Jakarta, Gizmologi – nubia kembali memperluas lini smartphone gaming-nya dengan memperkenalkan REDMAGIC 11 Air ke pasar global. Model ini diposisikan sebagai versi lebih ramping dari seri Pro, namun kali ini membawa peningkatan signifikan yang sebelumnya absen di lini Air, termasuk sistem pendingin aktif berbasis kipas.
Peluncuran ini datang setelah REDMAGIC 11 Pro lebih dulu meluncur dan mendapat respons positif dari gamer hardcore. Menariknya, 11 Air tidak lagi sekadar jadi “versi ringan”, melainkan mencoba menjembatani performa flagship dengan desain yang lebih praktis untuk penggunaan harian.
Meski begitu, pendekatan ini juga menimbulkan pertanyaan klasik: seberapa efektif kompromi antara bodi tipis, pendinginan aktif, dan daya tahan baterai dalam penggunaan jangka panjang, terutama untuk sesi gaming berat?
Baca Juga: Evolusi Kamera Samsung Galaxy S Series, dari Konseran Hingga Foto Malam
Performa Kelas Atas dalam Bodi Lebih Ringkas

REDMAGIC 11 Air mengandalkan Snapdragon 8 Elite yang dipadukan dengan chip RedCore R4, kombinasi yang secara teoritis mampu menghadirkan performa gaming setara flagship premium. Chip RedCore R4 berperan penting dalam super resolution dan frame generation, memungkinkan frame rate mengikuti refresh rate layar 144Hz tanpa membebani CPU dan GPU utama.
Layarnya sendiri berukuran 6,85 inci OLED dengan desain flat tanpa punch-hole, resolusi 1.5K, refresh rate 144Hz, dan touch sampling hingga 960Hz. Untuk kontrol tambahan, REDMAGIC 11 Air tetap menyematkan shoulder trigger 520Hz yang kini diklaim lebih fleksibel untuk game vertikal. Dari sisi spesifikasi, sulit menyangkal bahwa 11 Air memang serius menyasar gamer kompetitif.
Pendingin Aktif dan Baterai Besar
Perubahan terbesar ada pada sistem pendinginan. Berbeda dari pendahulunya yang pasif, REDMAGIC 11 Air kini dibekali ICE Cooling System dengan kipas 24.000rpm, vapor chamber lebih besar, serta manajemen termal berbasis AI. Di atas kertas, ini menjanjikan performa stabil tanpa thermal throttling, sesuatu yang krusial untuk sesi gaming panjang.
Namun, kehadiran kipas aktif di bodi setipis 7,85 mm tentu menimbulkan potensi kompromi. Kipas berarti suara tambahan, bagian mekanis yang berpotensi aus, serta ketergantungan pada sistem kontrol termal yang presisi. Meski bobotnya masih relatif ringan di 207 gram, pengalaman nyata di penggunaan jangka panjang tetap perlu dibuktikan.
Di sisi lain, REDMAGIC patut diapresiasi karena menyematkan baterai 7.000mAh dengan fast charging 80W, naik 1.000mAh dari generasi sebelumnya. Fitur charge separation juga jadi nilai tambah untuk gamer yang sering bermain sambil mengisi daya.
Secara keseluruhan, REDMAGIC 11 Air terlihat sebagai evolusi serius dari lini Air. Ia menawarkan performa dan fitur gaming kelas atas dalam desain yang lebih bersahabat. Namun, apakah pendingin aktif dan kompleksitas tambahan ini benar-benar sepadan untuk segmen yang mengutamakan portabilitas, jawabannya baru akan terlihat setelah perangkat ini benar-benar digunakan di dunia nyata.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



