Jakarta, Gizmologi – PlayStation kembali menggelar Festive New Year Sale untuk pasar Asia. Kampanye ini tak hanya membawa potongan harga untuk PS5 dan ekosistemnya, tetapi juga dibalut pendekatan pemasaran yang cukup agresif lewat figur pop culture. Sony menggandeng Kim Chaewon dari LE SSERAFIM sebagai wajah utama kampanye tahun ini.
Strategi ini menunjukkan bagaimana industri game semakin lekat dengan hiburan mainstream, khususnya K-Pop, untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Video promosi, konten media sosial, hingga undian DualSense bertanda tangan Kim Chaewon menjadi bagian dari upaya membangun hype jelang periode diskon.
Namun di balik gemerlap kampanye tersebut, pertanyaan utamanya tetap sama: seberapa menarik Festive New Year Sale 2026 bagi gamer, terutama di tengah harga konsol dan game yang relatif masih tinggi di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Sony Ajukan Paten Kontroler Adaptif Tanpa Tombol Fisik
Diskon PS5 dan Aksesori Masih Relevan

Festive New Year Sale 2026 berlangsung pada 6 hingga 19 Februari di retailer resmi yang berpartisipasi. PlayStation menawarkan potongan harga PS5 dengan nilai yang bervariasi di tiap negara. Untuk Indonesia, diskon mencapai Rp810.000, angka yang cukup signifikan meski belum bisa dibilang murah bagi konsumen baru.
Selain konsol, PlayStation VR2 juga mendapat potongan harga besar hingga Rp1,62 juta. PS Portal dan sejumlah aksesori lain turut masuk daftar promo. Dari sisi produk, penawaran ini relatif lengkap dan menyasar baik pemain baru maupun pengguna lama yang ingin melengkapi ekosistem PlayStation mereka.
Di sisi game, beberapa judul besar ikut didiskon, termasuk Marvel’s Spider-Man 2, God of War Ragnarök, hingga Astro Bot. Sayangnya, detail besaran diskon tiap game tidak dijabarkan secara terbuka sejak awal, yang kerap menjadi kelemahan komunikasi promo semacam ini.
Kesempatan Gamer untuk Dapatkan Harga Spesial
Kolaborasi dengan Kim Chaewon jelas memperkuat daya tarik kampanye di media sosial, terutama bagi penggemar K-Pop. Pendekatan ini efektif untuk brand awareness, tetapi tidak selalu relevan bagi gamer inti yang lebih peduli pada harga dan ketersediaan stok.
Masalah klasik lain adalah ketersediaan unit yang bergantung pada masing-masing negara. Dengan catatan “selama persediaan masih ada”, potensi ketimpangan distribusi tetap menjadi risiko, terutama di pasar dengan permintaan tinggi.
Pada akhirnya, Festive New Year Sale 2026 tetap menjadi momentum menarik bagi calon pembeli PS5. Diskonnya nyata, produknya relevan, meski dibungkus kampanye yang terasa lebih pop daripada teknis. Bagi gamer, keputusan tetap kembali ke satu hal sederhana: apakah potongan harga kali ini cukup sepadan dengan waktu dan uang yang dikeluarkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



