Qualcomm resmi memperkenalkan dua chipset flagship terbaru dalam ajang Snapdragon Summit 2026 di Hawaii. Tahun ini, raksasa chipset tersebut memperkenalkan dua platform sekaligus penerus Snapdragon 8 Elite.
Chipset tersebut adalah Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Lalu apa perbedaan dari kedua platform tersebut?
Kedua chipset sama-sama dibangun dengan proses fabrikasi 2nm dan menggunakan CPU Qualcomm Oryon generasi terbaru, sebagaimana dikutip dari GSM Arena, Kamis (24/6/2026).
Qualcomm mengklaim, kedua chip barunya itu mampu mencapai kecepatan hingga 5 GHz, sekaligus membawa peningkatan performa AI, gaming, kamera, dan konektivitas dibanding generasi sebelumnya.
Dua Model Snapdragon 8 Elite Gen 6
Namun, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 diposisikan sebagai platform paling premium dalam portofolio Qualcomm saat ini.
Perusahaan menyebutkan, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 adalah chipset mobile paling bertenaga yang pernah mereka buat. Selain membawa peningkatan CPU dan GPU, varian ini juga mendapat sejumlah fitur eksklusif yang tidak tersedia pada versi reguler.
Di sektor AI, chipset baru Qualcomm ini mampu menjalankan model AI yang lebih besar langsung di perangkat. Tak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan Adreno Neural Fusion, teknologi baru yang memanfaatkan pemrosesan AI pada GPU untuk meningkatkan kualitas grafis dan efisiensi saat bermain game.

Untuk mengakomodir kebutuhan kreator, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mendukung fitur Advanced Professional Video (APV), perekaman hingga 8K 60fps dan 4K 240fps, serta berbagai peningkatan pemrosesan gambar berbasis AI.
Raksasa chip itu menyebutkan, smartphone dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 ini dapat berfungsi sebagai “studio produksi” yang lebih lengkap langsung dari perangkat.
Qualcomm mengklaim CPU pada chipset ini menawarkan peningkatan performa hingga 13 persen dibanding generasi sebelumnya, sementara GPU meningkat hingga 44 persen dengan efisiensi daya yang juga lebih baik.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Tetap Bawa Fitur Flagship

Meski berada satu tingkat di bawah varian Extreme, Snapdragon 8 Elite Gen 6 masih membawa fondasi teknologi yang sama. Perusahaan memasangkan chip ini dengan CPU Oryon, GPU Adreno terbaru, Hexagon NPU generasi baru, modem Qualcomm X105, serta dukungan Wi-Fi 8 melalui FastConnect 8800.
Perusahaan menyebut, platform ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman flagship ke lebih banyak perangkat premium.
Dari sisi performa, Qualcomm mengklaim peningkatan CPU hingga 10 persen dan GPU hingga 35 persen dibanding generasi sebelumnya. Fitur AI berbasis on-device agent, pemrosesan kamera berbasis AI, hingga fitur gaming Snapdragon Elite Gaming juga tetap tersedia.
Artinya, perbedaan antara kedua chipset bukan sekadar soal performa mentah, melainkan fitur-fitur premium tambahan yang hanya diberikan pada varian Extreme.
Pasar HP Flagship Android bakal Semakin Tersegmentasi

Menariknya, peluncuran dua chipset flagship sekaligus ini bisa menjadi sinyal perubahan lebih besar untuk ekosistem Android.
Selama beberapa tahun terakhir, perbedaan kemampuan antar smartphone flagship sering kali lebih banyak ditentukan oleh kamera, desain, atau software. Namun dengan hadirnya Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Elite Extreme Gen 6, produsen kini memiliki dua opsi platform flagship dengan kemampuan yang tidak sepenuhnya sama.
Dalam praktiknya, hal ini bisa membuat pasar flagship Android semakin tersegmentasi. Sebagian perangkat premium mungkin menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara model ultra-premium akan mengandalkan varian Extreme untuk menawarkan fitur AI, gaming, atau kemampuan video yang lebih lengkap.
Qualcomm sendiri telah mengonfirmasi bahwa chipset baru ini akan digunakan oleh sejumlah mitra seperti HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, dan Xiaomi. Namun hingga saat ini belum semua vendor mengumumkan perangkat mana yang akan menggunakan masing-masing chipset.
Karena itu, pertanyaan yang paling menarik bukan lagi sekadar seberapa cepat chipset terbaru Qualcomm. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana produsen smartphone memanfaatkan dua platform flagship ini, dan apakah perbedaan tersebut nantinya akan terasa nyata bagi pengguna saat memilih smartphone Android kelas atas pada 2027.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

