Jakarta, Gizmologi – Roblox resmi meluncurkan inisiatif pendidikan berskala nasional di Indonesia yang dikembangkan bersama Ruangguru. Program ini ditujukan untuk membantu siswa SMP dan SMA mengembangkan kreativitas, literasi digital, kemampuan berpikir komputasional, hingga pemahaman mengenai etika berinternet melalui pembelajaran berbasis proyek menggunakan Roblox Studio.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Roblox memperluas pemanfaatan platformnya, bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran. Indonesia dipilih karena dinilai menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan komunitas kreator dan pengguna Roblox yang cukup pesat. Melalui kolaborasi dengan Ruangguru, Roblox berharap pengalaman belajar digital dapat dikemas lebih terstruktur bagi guru maupun siswa.
Hingga saat ini, program telah melibatkan 261 sekolah dengan lebih dari 230 guru serta sekitar 2.700 siswa. Sepanjang 2026, keduanya menargetkan cakupan program meningkat menjadi sekitar 500 guru dan 7.500 siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, efektivitas implementasi dalam skala yang lebih luas masih akan bergantung pada kesiapan sekolah, tenaga pendidik, serta infrastruktur pendukung di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Assassin’s Creed Hexe Berpotensi Mundur, Dirilis Paling Cepat Paruh Kedua 2027
Fokus pada Kreativitas dan Literasi Digital

Program ini memanfaatkan Roblox Studio sebagai platform utama pembelajaran. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada dasar-dasar pemrograman dan desain gim, tetapi juga diajak memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembuatan pengalaman interaktif. Materi pembelajaran turut mencakup kreativitas, storytelling, kolaborasi, kemampuan memecahkan masalah, hingga berpikir komputasional.
Selain aspek teknis, Roblox dan Ruangguru juga memasukkan materi mengenai keamanan digital dan etika berinteraksi di ruang maya. Program diawali dengan pelatihan bagi guru agar mampu mendampingi siswa menggunakan modul pembelajaran berbasis proyek. Di akhir program, siswa akan mengikuti Roblox Student Competition dengan tema “Build a Civil & Safe World” sebagai bentuk penerapan hasil pembelajaran mereka.
Tidak Hanya Menyasar Sekolah
Inisiatif ini juga melibatkan orang tua melalui program Parent Talks, yang dijadwalkan mulai berlangsung pada akhir 2026. Melalui sesi tersebut, keluarga akan memperoleh panduan mengenai pendampingan anak dalam memanfaatkan platform digital secara kreatif sekaligus aman. Pendekatan ini menunjukkan bahwa edukasi digital tidak hanya difokuskan di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Secara umum, program ini memperlihatkan tren semakin luasnya pemanfaatan platform gim sebagai media pembelajaran. Di sisi lain, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada konsistensi pendampingan guru, keterlibatan orang tua, serta kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Roblox sendiri menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong generasi muda menjadi kreator, bukan sekadar konsumen teknologi, melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

