Jakarta, Gizmologi – Qualcomm kembali memancing perhatian lewat teaser terbaru Snapdragon X Series. Kali ini, sinyal yang diberikan cukup berani: prosesor berbasis ARM tersebut tak lagi hanya menyasar laptop tipis dan ringan, tetapi juga mulai mengincar desktop PC.
Dalam deskripsi video resmi di kanal YouTube Snapdragon, Qualcomm menyebut “next-gen desktops are here”, sebuah pernyataan yang langsung memicu spekulasi. Selama ini, Snapdragon X identik dengan PC portabel hemat daya, bukan sistem desktop konvensional.
Namun, teaser ini juga memunculkan kebingungan. Apa yang dimaksud Qualcomm dengan “desktop” masih terasa abu-abu, apalagi jika melihat contoh perangkat yang ditampilkan.
Baca Juga: Qualcomm Mulai Dekati Samsung untuk Produksi Chip 2nm
Snapdragon X Series dan Ambisi Desktop ARM

Di dalam video berdurasi satu menit tersebut, mereka juga ingin menampilkan pengguna yang bekerja menggunakan keyboard nirkabel, terhubung ke monitor melengkung di meja kantor. Di balik layar, terlihat perangkat komputasi berukuran kecil dengan desain hitam atau perak polos.
Pernyataan “these flexible PCs bring what legacy desktops don’t” terdengar ambisius, tetapi juga canggung. Qualcomm tampaknya ingin menekankan efisiensi daya dan kecerdasan AI sebagai pembeda utama dibanding desktop tradisional berbasis x86.
Masalahnya, hingga kini Qualcomm belum pernah memamerkan desktop penuh dengan Snapdragon X. Yang pernah ditunjukkan ke publik hanyalah prototipe mini PC pasif tanpa kipas, seperti model berbentuk “hockey puck” yang sempat muncul di Snapdragon Summit 2025 di Hawaii.
Mini PC atau Desktop Sesungguhnya?
Laporan VideoCardz menilai pesan Qualcomm berpotensi menyesatkan. Menyebut mini PC pasif sebagai “desktop generasi baru” bisa memicu ekspektasi berlebihan, terutama di kalangan kreator dan gamer yang identik dengan performa tinggi dan sistem modular.
Di sisi lain, definisi desktop memang terus bergeser. Bagi sebagian pengguna, mini PC berbasis Windows dengan konsumsi daya rendah sudah cukup dianggap desktop, selama mampu menggantikan PC meja tradisional untuk pekerjaan sehari-hari.
Tantangan terbesar Qualcomm ada pada eksekusi. Tanpa dukungan GPU kelas atas, pendinginan aktif, dan kompatibilitas software yang matang, Snapdragon X2 Elite berisiko hanya menjadi solusi niche. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut, terutama saat hardware final mendekati rilis ritel.
Jika Qualcomm berhasil mendefinisikan ulang desktop dengan cara yang masuk akal, ini bisa menjadi langkah besar bagi ekosistem ARM. Namun jika tidak, teaser ini berpotensi hanya menjadi janji besar dengan wujud yang jauh lebih kecil dari bayangan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



