Microsoft Buktikan Windows 11 Cocok untuk Pelaku Kreatif

Jakarta, Gizmologi – Tepat satu bulan Windows 11 resmi hadir di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Kehadiran sistem operasi generasi terbaru dari Microsoft ini dianggap mendukung era hybrid. Di mana bekerja, belajar, dan bermain semakin banyak dilakukan dari rumah, serta secara remote

Microsoft mengembangkannya sebagai sistem operasi yang mendukung produktivitas, menginspirasi kreativitas, dan menjaga keamanan. Sehingga Windows 11 cocok bagi setiap kebutuhan pengguna. Termasuk di antaranya bagi para pelaku kreatif yang banyak memerlukan ideasi, pengerjaan proyek secara teroganisir, serta kolaborasi.

Untuk membuktikannya, Microsoft Indonesia menggandeng tiga orang pelaku kreatif Indonesia, yaitu Dinda Puspitasari, Faza Meonk, dan Raditya Dika. Mereka telah memanfaatkan langsung berbagai fitur baru Windows 11 selama satu bulan.

Wahjudi Purnama, Modern Work and Security Business Group Lead, Microsoft Indonesia, mengatakan pihaknya telah mendampingi Dinda, Faza, dan Radit untuk merasakan pengalaman upgrade ke Windows 11. “Hal ini memungkinkan mereka menginspirasi lebih banyak pengguna, mengenai bagaimana teknologi seperti Windows 11 dapat meningkatkan produktivitas serta menginspirasi kreativitas,” ujar Wahjudi saat konferensi pers daring “A Month with Windows 11” di Jakarta (5/11).

Baca juga: Windows 11 Membuat Kinerja PC Makin Kencang, Kok Bisa?

3 Hal di Windows 11 yang Dukung Proses Kreatif

Windows 11 x Content Creators IndonesiaBerdasarkan data dari OPUS Ekonomi Kreatif 2020, kontribusi subsektor ekonomi kreatif pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp1.211 triliun. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga dunia, sebagai negara dengan kontribusi sektor ekonomi kreatif terbesar terhadap PDB. Untuk itu, dukungan bagi ekonomi kreatif perlu semakin diperkuat, salah satunya melalui akselerasi digitalisasi.

Dalam prosesnya, setiap pelaku kreatif memiliki cara kerjanya masing-masing dan rangkaian fitur Windows 11 hadir untuk menjawab setiap kebutuhan tersebut.

1. Widget berbasis AI untuk Ideasi

Untuk kebutuhan ideasi, fashion ilustrator Dinda Puspitasari mengaku benar-benar mendapatkan pengalaman yang menyenangkan bersama Windows 11.

Sebagai fashion ilustrator, ideasi menjadi salah satu tugas utama Dinda Puspitasari. Untuk mendapatkan ide, ia memerlukan banyak inspirasi serta waktu untuk fokus. Pemilik Dinda Puspitasari Studio ini mengaku cukup terbantu dengan Windows 11.

Dengan Widgets berbasis kecerdasan buatan, ia bisa lebih mudah mencari inspirasi karena dapat menemukan materi ataupun berita yang sesuai dengan kebutuhan secara lebih mudah. Berbagai saran materi dan berita sudah langsung diberikan kepada saya di Widgets, setelah mengatur preferensi di awal.

Selain itu, ia  juga jauh lebih fokus setelah memanfaatkan Focus Sessions, yang dapat menentukan target waktu untuk fokus setiap harinya, mematikan notifikasi email ataupun chat selama waktu fokus ini, dan mengintegrasikannya dengan to-do-list yang dimiliki.  “Hasilnya, bersama Windows 11, saya berhasil membuat sejumlah merchandise dengan aneka ilustrasi penuh warna, dalam waktu kurang dari satu bulan,” ujarnya.

2. Eksekusi dan organisir pekerjaan

Faza Meonk, komikus dan animator di balik Si Juki mengatakan saat mencoba Windows 11, fitur touch dan pen-nya telah menjadi begitu smooth, sehingga sangat memudahkan proses ilustrasi.

Selain itu, adanya Snap Layout yang memungkinkannya untuk menyusun hingga empat window dalam satu layar melalui beberapa klik saja, juga memudahkan dalam mengorganisasikan berbagai ide yang muncul. “Sejumlah karya saya yang keluar akhir-akhir ini, baik itu komik maupun video animasi, merupakan hasil kerja di Windows 11,” ujarnya.

Windows 11 widget

3. Kolaborasi dan work-life balance

Sementara itu Raditya Dika, seorang komika, sutradara, dan penulis lebih menyukai aspek kolaborasi dan work-life-balance. Sebagai pengguna aktif Windows, salah satu fitur yang paling ia sukai dari Windows 11 adalah kemampuannya untuk membagi satu PC hingga enam desktop – lebih banyak dibandingkan Windows 10. Hal ini memungkinkan saya untuk memiliki desktop khusus komika, tulisan, belajar anak, hingga gaming.

Tidak hanya itu, dengan tombol mute dan unmute yang kini sudah langsung hadir di taskbar, lebih mudah baginya untuk multitasking. Misalnya saat call sambil mengerjakan draft tulisan, bisa mute dan unmute speaker dengan satu klik saja. “Saya tidak perlu mencari-cari tombolnya lagi walaupun layar utama saya sebetulnya adalah draft tulisan, bukan virtual meeting room,” imbuhnya.

Tinggalkan komen