Jakarta, Gizmologi – Pasokan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 4060 dikabarkan akan mengalami perubahan signifikan pada Februari 2025. Informasi ini berasal dari sumber dalam rantai pasokan dan mitra produsen papan (AIB), yang mengindikasikan bahwa persediaan GPU seri Ada Lovelace ini akan berkurang drastis. Perkiraan ini muncul setelah laporan serupa pada Januari lalu, di mana stok Nvidia GeForce RTX 4070 juga diprediksi menipis pada akhir bulan tersebut.
Beberapa pihak meyakini bahwa langkah ini merupakan persiapan Nvidia untuk merilis generasi terbaru kartu grafis GeForce RTX 50-series, yang dikenal dengan kode “Blackwell”. Jika benar demikian, maka berkurangnya pasokan RTX 4060 menjadi sinyal bahwa transisi ke lini produk yang lebih baru sedang berlangsung. Hal ini bukanlah pertama kalinya Nvidia mengatur ulang strategi pasokan untuk menyambut peluncuran generasi berikutnya.

Laporan dari Board Channels, sebuah platform diskusi industri yang berfokus pada pasar China, mengungkap bahwa pengurangan pasokan RTX 4060 akan mencapai 60% dibandingkan kuartal keempat tahun 2024. Selain itu, sumber yang sama juga menyatakan bahwa Nvidia bersama mitra-mitranya berencana meluncurkan model RTX 5060 dan RTX 5060 Ti pada Maret 2025. Dengan demikian, masa transisi dari seri RTX 40 ke RTX 50 tampaknya semakin dekat.
Baca Juga: ROG Astral GeForce 50 Series, GPU untuk Gamer dan Kreator
Dampak Pengurangan Pasokan RTX 4060 di Pasar

Pengurangan pasokan RTX 4060 kemungkinan akan berdampak langsung pada harga di pasar. Ketika ketersediaan barang berkurang, harga cenderung meningkat, terutama bagi pengguna yang masih ingin memiliki kartu grafis dari seri ini sebelum stoknya benar-benar habis. Hal ini bisa menyebabkan lonjakan permintaan dalam jangka pendek, terutama di pasar sekunder seperti e-commerce dan retailer kecil.
Selain itu, bagi para gamer dan kreator konten yang berencana membeli kartu grafis di awal tahun 2025, informasi ini menjadi peringatan bahwa stok mungkin akan sulit ditemukan dalam beberapa bulan ke depan. Para konsumen harus mempertimbangkan apakah akan membeli model yang tersedia saat ini atau menunggu kehadiran generasi baru yang akan datang dalam waktu dekat.
Dampak lainnya adalah pada industri perakitan PC dan mitra produsen kartu grafis. Dengan berkurangnya pasokan dari Nvidia, para produsen harus menyesuaikan strategi pemasaran dan distribusi mereka agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagi beberapa merek, transisi ke RTX 50-series mungkin menjadi solusi terbaik agar tetap kompetitif di pasar.
Transisi ke Generasi RTX 50 dan Apa yang Bisa Diharapkan?

Dengan kemungkinan peluncuran GeForce RTX 5060 dan RTX 5060 Ti pada Maret 2025, para penggemar teknologi tentu penasaran dengan peningkatan yang akan dibawa oleh seri baru ini. Berdasarkan pola sebelumnya, generasi baru biasanya menawarkan peningkatan efisiensi daya, performa yang lebih baik, serta fitur tambahan seperti dukungan AI yang lebih canggih.
Selain peningkatan performa, Nvidia mungkin juga akan memperkenalkan teknologi baru yang lebih hemat daya dan memiliki efisiensi termal lebih baik. Hal ini akan sangat berguna bagi pengguna yang ingin membangun sistem dengan pendinginan lebih optimal serta konsumsi listrik yang lebih rendah.
Namun, belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan RTX 50-series di pasar global. Jika peluncuran benar terjadi pada Maret 2025, maka para calon pembeli harus mempertimbangkan apakah akan tetap membeli RTX 4060 sebelum stok habis atau menunggu seri terbaru yang mungkin membawa peningkatan signifikan.
Dengan perubahan besar yang sedang terjadi di pasar GPU, para pengguna dan penggemar teknologi perlu memantau perkembangan lebih lanjut agar bisa mengambil keputusan yang tepat terkait pembelian kartu grafis. Transisi dari RTX 40 ke RTX 50 bisa menjadi momen penting bagi industri gaming dan komputasi, terutama dalam menentukan standar baru untuk performa dan efisiensi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




