Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Riset AppsFlyer: Aplikasi Kategori Hiburan & Makanan Jadi Favorit Sepanjang 2020

0 470

Tidak dapat dipungkiri bila interaksi kita dengan smartphone terus meningkat, terutama di tahun 2020 ini. Saat masa pandemi, cara kita berkomunikasi dengan orang lain tentunya melalui aplikasi-aplikasi yang terpasang di smartphone. Terkait dengan hal ini, AppsFlyer baru saja merilis sebuah laporan terkait pemasangan (install) aplikasi mobile di Indonesia sepanjang 2020.

Sebagai pemimpin dalam atribusi iklan, pekan lalu (15/12) AppsFlyer rilis Laporan Marketing Aplikasi Indonesia edisi 2020. Laporan tersebut berikan informasi yang didapat sepanjang periode Januari hingga September 2020, berikan beberapa temuan utama yang tunjukkan pertumbuhan nilai ekonomi aplikasi mobile yang signifikan. Terutama dalam hal installs, in-app spend, user retention dan marketing.

AppsFlyer turut menyebutkan bila banyak orang Indonesia yang lebih banyak habiskan waktu di rumah, bergantung pada aplikasi mobile untuk kehidupan sehari-hari. Tercatat ada 813 juta jumlah install selama periode di atas, termasuk 16 miliar sesi pembukaan aplikasi, dan 460 juta konversi dari proses remarketing.

Baca juga: Campaign Menjadi Aplikasi Berdampak Positif Terbaik 2020 Versi Google

Aplikasi Keuangan Juga Menjadi Populer Selama Pandemi

Ronen Mense, President and Managing Director APAC, AppsFlyer.
Ronen Mense, President and Managing Director APAC, AppsFlyer.

Studi ini juga meliputi setidaknya 2,250 aplikasi dengan angka 1,000 penginstalan non-organik (NOI) per bulan. “Peningkatan install aplikasi mobile yang signifikan tahun ini telah menunjukkan kekuatan dan matangnya lanskap mobile commerce di Indonesia, yang menjadi salah satu negara dengan digitalisasi tercepat di dunia,” kata President dan Managing Director untuk APAC, AppsFlyer, Ronen Mense.

Sepanjang tahun 2020, aplikasi dengan instalasi non-organik di hampir seluruh kategori aplikasi utama meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori Hiburan serta Makanan & Minuman menjadi favorit, masing-masing meningkat 340% dan 180%. Sementara untuk instalasi aplikasi organik, ada aplikasi kategori Keuangan (+241%), Hiburan (+72%), Pendidikan (+33%) dan Belanja (+29%) yang alami pertumbuhan.

Jumlah peningkatan install aplikasi ini secara umum mencapai puncak di bulan maret, tepatnya sebelum status darurat pandemi di 31 Maret 2020. Menurut Mense, para pengembang aplikasi dan marketer juga harus berupaya hadapi persaingan ketat di pasar aplikasi, mengatur anggaran sekaligus berhadapan dengan para fraudster

Dengan jumlah install aplikasi yang bertumbuh, laporan dari AppsFlyer juga tunjukkan tingkat retensi yang sedikit lebih rendah, turun sekitar 3% dari 4% di tahun lalu. Hal tersebut karena konsumen miliki akses terhadap pilihan yang bervariasi. Jumlah ad fraud juga meningkat, tercermin dari nilai volume fraud per tahun di Indonesia, diperkirakan sudah melewati USD 150 juta.

Tingkat ad fraud tertinggi terdapat dalam kategori aplikasi keuangan, pendidikan, makanan & minuman serta belanja. Khususnya pada bulan April hingga Mei, ketiga jumlah instal aplikasi berada di puncaknya. Sebagian besar muncul dari Bots, yang berkontribusi 60% di hampir seluruh kategori aplikasi.

Smartphone Android Mendominasi Penginstalan Aplikasi Mobile

Luthfi Anshari, Senior Customer Success Manager, SEA, AppsFlyer
Luthfi Anshari, Senior Customer Success Manager, SEA, AppsFlyer.

“Peningkatan persaingan juga menekankan pentingnya user acquisition dan insentif remarketing, karena tingkat retensi yang rendah pada tahun ini. Data kami menunjukkan upaya remarketing harus menjadi prioritas utama bagi para marketer mempertahankan pelanggan, karena telah terbukti efektif dalam peningkatan user retention dan lifetime value,” jelas Senior Customer Success Manager untuk SEA, AppsFlyer, Luthfi Anshari.

Selain beragam insight di atas, laporan terbaru dari AppsFlyer ini juga menyoroti beberapa fakta menarik, terkait pola kebiasaan masyarakat mobile di Indonesia. Untuk sistem operasi, smartphone Android menyumbang 90,05% dari pangsa pasar perangkat di Indonesia. Namun begitu, ditemukan lebih banyak install aplikasi oleh pengguna iOS di kategori makanan & minuman (38%) dan kesehatan & fitness (40%).

Aplikasi buatan lokal menduduki peringkat kedua dengan 14% tingkat install dari 500 aplikasi terpopuler. Separuh aplikasi tersebut dari kategori keuangan, diikuti oleh kategori belanja, perjalanan, hiburan serta makanan dan minuman. Sementara kategori gim dan belanja cenderung lebih baik di wilayah Jawa Timur. Khusus untuk kategori belanja, performa paling baik di wilayah Jawa Tengah.