Jakarta, Gizmologi – realme Narzo Power 5G segera dikenalkan dan sudah mendapatkan jadwal untuk rilis per 5 Maret mendatang di pasar India. Kabarnya juga smartphone ini akan menggunakan baterai jumbo 10.001 mAh, angka yang langsung mencuri perhatian di kelas menengah.
Namun angka tersebut terasa familiar. Kapasitas yang sama sebelumnya sudah hadir di realme P4 Power yang meluncur beberapa minggu lalu. Tak hanya baterai, desain perangkat yang muncul di teaser juga terlihat identik.
Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa realme Narzo Power 5G hanyalah versi rebrand dari P4 Power untuk segmen atau kanal distribusi berbeda. Strategi seperti ini bukan hal baru di industri, tetapi tetap memicu pertanyaan soal diferensiasi produk.
Baca Juga: Bocoran OnePlus 15T Muncul, Kamera Nyaris Tanpa Upgrade dari 13T
Spesifikasi Identik, Nyaris Tanpa Perubahan

Microsite resmi mengonfirmasi penggunaan chipset Dimensity 7400, layar dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan puncak 6.500 nit, serta kamera utama 50MP dengan OIS dan sensor Sony. Perangkat ini juga menjalankan Realme UI 7.0 berbasis Android 16 saat peluncuran.
realme Narzo Power 5G ini memiliki bobot tercatat 219 gram, wajar mengingat baterai masif di dalamnya. Pengisian daya 80W wired dan 27W reverse wired charging juga dipertahankan. Seluruh spesifikasi ini persis sama dengan P4 Power, memperkuat kesan bahwa ini sekadar pergantian nama.
Strategi Rebrand dan Janji Update
Dari sisi bisnis, rebrand bisa jadi langkah efisien untuk menjangkau pasar berbeda tanpa biaya R&D tambahan. Narzo sendiri sering diposisikan untuk kanal online atau segmen anak muda di India, sehingga nama baru bisa membantu positioning.
Realme Narzo Power 5G juga menjanjikan tiga pembaruan Android utama dan empat tahun patch keamanan. Ini nilai tambah yang cukup kompetitif di kelasnya. Meski begitu, bagi konsumen yang mengikuti perkembangan produk Realme, sulit mengabaikan fakta bahwa Narzo Power 5G bukan perangkat benar-benar baru.
Pada akhirnya, keberhasilan perangkat ini akan bergantung pada strategi harga. Jika diposisikan lebih agresif dibanding P4 Power, rebrand ini bisa masuk akal. Jika tidak, konsumen mungkin akan melihatnya sebagai langkah yang kurang inovatif.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



