Jakarta, Gizmologi – Pulsar resmi gandeng Blue Archive dengan menghadirkan mouse gaming Pulsar X2 CrazyLight dengan nuansa game besutan Nexxon Game tersebut. Ini menjadi bukti bahwa industri game dengan industri teknologi masih terus berkesinambung.
Lewat kolaborasi ini, Pulsar menghadirkan lini mouse gaming edisi khusus bertema Blue Archive, sebuah tactical RPG yang punya basis penggemar loyal. Tiga karakter populer dari kota akademi Kivotos, yakni Shiroko, Hoshino, dan Nonomi, dijadikan identitas utama produk.
Pendekatan ini jelas menargetkan dua segmen sekaligus: gamer kompetitif yang peduli performa, serta penggemar Blue Archive yang melihat perangkat ini sebagai bagian dari koleksi. Namun, seperti tren kolaborasi lainnya, ada batas tipis antara produk fungsional dan merchandise premium.
Baca Juga: GIGABYTE Pamer Terobosan Memori DDR5-7200 256GB di CES 2026
Desain Ikonik Bertemu Performa X2 CrazyLight

Pulsar menggunakan basis X2 CrazyLight ukuran medium, mouse yang dikenal dengan bobot ultra-ringan dan responsivitas tinggi. Dari sisi teknis, ini adalah fondasi yang solid untuk kebutuhan esports, terutama genre FPS dan tactical shooter yang menuntut presisi tinggi.
Nilai tambah utamanya terletak pada desain visual. Setiap mouse mengusung karakter berbeda lengkap dengan warna khas dan dongle USB bercahaya yang menampilkan elemen visual dari Blue Archive. Secara visual, pendekatan ini berhasil membawa identitas game ke meja kerja atau setup gaming pengguna.
Harga yang Cukup Premium

Meski menarik secara desain dan performa, harga USD 139,95 bisa menjadi titik kritis. Di kisaran ini, konsumen sudah dihadapkan pada banyak mouse high-end non-kolaborasi dengan fitur serupa, atau bahkan lebih fleksibel dari sisi ergonomi dan opsi ukuran.
Selain itu, ukuran medium yang dipilih Pulsar berpotensi membatasi sebagian pengguna dengan preferensi grip tertentu. Belum lagi fakta bahwa nilai emosional kolaborasi seperti ini sangat bergantung pada seberapa besar keterikatan pengguna dengan IP Blue Archive itu sendiri.
Pulsar X Blue Archive Collection menunjukkan bagaimana budaya pop dan esports semakin menyatu. Namun, keputusan membeli tetap kembali pada satu pertanyaan klasik: apakah nilai fungsionalnya sebanding dengan harga, atau daya tarik utamanya justru ada pada status sebagai item koleksi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



