Jakarta, Gizmologi โย Dalam usaha memeratakan pembangunan BTS (Base Transceiver Station) 4G di area kahar, Badan Aksebilitas Teknologi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) mencoba mencari solusi tersebut. Sebagai informasi, area kahar merupakan area yang memiliki kondisi tak terduga secara geografis.
BAKTI Kominfo sebelumnya merencanakan pembangunan BTS 4G sebanyak 5.618 titik dan 4.343 menara sudah berstatus on-air alias siap melayani masyarakat. Dari total target wilayah, terdapat 730 titik yang berada di area kahar.
Sebelumnya terdapat informasi bahwa pembangunan BTS 4G di area kahar mengalami kendala keamanan dan daerah yang diluar prediksi. Mengutip Suara.com, terdapat kisah dari seseorang yang menangani pembangunan BTS 4G di area kahar.
Baca Juga:ย Momen Natal dan Tahun Baru 2024, Telkomsel Siapkan 233 Ribu Lebih BTS!
Kisah dari seseorang bernama samaran, Farras, yang ketika ingin membangun BTS 4G malah ditodong sebuah panah. Meski begitu kejadian tersebut telah selesai dengan damai.
Melihat adanya kendala tersebut BAKTI Kominfo mengatakan akan mengatur strategi terlebih dahulu sebelum langsung ke lokasi pembangunan BTS. Sehingga dari 730 titik, ada kemungkinan pembangunan BTS bisa tidak dilakukan.
โKita masih menunggu, karena kami kan mendahulukan kepentingan keamanan pekerja yang bantu bakti. Kita sedang berkoordinasi dengan pihak keamanan apakah sudah bisa melakukan kelanjutan pembangunan, terakhir itu kan yang di pegunungan bintang, waktu itu yang disampaikan oleh pemda, saat itu bahwa itu udah bisa dibangun, akhirnya pekerja ke sana, tapi yang terjadi kan akhirnya tangannya di tebas. Jadi kita masih menunggu situasi agak relatif aman khusus yang kahar, yang lainnya semuanya sudah ber-on-air,โ ujar Direktur Utama BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar, di kantor BAKTI Kominfo, Jumat (15/12/2023).
โIni masih berprogres, total pembangunan kan 5618, kahar itu diawal tuh 730, ini yang sedang kita terus assesment apakah bisa kita on air kan semua, tapi itu tadi tergantung keamanan,โ tambahnya.
Ada Pengganti Lain Selain Membangun BTS 4G di Area Kahar

Fadhilah menjelaskan bila area kahar ingin tercover oleh jaringan 4G ada cara lain yang bisa digunakan. Kalau seluler susah bisa gunakan jaringan internet yang mudah.
โIntinya kan sebenarnya adalah bagaimana suatu desa itu bisa tercover internet, gitu ya intinya. Teknologinya apakah pakai selular, apakah pakai akses internet itu beberapa solusi yang bisa kita lakukan, ketika kalau pakai akses internet kan lebih mudah, cepet, dua minggu sudah selesai. Kalau teknologinya memang BTS mereka kan harus bawa berulang-ulang towernya, kemudian transmisinya, kemudian ada pembangunan fisik untuk solar panel, itu yang bikin waktu agak lebih lama,โ terangnya.
Internet yang bersumber nantinya dari satelit SATRIA-1 bisa dijadikan sumber WiFi. BAKTI Kominfo akan menyediakan WiFi di lokasi layanan-layanan publik atau mungkin disebut sebagai super WiFi.
Mengutip dari Suara.com, Direktur Eksekutif ICT Institute sekaligus pakar telekomunikasi, Heru Sutadi, juga sempat memberikan solusi versinya sendiri untuk BAKTI Kominfo membangun BTS di area kahar. Ada empat solusi yang ia berikan.
Pertama, BAKTI Kominfo perlu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, karena mereka adalah pihak yang lebih paham soal wilayah tersebut. Ia juga mendorong keterlibatan Pemda untuk mendampingi proses pembangunan BTS 4G Kominfo.
Kedua, BAKTI perlu menggandeng pihak TNI-Polri untuk menjamin keamanan proyek. Ketiga, pemerintah mesti melibatkan warga sekitar dalam pembangunan menara itu. Heru menilai masyarakat juga harus mendapatkan edukasi dan sosialisasi soal efek kehadiran BTS 4G.
Dengan demikian, itu bisa membuat masyarakat sadar kalau kehadiran fasilitas ini akan berefek pada meningkatnya ekonomi lokal. Heru juga sepakat soal solusi berupa relokasi BTS apabila diperlukan.
Syaratnya, pemindahan menara itu tidak jauh dari rencana lokasi awal. Heru menganggap kalau relokasi sebaiknya hanya berpindah di lingkup RW, bukan desa.
Terakhir, solusi yang ditawarkan Heru adalah memanfaatkan teknologi lain seperti satelit. Masyarakat Papua bisa tetap mendapatkan jaringan dari Satelit Satria 1 apabila BTS 4G tidak memungkinkan.
Adapun satelit SATRIA-1 telah melakukan uji coba pada tanggal 7 Desember 2023. Menurut siaran pers Kominfo,ย uji coba integrasi dan aktivasi Satelit Indonesia Raya (SATRIA)-1 ย telah di lakukan di enam lokasi yaitu Kota Manokwari, Kota Jayapura, Kota Ambon, Kota Batam, Kota Kupang, dan Kota Banjarbaru. (8/12/2023)
SATRIA-1 akan mencakup jaringan internet di 37.000 titik di wilayah Indonesia. Jaringan berkapasitas 150 Gbps ini akan ditambahkan kembali pada satelit SATRIA-2 yang berkapasitas 200 Gbps.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



