Jakarta, Gizmologi – Narabahasa rayakan enam tahun hadirnya untuk melayani kebutuhan pelanggan terkait bahasa, Sabtu (7/2). Perayaan ini dilakukan dalam program Selebrasi Narabahasa (Senara) dengan tema Senapas dengan Komunitas.
“Saya tidak menyangka, Narabahasa bisa sampai sejauh ini. Berawal dari kebahagiaan yang saya temukan dari pelatihan kebahasaan, Narabahasa terbentuk hingga memiliki tujuan untuk meningkatkan muruah bahasa Indonesia, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berbahasa Indonesia, dan meningkatkan kebahagiaan pegawai,” ujar Ivan Lanin, Direktur Utama Narabahasa, di Jakarta Selatan.
Senara merupakan kegiatan tahunan di setiap ulang tahun perusahaan. Kegiatan ini terdiri dari gelar wicara yang berbicara soal kecerdasan buatan (AI), bincang komunitas, lokakarya menulis dan membuat zine, dan hiburan.
Baca Juga: Cara Membuat Tulisan Bahasa Arab di WhatsApp untuk Android, Mudah dan Cepat
Gelar Wicara Narabahasa Bahas Mengenai AI di Industri Bahasa

“Di usia yang keenam, Narabahasa terus berkarya dari semua lini bisnis yang kami miliki. Gelar wicara yang akan dilakukan juga bentuk upaya dari karya Narabahasa untuk terus menjalankan tujuan-tujuannya,” ungkapnya.
Gelar wicara ini berjudul “Cipta Karya dari Bahasa”, dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, Berto Tukan, penulis di komunitas Gudskul, dan Nenden Lilis Aisyah, akademisi dan penulis. Irene Umar memberikan apresiasi kepada Narabahasa dengan membahas soal slogan yang sesuai dengan keadaan terkini.
“Saya suka slogan ‘Kuasai bahasa, kuasai dunia’. Pada saat kita menguasai suatu bahasa, kita akan lebih mudah mendapatkan relasi. Hal tersebut berlaku untuk bahasa (kita) sendiri maupun bahasa asing,” jelasnya.

Nenden menjelaskan dalam sesi ini tentang bagaimana peran akal imitasi atau AI dalam bidang akademik. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa ditolak.
Kehadiran AI yang dibatasi dengan jelas justru dapat membantu manusia. Berto Tukan juga menceritakan pengalamannya dalam berkarya bersama komunitas.
“Kita dapat memetakan kelebihan dan kekurangan para anggota lain, jadi ketika kita memiliki ide akan terasa mudah untuk dijalankan,” terangnya.

Selain gelar wicara, perayaan ulang tahun perusahaan juga menampilkan tenan-tenan yang menampilkan karya literasi dan visual maupun makanan. Setelah sesi gelar wicara, Senara #6 berlanjut dengan membahas perkembangan dua komunitas kreatif di Jakarta, yaitu From Hobby to Something (FHTS) yang diwakili oleh Dafy dan Puisi on The Spot (PoTS) yang diwakili oleh Hanung.
Kedua komunitas tersebut menceritakan ide awal hingga proses mereka bertahan sampai sejauh ini. Mereka melihat komunitas bukan hanya sebagai wadah untuk melakukan hal yang mereka sukai, melainkan juga potensi pemasukan yang memiliki nilai lebih.
Melalui acara ini, Narabahasa berharap perhatian tentang bahasa dapat lebih meningkat. Perusahaan membahas upaya mereka selama enam tahun terakhir untuk mewujudkan visinya adalah bentuk kepedulian terhadap bahasa Indonesia. Ke depannya, perusahaan akan tetap berkarya untuk melanjutkan upaya tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



