Jakarta, Gizmologi – Gelombang PHK di industri teknologi sepanjang 2025 tampaknya belum akan mereda, dan kini imbas ke Reality Labs. Setelah berbagai raksasa teknologi memangkas ribuan karyawan, kini giliran Meta yang dikabarkan akan melakukan perombakan besar di divisi Reality Labs.
Menurut laporan The New York Times, sekitar 10 persen dari total 15.000 pegawai Reality Labs disebut akan terkena dampak, artinya ratusan orang berpotensi kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat. Divisi ini berada di bawah kepemimpinan CTO Meta, Andrew Bosworth, dan bertanggung jawab atas pengembangan perangkat AR dan VR perusahaan.
Langkah ini menegaskan bahwa strategi Meta di ranah metaverse mulai berubah. Setelah bertahun-tahun menggelontorkan dana besar, hasil yang diharapkan belum juga terlihat.
Baca Juga: Apple Resmi Gandeng Google, Sematkan Gemini Untuk Perkuat Siri & Apple Intelligence
Pemangkasan Tim, Sinyal Berubahnya Arah

PHK ini disebut akan diumumkan dalam rapat internal yang oleh Bosworth sendiri dilabeli sebagai pertemuan terpenting tahun ini. Menariknya, Meta meminta seluruh staf hadir langsung, seolah ingin memastikan pesan strategis ini benar-benar tersampaikan tanpa perantara.
Bulan lalu, Bloomberg juga melaporkan bahwa Meta berencana memangkas anggaran metaverse hingga 30 persen dan mengalihkan dana tersebut ke pengembangan kacamata AI dan wearable lain. Ini memperkuat sinyal bahwa Reality Labs tak lagi sepenuhnya tentang dunia virtual, tetapi mulai diarahkan ke produk yang lebih realistis secara komersial.
Ray-Ban Meta Laris, Metaverse Masih Tertatih
Ironisnya, di tengah tekanan di Reality Labs, Meta justru mencetak kesuksesan lewat Ray-Ban Meta smart glasses. Per Q2 2025, lebih dari 2 juta unit telah terjual, menjadikannya salah satu produk wearable Meta paling sukses hingga kini.
Sebaliknya, proyek metaverse terus menjadi lubang hitam finansial. Dalam empat tahun terakhir, Meta dilaporkan telah merugi lebih dari 70 miliar dolar AS dari inisiatif ini. Padahal pada 2021, Mark Zuckerberg begitu yakin hingga mengganti nama perusahaan menjadi Meta.
PHK ratusan karyawan ini mungkin langkah rasional dari sisi bisnis, tetapi juga mencerminkan kegagalan besar sebuah visi. Meta tampaknya mulai menerima kenyataan bahwa metaverse belum siap menjadi masa depan, setidaknya untuk sekarang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



