Fasilitas Samsung Smart Learning Class di Palu Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Palu, Gizmologi – Setelah tiga tahun peristiwa bencana Palu berlalu, berbagai upaya pemulihan masih terus dilakukan. Salah satunya terhadap fasilitas pendidikan yang menjadi salah satu sektor terdampak. Pendidikan dan teknologi adalah dua aspek penting yang dapat menunjang pertumbuhan kualitas SDM secara nasional.

Banyaknya fasilitas sekolah yang rusak dan belum tersentuh perbaikan paska bencana melanda. Hal ini menjadi alasan yang menggerakkan Samsung untuk memberikan bantuan berupa renovasi infrastruktur sekolah. Samsung Electronics Indonesia (SEIN) bekerja sama dengan PMI menghadirkan Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Palu. Secara perdana, ada 3 sekolah yang dipilih yaitu SD Negeri 1 Tatura, SD Negeri 2 Panau, dan MTs Al Khairaat Pusat. Diharapkan fasilitas SSLC ini dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada siswa, guru maupun komunitas khususnya di kota Palu dan di Sulawesi Tengah pada umumnya dalam pemanfaatan teknologi untuk proses belajar mengajar yang lebih interaktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Selain SSLC, kelas-kelas di SD Negeri Kabonena, SMP Negeri 3 Palu dan SMP Negeri 21 Palu yang belum diperbaiki sejak bencana tsunami berakhir pun direnovasi oleh Samsung melalui PMI. Baik fasilitas SSLC dan renovasi kelas tersebut senilai lebih dari Rp. 3,6 Milyar yang merupakan bagian dari nilai donasi bencana tsunami di Palu yang didonasikan Samsung melalui PMI di tahun 2018 lalu.

Baca juga:  Migo Indonesia Tawarkan Konten Edukasi Digital Tanpa Kuota

Kondisi Sekolah di Palu

Sekolah di PaluLaporan Finalisasi Data dan Informasi Bencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyebutkan sebanyak 386 sekolah terdampak dari bencana Palu. Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek RI menyampaikan, penggunaan teknologi saat ini masih menjadi tantangan proses pembelajaran bagi para guru dan siswa, khususnya di Palu paska bencana. Oleh sebab itu, fasilitas, platform serta pelatihan secara menyeluruh melalui SSLC sangatlah dibutuhkan.

“Apalagi saat ini, kami sedang mempersiapkan PTMT dan pembelajaran hybrid dapat berjalan secara optimal dan dukungan program SLCC akan berperan penting sebagai sarana dan prasarana penunjang sehingga PTMT dan pembelajaran hybrid dapat berlangsung secara kondusif. Kami mengapresiasi kehadiran program SSLC di Palu sekaligus berharap semoga para guru dan siswa dapat bersinergi membentuk proses pembelajaran digital yang menyenangkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E. menambahkan, tidak hanya pengadaan program SSLC, dukungan Samsung dengan melakukan renovasi sekolah yang mencakup masing-masing 3 ruang kelas belajar di SD Negeri Kabonena dan SMP Negeri 21 Palu, serta 4 ruang kelas belajar dan 1 ruang ekskul di SMP Negeri 3 Palu, juga sangat bermanfaat. “Diharapkan, infrastruktur dan fasilitas yang layak dapat menggenjot kualitas pembelajaran kedepannya,” imbuhnya.

Samsung Smart Learning Class di Palu

SSLC PaluMenurut Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Samsung Smart Learning Class adalah bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pembelajaran yang optimal, terutama dalam proses persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dan pembelajaran hybrid (tatap muka dan online) sekaligus tercapainya akselerasi pendidikan digital di Palu.

“Hakikat pendidikan dimaknai dengan upaya mendukung peserta didik dengan fasilitas dan teknologi yang tepat guna sehingga mereka dapat mengeksplorasi dan berekspresi secara kreatif, tidak hanya para siswa dan guru namun juga dioptimalkan untuk masyarakat lebih luas. Melalui renovasi infrastruktur sekolah dan program SLCC di Palu, kami berharap dapat menyelaraskan inovasi teknologi kami dengan kegiatan belajar mengajar paska bencana untuk hybrid pembelajaran tatap muka secara efektif,” ujar Ennita dalam siaran pers yang diterima Gizmologi (29/9).

Program SSLC menyediakan fasilitas berupa koneksi internet, Samsung AC, Samsung Smart TV berukuran 55 inci, Samsung Tablet Galaxy Tab A with S Pen berukuran 8 inci untuk guru, serta Samsung Tablet Galaxy Tab A berukuran 8 inci bagi siswa. Program SSLC juga dibekali dengan aplikasi Samsung Knox Manage, Learning Management System dari myScool dan e-book interaktif dari PesonaEdu.

Tak hanya itu, pelatihan-pelatihan yang mendukung para guru untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran juga diberikan, terutama bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi yang disediakan secara maksimal guna membantu mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih bersemangat untuk menerima materi pelajaran.

“Teknologi membuka peluang siswa mengeksplor minat mereka lebih luas lagi. Kedekatan siswa dengan teknologi mendorong para guru lebih mengenal dan mengoptimalkan teknologi itu sendiri untuk melakukan inovasi agar belajar menjadi lebih menyenangkan. Di sinilah peran fasilitas SSLC untuk membantu integrasi teknologi dengan lingkungan pendidikan yang akan mencetak generasi muda yang bertalenta,” tutup Ennita.

 

Tinggalkan komen