Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Startup Lokal HiPajak Menang di Ajang Kompetisi Internasional Alibaba

0 67

Perkembangan perusahaan rintisan digital kian menunjukkan keunggulan dan kemampuannya untuk bersaing di ajang internasional. Hal itu dibuktikan HiPajak, sebuah platform digital untuk memudahkan pengelolaan pajak penghasilan bagi wajib pajak orang pribadi non karyawan.

Kabar terbaru, HiPajak berhasil keluar sebagai juara pertama sekaligus peserta favorit dalam kompetisi internasional Alibaba Global E-Commerce Talent (GET) Challenge 2020. Solusi digital inovatif HiPajak berhasil memenangkan dewan juri serta publik, dengan mendapatkan vote terbanyak dalam kompetisi.

Hal itu menjadikan HiPajak sebagai pemenang utama Alibaba GET Global Challenge 2020 diantara 2.000 tim dari 15 negara lainnya. Pengumuman pemenang dilakukan oleh Brian Wong, Vice President of Global Initiatives Alibaba pada Sabtu (29/8) melalui video conference dari Hangzhou, China.
Baca juga: OnlinePajak Adopsi Teknologi Blockchain untuk Permudah Urus Administrasi Pajak

Platform HiPajak untuk Pengelolaan Pajak

HiPajak Tracy
Tracy Tardia, CEO HiPajak

HiPajak adalah aplikasi satu pintu yang ditujukan untuk meningkatkan sistem pelayanan publik dan memaparkan edukasi positif tentang pajak. Dimotori oleh F. Tracy P. Tardia, Ricky Kurniawan, dan Anissa Martriani, HiPajak memiliki visi untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan pajak melalui platform digital.

Platform ini dikembangkan untuk menyediakan solusi efektif serta memfasilitasi berbagai kebutuhan terkait pajak penghasilan. Aplikasi digital HiPajak berisi fitur-fitur yang mengutamakan kemudahan pengelolaan pajak khususnya bagi para Wajib Pajak Orang Pribadi non-karyawan, penggiat Usaha Mikro, UMKM dan mereka yang bekerja di sektor industri kreatif.

“Melalui HiPajak, kami ingin menghilangkan kesan bahwa mengurus pajak itu sulit dan ribet sehingga kesadaraan dan rasa sukarela para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya dapat ditingkatkan. Tingginya kesadaran wajib pajak ini akan sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan pajak negara dan percepatan pembangunan nasional,” Tracy Tardia, CEO and Co-Founder PT Investa Hipa Teknologi, perusahaan yang mengembangkan HiPajak.

HiPajak di Kompetisi Alibaba GET Network

Tracy Tardia, CEO and Co-Founder PT Investa Hipa Teknologi, perusahaan yang mengembangkan HiPajak, mengatakan, pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan semua pihak sehingga HiPajak mampu bersaing di level global. Keberhasilan dalam meraih juara pertama di kompetisi internasional Alibaba Global GET Challenge 2020 sekaligus merupakan kado spesial Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-75.

“Tidak hanya sampai disitu, berkat dukungan luar biasa para netizen Indonesia, HiPajak juga berhasil menjadi peserta favorit di kompetisi ini. Kami berharap prestasi ini dapat memompa semangat teman-teman generasi milenial untuk terus menciptakan solusi digital dan memajukan Indonesia, terutama di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ujar Tracy.

Kompetisi yang ditujukan bagi generasi muda berusia antara 18 – 30 tahun ini menitikberatkan penilaian pada inovasi proposal, kemampuan untuk memecahkan masalah nyata, faktor kelayakan, keberlanjutan, dan skalabilitas bisnis. Sebagai pemenang, Tim HiPajak yang terdiri dari Tracy Tardia, Ricky Kurniawan dan Anissa Martriani berhak atas hadiah uang tunai sebesar 100.000 RMB atau senilai Rp211 juta juga kesempatan untuk melakukan perjalanan eksplorasi ekonomi digital ke markas Alibaba di Hangzhou, termasuk sesi eksklusif dengan para mentor Alibaba GET Network.

Bekerja sama dengan Rumah Perubahan sebagai mitra lokal di Indonesia yang berperan untuk memberikan pendampingan bagi peserta selama kompetisi, Alibaba Global GET Challenge 2020 mengambil tema Digital Solution for Covid and Beyond. Kompetisi diikuti oleh peserta dari 14 negara, seperti Tiongkok, Kolombia, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Filipina, Rusia, Korea Selatan, Thailand, Uzbekistan dan benua Afrika.

Kompetisi yang diadakan secara virtual ini dilaksakan dalam empat fase yang dimulai sejak April 2020. Peserta dalam tim yang masing-masing terdiri dari 3 – 5 anggota sebelumnya berkompetisi di tingkat nasional. Tim yang terpilih di tingkat nasional selanjutnya mewakili negaranya masing-masing untuk berhadapan di acara final internasional yang telah dilaksanakan pada 17 – 29 Agustus 2020.