Opensignal: Kecepatan Download dengan 4G di Indonesia Lebih Ngebut dari Wifi

Jakarta, Gizmologi – Riset OpenSignal mengungkapkan rata-rata kecepatan download dari internet 4G LTE di Indonesia jauh lebih ngebut dibanding penggunaan jaringan WiFi. Mayoritas pengalaman kecepatan unduhan ini dirasakan pengguna smartphone di Indonesia.

Didasarkan riset yang dilakukan sejak 1 Juli 2021 sampai 28 September 2021 di 12 wilayah Indonesia. Kecepatan download internet 4G 25% lebih tinggi ketimbang mayoritas WiFi (privat atau hotspot publik).

“Para pengguna kami memiliki pengalaman kecepatan yang tidak jauh berbeda antara WiFi publik dan privat, yakni di atas 12 Mbps,” tulis OpenSignal dalam laporannya, Kamis (28/10/2021).

Hal ini sejalan dengan angka pengguna internet Indonesia per Januari 2021 yang sudah mencapai angka 200 juta. Dari jumlah tersebut, 96,4 persen atau sekitar 195,4 juta pengguna mengakses internet dari smartphone, baik melalui jaringan seluler maupun WiFi.

Secara umum smartphone dapat mengubah jaringannya secara otomatis, antara menggunakan jaringan seluler atau WiFi. Saat sebuah smartphone diharuskan memilih jaringan, secara otomatis akan lebih memilih untuk menggunakan WiFi daripada seluler.

“Hasilnya kami menemukan pengguna lebih menikmati kecepatan unduh jaringan 4G yang lebih cepat dibandingkan melalui WiFi di setiap wilayah, namun dengan perbedaan yang bervariasi,” tulis OpenSignal.

Riset OpenSignal

Temuan ini juga didukung hasil catatan regional. OpenSignal membandingkan kecepatan download pengguna jaringan seluler dan WiFi di 12 wilayah di Indonesia.

Di Papua Barat misalnya, 4G jauh lebih kencang daripada jaringan nirkabel. Perbedaannya terbilang cukup jauh. Tercatat, kecepatan download jaringan 4G mencapai 14,6 Mbps atau 58% lebih cepat daripada WiFi yang menyentuh 9,2 Mbps saja.

Sama halnya di Kalimantan dan Jawa Timur. OpenSignal menyatakan bahwa kecepatan internet 4G LTE di sana masing-masing mencapai 15,7 Mbps dan 16,3 Mbps.

“Pengguna kami di Papua Barat menunjukkan perbedaan yang paling mencolok. Mereka merasakan 58% peningkatan kecepatan unduh melalui 4G daripada Wifi,” jelas Khatri.

Sedangkan pengguna di enam wilayah lainnya seperti Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil, Yogyakarta, Jawa Tengah, Maluku, dan Sumatra memiliki jaringan 4G LTE dengan kecepatan download rata-rata lebih kencang di atas 25% daripada koneksi WiFi. Hanya wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang perbedaan kualitas unduhan baik jaringan 4G dan WiFi tidak terpaut jauh.

Pemerataan Jaringan 4G

Riset OpenSignal

Terlepas dari perbedaan kecepatan download, baik di jaringan 4G maupun WiFi. Opensignal menyarankan agar operator seluler dapat menambah kapasitas dan melakukan perluasan jaringan 4G di seluruh Indonesia, agar dapat memberikan pengalaman internet yang merata.

“Apabila operator dapat memberikan penawaran internet seluler terbaik, seharusnya mereka dapat mempercepat penyebaran 4G dan memungkinkan untuk menggunakan kembali spektrum 3G ke layanan yang lebih modern, seperti 4G atau 5G,” kata OpenSignal.

Meski begitu, internet seluler dan WiFi adalah layanan yang saling melengkapi serta bisa saling berdampingan guna meningkatkan konektivitas. Sebagai contoh, akan ada keadaan di mana penggunaan WiFi lebih baik di indoor, karena mungkin jaringan sleuler tidak memiliki penetrasi yang baik di dalam bangunan. Sementara jaringan seluler berfungsi lebih baik di luar ruangan.

Penggunaan WiFi dinilai tetap jadi cara berguna untuk membagikan koneksi fiber yang bersifat cepat dan dapat diakses oleh banyak perangkat. Untuk itu, sangat penting bagi jaringan seluler atau WiFi untuk menyediakan konektivitas yang terjangkau untuk mendukung kegiatan digital masyarakat.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.