Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Rilis “The Last Of Us Part II” Tertunda Akibat Wabah Corona

0 1.185

Melalui pernyataan resmi di akun Twitter mereka, Sony Interactive Entertainment mengumumkan penundaan rilis game The Last Of Us Part II kepada khalayak. Penundaan ini menjadi yang ke-empat kalinya sejak game ini direncanakan rilis pada akhir tahun lalu. Kemudian diubah menjadi Februari, beralih ke Mei, sampai akhirnya wabah corona menyerang seantero bumi. Menghadirkan penundaan yang terakhir.

Pada akun Twitter PlayStation, disebutkan SIE harus membuat keputusan sulit dengan menunda peluncuran The Last of Us Part II dan Marvel’s Iron Man VR sampai pemberitahuan selanjutnya. “Secara logika, krisis global ini menghalangi kami untuk memberikan pengalaman peluncuran yang layak bagi pemain kami.”

Developer Naughty Dog, yang juga sukses dengan Uncharted, mengemukakan bahwa penundan ini memang perlu dilakukan dan dapat diterima secara logis. Apa yang sedang terjadi secara global dapat menghalagi pemain dari mendapatkan pengalaman maksimal dari game ini. Belum lagi, kondisi wabah yang nyaris menyerang seluruh dunia.

Pernyataan resmi dari Naughty Dog.

 

We were bummed about this decision but ultimately understood it’s what’s best and fair to all of our players,” tulis Naughty Dogs dalam pernyataan di Twitter. “We’re hoping that this won’t be a long delay and we’ll update you as soon as we have new information to share.”

Bagi yang belum tahu, The Last of Us Part II mengambil setting waktu lima tahun setelah kejadian di game pertamanya. Dan sekitar 25 tahun sejak outbreak infeksi otak melanda bumi. Karakter Ellie masih yang sudah berusia 19 tahun akan kembali menjadi tokoh protagonist utama. Ditemani oleh Joel, seorang survivor, yang sudah berusia sekitar 50 tahunan.

Cerita game ini akan dibagi menjadi empat bagian musim. Dimulai dari Jackson County, Wyoming, sekitar musim dingin. Sampai nanti akhirnya akan berlanjut di wilayah kota, yang secara umum banyak mengambil tempat di Seattle, Washington.

Infeksi otak dapat membuat tampilanmu jadi menyeramkan begitu. Hufh.

Genre yang diusung pun masih sama yakni survival horror. Di mana sang karakter utama harus dapat bertahan dari infeksi otak yang merajalela. Kurang lebih lawan yang dihadapi akan berwujud seperti mayat berjalan alias zombie.

Kami melihat memang agak sedikit ada kemiripan tema, terutama tentang konsep outbreak. Dan hal itu bisa jadi sangat mengganggu bagi sebagian orang. Akan sangat mengerikan jika membayangkan hal tersebut terjadi di dunia nyata kita. Maka dalam situasi seperti ini, sambil menunggu game ini benar-benar rilis ke pasaran, tetap #DiRumahAja ya. Stay safe, stay health!