Micron Technology menutup tahun fiskal 2026 dengan kinerja yang melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan semikonduktor tersebut membukukan pendapatan tahunan sebesar US$133,19 miliar atau jika dikonversikan ke Rupiah menjadi Rp2.388 triliun, naik jauh dari US$37,38 miliar pada tahun fiskal sebelumnya. Hasil ini juga didukung performa kuartal keempat yang mencatat pendapatan US$54,23 miliar.
Pada kuartal keempat yang berakhir 3 September 2026, Micron mencatat laba bersih GAAP sebesar US$37,70 miliar, atau US$32,87 per saham terdilusi. Sementara secara non-GAAP, laba bersih mencapai US$38,40 miliar. Arus kas operasional juga meningkat menjadi US$43,97 miliar, dibandingkan US$25,39 miliar pada kuartal sebelumnya.

Kinerja tersebut menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk memori dan penyimpanan Micron, terutama untuk kebutuhan komputasi AI. Namun, perusahaan juga meningkatkan belanja modal untuk memperluas teknologi dan kapasitas manufaktur. Sepanjang tahun fiskal 2026, belanja modal bersih mencapai US$27,37 miliar, sehingga pertumbuhan pendapatan berjalan beriringan dengan kebutuhan investasi yang besar.
Baca Juga: CEO Baru Apple John Ternus Dikabarkan Siapkan Perombakan Besar
Pendapatan Melonjak, Investasi Juga Meningkat

Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, Micron mencatat laba bersih GAAP sebesar US$84,97 miliar, sementara laba bersih non-GAAP mencapai US$86,76 miliar. Arus kas operasional sepanjang tahun juga mencapai US$89,68 miliar, meningkat signifikan dari US$17,53 miliar pada tahun sebelumnya.
Micron mengakhiri tahun dengan kas, investasi yang dapat dipasarkan, dan restricted cash sebesar US$73,48 miliar. Perusahaan juga mencatat adjusted free cash flow US$62,31 miliar sepanjang tahun. Di sisi lain, Micron menyatakan akan terus meningkatkan investasi teknologi, produk, dan manufaktur untuk memenuhi permintaan yang berkaitan dengan AI.
Produk Memori dan SSD Fokus ke Beban Kerja AI
Dari sisi produk, Micron mulai melakukan sampling modul DDR5 RDIMM berkapasitas 512 GB dengan kecepatan hingga 9.200 MT/s. Perusahaan juga menyelesaikan beberapa kualifikasi pelanggan untuk server RDIMM berbasis 1-gamma dengan kecepatan 8.800 MT/s. Pendapatan dari portofolio server LPDDR SOCAMM bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat secara kuartalan.
Pada sisi penyimpanan, SSD 7600 PCIe Gen 5 dan 9650 PCIe Gen 6 mulai dikirimkan kepada pelanggan untuk kebutuhan seperti KV-cache. Micron juga menyebut 6600 ION SSD mengalami peningkatan volume pada kuartal keempat. Selain itu, perusahaan telah mengamankan desain dengan seluruh OEM Tier 1 untuk produk workstation AI dan mulai melakukan sampling LPDDR6 berbasis 1-gamma untuk sejumlah kebutuhan physical AI.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

