Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Riset LPEM FEB UI: Pandemi, Penjualan UMKM di Tokopedia Meningkat 133%

0 325

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang mengalami penurunan karena pandemi yang ditandai dengan pelemahan di berbagai sektor. Namun, penjualan melalui kanal daring justru mengalami peningkatan. Belanja online dianggap menjadi solusi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengurangi risiko penyebaran virus di tempat ramai.

Menurut William Tanuwijaya, CEO & Founder Tokopedia, meski penuh rintangan, tidak sedikit yang menemukan kesempatan untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh melalui adopsi digitalisasi. Di tengah pandemi ini, percaya bahwa para pelaku UMKM, termasuk di antaranya para penjual di Tokopedia, merupakan motor penggerak pemulihan perekonomian bangsa dan berkontribusi dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Sebagai perusahaan teknologi buatan Indonesia, kami percaya bahwa Tokopedia bisa membantu masyarakat Indonesia bertahan di era pandemi lewat teknologi. Untuk itu, Tokopedia memberikan panggung seluas-luasnya bagi lebih dari 10 juta pegiat usaha untuk berkolaborasi, mengembangkan bisnis dan berinovasi bersama kami. Melalui Tokopedia, kami juga membantu lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia,” ujar William.

Baca juga: Tokopedia: Transaksi Belanja Online Fesyen Muslim Meningkat 2x

Kenaikan Volume Penjualan 133%

Tokopedia

Menurut Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2020 menunjukan 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami kenaikan volume penjualan dengan median sebesar 133%.

Pada tiga provinsi mengalami peningkatan penjualan pelaku usaha tertinggi di Tokopedia, yaitu NTB (144,6%), Sulawesi Tengah (73,4%) dan Sulawesi Selatan (73,3%). Sementara tiga provinsi dengan peningkatan jumlah pelaku usaha tertinggi di Tokopedia selama pandemi adalah Bali (66,2%), Yogyakarta (42,2%) dan DKI Jakarta (28,3%).

Astri Wahyuni, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia menjelaskan pandemi telah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Ia berujar pemanfaatan digitalisasi dan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi telah berkembang pesat menjadi sebuah kebutuhan untuk menjawab tantangan pandemi.

Pihaknya berkomitmen #SelaluAdaSelaluBisa untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan harian hingga menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi khususnya di tengah pandemi.

Riatu Mariatul Qibthiyyah, Kepala LPEM FEB UI, mengungkapkan sebesar 68,6% penjual yang bergabung dengan Tokopedia pada saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga. Sedangkan sebesar 76,4% penjual beralasan gabung ke Tokopedia karena kemudahan mengelola bisnis.

“Dari data internal Tokopedia, terdapat peningkatan jumlah penjual dari 7,2 juta sebelum pandemi Januari 2020 lalu menjadi lebih dari 10 juta penjual saat ini,” terangnya.

Pemilik Bali Alus, Ni Kadek Eka Citrawati selama pandemi, penjualan usahanya 80% berasal dari Tokopedia. Kenaikan penjualan selama pandemi mencapai hampir 3x lipat dibanding periode sebelum pandemi.

Mengedepankan Lima Pilar Guna Kembangkan Bisnis

aplikasi tokopedia

Tokopedia berharap akan semakin banyak pihak yang lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, terus berkontribusi memulihkan ekonomi. Mengingat UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia.

Baca juga: Aplikasi Tokopedia untuk Android Hadir dengan Fitur Penghemat Memori

Saat ini, strategi perusahaan akan terus mengedepankan lima pilar utama dalam mendorong perkembangan bisnis, yaitu memperkuat fondasi, fokus pada kebutuhan konsumen, memperluas pemanfaatan data, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan menjalankan kerangka kerja yang optimal secara finansial.

“Indonesia, termasuk lebih dari 17 ribu pulau di dalamnya, akan terus menjadi fokus utama dari Tokopedia. Oleh karena itu, Tokopedia berkomitmen untuk menjadi lebih relevan untuk Indonesia,” tutup Astri.
Tinggalkan komen