Jakarta, Gizmologi – Untuk pemerataan infrastruktur digital di pusat-pusat layanan publik di seluruh Indonesia, Pemerintah mengumumkan peluncuran Satelit Republik Indonesia yang pertama, SATRIA 1. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Menteri Komunikasi dan Informatika, Mahfud MD, yang mengatakan, satelit tersebut akan ditempatkan pada slot orbit 146 Bujur Timur.
Dijelaskan lebih lanjut, peluncuran satelit internet untuk memenuhi kebutuhan akses layanan publik itu dijadwalkan berlangsung dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 18 Juni 2023 pukul 18:00 waktu setempat atau pukul 05:00 pagi tanggal 19 Juni 2023 WIB.
“Akses internet yang disediakan oleh SATRIA 1 akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di lokasi layanan publik yang belum memiliki akses atau mengalami kualitas internet yang belum memadai,” ujar Mahfud saat jumpa pers di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta (13/6).
Sebagai informasi, SATRIA 1 merupakan proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). BLU BAKTI Kominfo selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) telah menetapkan Konsorsium PSN sebagai pemenang lelang pada 26 April 2019.
Baca juga: Satelit HBS dan SATRIA-1 Indonesia Meluncur Pakai Roket SpaceX
Spesifikasi SATRIA 1

SATRIA 1 merupakan bagian daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Menurut Mahfud MD peluncuran SATRIA 1 merupakan salah satu langkah besar untuk mendukung pemerintahan digital.
SATRIA -1 akan menjadi yang terbesar di Asia dan nomor lima di dunia dari sisi kapasitas, untuk kelas di atas 100Gbps. Kapasitas yang besar ini diperuntukkan untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah-wilayah pelosok terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Dengan kapasitas sebesar 150 Gbps, SATRIA 1 akan merupakan satelit internet dengan kapasitas terbesar di Asia. SATRIA 1 akan memanfaatkan konsep frequency reuse untuk efisiensi penggunaan frekuensi dan peningkatan kapasitas bandwidth dibandingkan dengan teknologi konvensional,” ujar Arief Tri Hardiyanto, Plt Dirut BAKTI Kominfo.
SATRIA 1 merupakan satelit multifungsi berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan frekuensi Ka-Band. Kapasitas internet yang disediakan bisa mencapai 150Gbps. SATRIA-1 mampu menjangkau daerah terpencil atau terisolasi dengan biaya layanan yang efisien dan waktu yang lebih cepat dibandingkan teknologi teresterial.
“Kominfo juga sedang melakukan persiapan pengadaan Remote Terminal Ground Segment (RTGS). Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kapasitas internet dari SATRIA 1 secara bertahap mulai bulan Januari 2024,” imbuhnya.
SATRIA 1 memiliki 11 stasiun bumi atau Gateway yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Indonesia, termasuk Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura. Gateway Cikarang akan menjadi lokasi Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer dan Network Operation Control.
Diluncurkan oleh roket Falcon 9 di SpaceX

SATRIA-1 dibangun di Thales Alenia Space, Prancis. Satelit SATRIA 1 akan dibawa ke orbit oleh roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) yang dikenal milik pengusaha nyentrik Elon Musk. Saat ini, satelit telah berada di Payload Processing Facility SpaceX di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, setelah dikirim melalui moda transportasi laut selama 17 hari dari Cannes, Perancis.
Di Florida, SATRIA 1 tengah melalui berbagai tahap persiapan, termasuk pemasangan rocket adapter dan fairing (penutup satelit) pada roket peluncur. Pada tanggal 15 dan 16 Juni 2023, fairing yang berisi satelit akan diintegrasikan dengan roket peluncur yang terdiri dari Stage 1 dan Stage 2. Setelah itu, roket akan dipindahkan dari hangar ke launch pad. Countdown peluncuran akan dimulai 4 jam sebelum peluncuran dan komputer akan mengambil alih proses peluncuran 60 detik sebelumnya.
Setelah peluncuran, SATRIA 1 akan melakukan Electric Orbit Raising (EOR) selama sekitar 145 hari sejak pemisahan satelit dari kendaraan peluncurnya hingga tiba di posisi orbit 146 Bujur Timur. Di posisi orbit tersebut, satelit akan menjalani serangkaian tes, seperti In Orbit Testing (IOT), In-Orbit Acceptance Review (IOAR), dan End-to-End Test (E2E Test), untuk memastikan kinerja satelit yang optimal.
“Direncanakan pada minggu keempat Desember 2023, SATRIA 1 akan siap beroperasi (ready for service) dan terhubung dengan stasiun bumi serta siap untuk dihubungkan dengan Remote TerminalGround Segment (RTGS) di lokasi layanan publik,” jelas Adi Rahman Adiwoso, Dirut PT Satelit Nusantara Tiga yang merupakan anak perusahaan PSN.
Untuk Memeratakan Pembangunan

Menteri Mahfud menegaskan, ini adalah upaya untuk memeratakan pembangunan dan menginklusikan masyarakat dalam ekonomi digital dengan penyediaan internet di area manapun di negeri. Akses internet yang disediakan melalui SATRIA-1 akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di lokasi layanan publik yang belum memiliki akses atau belum memadai.
“Teknologi satelit memungkinkan akselerasi penyediaan internet di desa-desa yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik dalam 10 tahun ke depan. Prioritas utama penerima akses internet dari SATRIA-1 adalah sektor pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, Kantor Pemerintah Daerah, serta TNI dan Polri,” ujarnya
“Prioritas utama penerima akses internet dari SATRIA 1 adalah sektor pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, kantor pemerintah daerah, serta TNI dan Polri,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




