Jakarta, Gizmologi – Langkah berani diambil Paramount Skydance dengan mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD). Hal ini dikonfirmasi setelah Netflix memutuskan mundur dari proses karena tidak mau menaikan tawaran yang diminta Warner Bros. Kesepakatan historis ini berpotensi akan merombak peta persaingan media cetak, televisi, dan platform streaming digital di seluruh dunia.
Nilai kesepakatan yang disetujui tersebut terbilang sangat fantastis dan tidak main-main. Paramount berani mengajukan tawaran revisi akhir dengan valuasi mencapai USD 110 miliar, atau mematok harga sekitar USD 31 per lembar saham. Angka luar biasa ini secara efektif memaksa Netflix mundur teratur dari meja negosiasi, terutama setelah dewan direksi WBD secara resmi mendeklarasikan tawaran Paramount sebagai proposal yang jauh lebih menggiurkan dibandingkan kesepakatan awal mereka dengan sang raksasa streaming.
Sebelumnya Netflix hanya mau membayar di angka USD 27,75 per saham. Ketika kenaikan diminta, perusahaan streaming terkemuka itu memilih mundur. Tidak dengan tangan kosong, sebab proses dengan Warner Bros. Discovery berdiri di atas perjanjian, apabila kesepakatan gagal, maka Netlfix akan mendapatkan uang darinya.
“Kami senang Dewan WBD telah dengan suara bulat menegaskan nilai superior dari penawaran kami, yang memberikan nilai superior, kepastian, dan kecepatan penutupan kepada pemegang saham WBD,” ungkap David Ellison, Chairman dan CEO Paramount.
Sisa satu langkah lagi dari pihak regulator yang mengatur etika monopoli bisnis di Amerika Serikat. Jika merger berskala raksasa ini pada akhirnya mendapat lampu hijau, Paramount akan menelan hampir seluruh ekosistem bisnis Warner Bros. Discovery tanpa sisa. Entitas gabungan ini nantinya akan menguasai hak penuh atas lini studio film legendaris di Hollywood, deretan platform streaming premium seperti HBO Max, jaringan televisi kabel raksasa, hingga operasi berita berskala nasional yang sangat berpengaruh seperti CNN.
Baca juga: Rekomendasi Film Indonesia di Netflix Pada Februari 2026, Ada Apa Aja?
Paramount Harus Bayar Kompensasi ke Netflix

Keberhasilan Paramount merebut WBD dari pelukan Netflix tentu tidak diraih dengan mudah maupun murah. Selama beberapa bulan terakhir, Paramount secara gigih melancarkan serangan balik yang sangat agresif, mulai dari lobi regulasi, pendekatan intensif kepada pemegang saham, hingga bersedia menanggung beban biaya penghentian kontrak Netflix sebesar USD 2,8 miliar. Paramount bahkan berani menjanjikan penalti regulasi sebesar USD 7 miliar jika kesepakatan ini digagalkan oleh pemerintah, membuktikan tingkat keseriusan dan agresivitas mereka.
Bagi Gizmo friends yang terus mencermati tren industri kreatif, kesepakatan bernilai ratusan miliar dolar ini jelas berdampak jauh melampaui sekadar berita merger korporat biasa. Transaksi megah ini mewakili pergeseran tektonik mengenai siapa yang mengendalikan cerita yang ditonton oleh audiens, platform yang mendistribusikannya, dan ruang redaksi berita yang membentuk narasi percakapan publik. Konsolidasi ini dipastikan menciptakan salah satu perusahaan media terpusat paling besar dalam sejarah modern.
Kini, rintangan terakhir sekaligus yang paling krusial bagi entitas baru Paramount Skydance adalah mendapatkan restu dari lembaga anti-monopoli dan regulator pemerintah Amerika Serikat. Mengingat besarnya dominasi pasar yang akan tercipta dari penggabungan dua raksasa raksasa penyiaran ini, proses peninjauan hukum dipastikan akan berjalan sangat ketat. Kita tunggu saja bagaimana babak akhir dari megamerger ini akan mengubah cara kita mengonsumsi hiburan di masa depan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



