinggi dan desain trendi untuk anak muda.

Canalys Q4 2020 - Indonesia

“Kami yakin bahwa produk dan strategi pemasaran realme telah berjalan dengan efektif selama masa sulit ini. realme akan terus memberikan kombinasi optimal dari desain yang berani dan inovatif serta integrasi yang seimbang antara software dan hardware, demi penuhi kebutuhan generasi muda di 2021,” tambah Palson dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi (12/2).

Masih dari data yang diberikan oleh Canalys, realme berada di Top 5 Smartphone Brand dengan pengiriman yang menyebar di India dan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia, Bangladesh, Kamboja, Thailand, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Rusia, Mesir, Israel, Republik Ceko dan Yunani.

Market share smartphone global Q4 2020 Versi Canalys

market share global canalys 2020

Pangsa pasar smartphone di tataran global sangat berbeda dengan di Indonesia maupun Asia Tenggara. Karena di tingkat regional ini, iPhone sama sekali tidak masuk di top 5. Pasar dikuasai oleh produsen smartphone asal China. Sementara di tataran global, Apple melalui produknya iPhone masih menempati posisi teratas smartphone global. Hal ini karena permintaan iPhone 12 melonjak pada Q4 2020.

Pada Q4 2020, pengiriman smartphone di seluruh dunia mencapai 359,6 juta unit, penurunan kecil sebesar 2% year-on-year. Apple mengirimkan iPhone terbanyak dalam satu kuartal, dengan 81,8 juta unit, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Samsung menempati posisi kedua. Produsen smartphone asal Korea Selatan tersebut berhasil mengirimkan 62,0 juta unit dengan penurunan -12%. Selanjutnya ada Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang masuk lima besar. Sedangkan Huawei terlempar dari posisi lima besar setelah terkena sanksi dari Amerika Serikat yang membuat produknya tidak lagi bisa mengakses Google Mobile Services (GMS).

Xiaomi tumbuh 31% menjadi 43,4 juta unit, Oppo tumbuh 15% menjadi 34,7 juta unit, sementara Vivo mengirimkan 32,1 juta unit dengan pertumbuhan 14%. Huawei (termasuk Honor) berada di posisi keenam pada Q4 2020 dengan 32,0 juta smartphone terkirim.

market share global canaly 2020 full yearMeski di kuartal keempat iPhone menguasai permainan, tetapi di sepanjang tahun 2020, Samsung tetap mempertahankan posisi pemimpin global. Produsen smartphone asal Korea Selatan tersebut memimpin pangsa pasar dengan 20% pangsa pasar global, Apple berada di posisi kedua dan Huawei (termasuk Honor) tetap di posisi tiga teratas.

Sementara itu realme yang kuat di Asia Tenggara belum masuk tataran global. Karena merek smartphone tersebut jangkuan pasarnya memang masih terbatas.

Tinggalkan komen