Jakarta, Gizmologi – Esports World Cup Foundation (EWCF) resmi meluncurkan Road to EWC, sebuah program kualifikasi global menuju Esports World Cup 2026. Program ini dirancang sebagai jalur terpadu yang menghubungkan ratusan turnamen esports di berbagai wilayah ke satu puncak kompetisi yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Juli hingga Agustus 2026.
Lewat Road to EWC, EWCF mencoba menjawab salah satu masalah klasik di industri esports: ekosistem yang terfragmentasi. Selama ini, jalur kompetisi antar game, publisher, dan region sering berjalan sendiri-sendiri, membuat pemain, klub, bahkan penonton kesulitan mengikuti alur musim secara utuh.
Meski ambisinya besar, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan. Menyatukan lebih dari 200 turnamen lintas genre dan publisher bukan pekerjaan sederhana, apalagi ketika kepentingan bisnis, format kompetisi, dan kalender masing-masing game sangat berbeda.
Baca Juga: Esports World Cup 2026 Tawarkan Total Hadiah USD 75 Juta & Ambisi Baru Esports Global
Satu Jalur Global untuk Banyak Ekosistem

Road to EWC mencakup lebih dari 200 turnamen dari berbagai level, mulai dari liga resmi publisher, turnamen internasional elite, hingga kualifikasi komunitas. Nama-nama besar seperti Mobile Legends: Bang Bang Professional League, PUBG Global Series, VALORANT, League of Legends, hingga EVO dan Capcom Cup masuk dalam ekosistem ini.
Menariknya, EWCF juga membuka jalur kualifikasi online untuk game seperti Dota 2, Teamfight Tactics, Chess, dan Call of Duty: Warzone. Ini memberi ruang bagi pemain grassroot untuk menembus panggung global tanpa harus lebih dulu terikat di liga tertutup.
Di atas kertas, struktur ini memberi kepastian bagi pemain dan klub dalam merencanakan satu musim penuh. Namun, konsistensi standar kompetisi dan keadilan format tetap akan jadi sorotan, mengingat setiap game punya kultur dan ekosistem yang sangat berbeda.
Jadi Panggung Utama Industri Esports
Bagi industri, Road to EWC menawarkan narasi baru: esports sebagai satu musim global yang berkelanjutan, bukan sekadar kumpulan turnamen terpisah. Dari sisi penonton, ini memudahkan untuk mengikuti perjalanan tim dan pemain favorit dari level regional hingga panggung dunia.
Data dari Road to EWC 2025 menunjukkan potensi model ini. Lebih dari 2.500 pemain dari 100 negara berhasil lolos ke EWC, dengan kisah menarik seperti Rasyah Rasyid yang menjadi juara termuda di usia 15 tahun, hingga kejutan dari Team Falcons di Overwatch 2.
Namun, tantangan terbesar Road to EWC ada pada eksekusinya. Skalanya sangat besar, dan risiko ketimpangan eksposur antar game atau region tetap ada. Jika berhasil dijalankan secara konsisten dan transparan, Road to EWC bisa menjadi fondasi baru esports global. Jika tidak, ia berisiko menjadi ambisi besar yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



