Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tutup 2019, LinkAja Punya Lebih Dari 40 Juta Pelanggan

0 322

Menutup akhir tahun 2019, LinkAja menorehkan catatan perkembangan signifikan. Platform pembayaran digital milik konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut kini memilih lebih dari 40 juta pelanggan. LinkAja pun semakin gencar melakukan kerja sama dengan beragam pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, hingga berbagai perusahaan swasta. Mereka ingin menciptakan ekosistem holistik yang dapat memperluas adopsi penggunaan uang elektronik dalam memenuhi kebutuhan esensial.

Sebagai catatan, LinkAja resmi diluncurkan pada awal Juli 2019, meski telah memasuki masa trial sejak awal Maret. Perusahaan fintech ini diklaim memiliki positioning, visi, dan misi yang berbeda dengan uang elektronik lainnya. Karena tak hanya bermain pada kebutuhan gaya hidup, mereka juga berupaya memenuhi kebutuhan esensial masyarakat mulai dari pembayaran tagihan, transportasi, BBM, telekomunikasi melalui pembelian pulsa, hingga pembayaran donasi.

LinkAja merupakan peleburan dari sejumlah layanan uang elektronik milik BUMN seperti TCash Telkomsel, eCash Mandiri, TBank BRI, dan UnikQu BNI. Sebenarnya angka 40 juta yang diraih ini pun tidak bisa dibilang sebagai sebuah pencapaian yang istimewa. Karena jika merujuk pada ulasan CNBC Indonesia, jumlah pelanggan TCash pada awal tahun 2019 saja mencapai 30 juta dan sisanya gabungan BUMN sebesar 10 juta.

Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja mengatakan tujuan perusahaan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi secara digital, pelan tapi pasti semakin terwujud berkat adanya kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor.

“Jumlah transaksi meningkat sebanyak lima kali lipat sejak beroperasi pada bulan Februari 2019. 82% pengguna LinkAja tersebar di luar Jakarta, dengan 52% pengguna berada di luar pulau Jawa seperti kota-kota di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian tengah, dan Sulawesi,” ungkap Danu.

Kendati demikian, Danu menambahkan, penyediaan akses terhadap produk finansial memang masih menjadi kendala di Indonesia, terutama bagi yang berada di daerah dan pelosok. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih nyaman bertransaksi secara tunai turut menjadi tantangan bagi perkembangan pembayaran elektronik.

Baca juga: Samsung Pay Bikin Bayar Pakai DANA dan GoPay Tinggal Swipe-up

Jaringan LinkAja

LinkAjaSaat ini LinkAja memiliki akses cash in kepada masyarakat di lebih dari 700,000 titik pada akhir 2019, baik berupa bank channel, modern retail, hingga layanan keuangan digital. Edukasi dan ajakan bertransaksi secara digital pun terus dilakukan dengan menggandeng lebih dari 250,000 merchant.

Platform dompet digital ini juga dapat digunakan di berbagai moda transportasi publik. Mulai dari KRL Jabodetabek, Gojek, kereta api KAI antar kota, bus Damri, taksi Bluebird, Railink, Garuda/Citilink, dan berbagai transportasi lokal seperti Trans Lampung, Trans Semarang, dan sebagainya.

Tak hanya itu, mereka juga telah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menjadi sumber pengisian dana/ saldo di beberapa aplikasi nasional seperti Gojek, Bluebird Group, Damri, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan masih banyak lagi. Menjangkau masyarakat suburban, LinkAja telah melakukan kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah melalui digitalisasi pasar tradisional, layanan retribusi, hingga pengembangan UMKM.

“LinkAja optimistis tujuan program Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh pemerintah dapat segera tercapai berkat adanya sinergi berbagai pihak untuk menyediakan kemudahan akses pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Danu.