Jakarta, Gizmologi – SpaceX dikabarkan tengah bersiap memasuki bisnis layanan seluler di Amerika Serikat. Rencana tersebut diungkapkan perusahaan dalam pertemuan dengan investor pada Selasa (5/8), sekaligus menandai langkah baru SpaceX yang selama ini lebih dikenal melalui layanan internet satelit Starlink dan bisnis peluncuran roket.
Melansir dari Reuters, ini membuat mereka tergolong berpotensi bersaing langsung dengan tiga operator telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat, yakni AT&T, Verizon, dan T-Mobile. Sebagai bagian dari strateginya, perusahaan milik Elon Musk itu baru saja mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel milik EchoStar senilai US$19,6 miliar atau sekitar Rp352,8 triliun (kurs Rp18.000 per US$1). Nilai akuisisi tersebut menjadi salah satu investasi terbesar SpaceX di sektor telekomunikasi.
Meski demikian, hingga kini SpaceX belum mengungkapkan secara rinci bagaimana layanan seluler tersebut akan dioperasikan. Perusahaan hanya menyebut memiliki sejumlah ide baru untuk membangun jaringan yang berbeda dari operator konvensional, sehingga masih banyak tanda tanya mengenai strategi yang akan digunakan.
Akuisisi Spektrum Jadi Modal Bangun Jaringan

Lisensi spektrum yang diakuisisi dari EchoStar memiliki komponen jaringan terestrial atau berbasis darat. Dengan aset tersebut, perusahaan Elon Musk dikabarkan ingin membangun infrastruktur seluler sendiri dan menghadirkan layanan mobile secara penuh, bukan sekadar memanfaatkan jaringan satelit Starlink.
Sejumlah pengamat menilai kombinasi antara jaringan satelit Starlink dengan infrastruktur darat berpotensi menghadirkan cakupan layanan yang lebih luas dibanding operator tradisional. Namun, hingga saat ini SpaceX belum menjelaskan bagaimana integrasi kedua teknologi tersebut akan diterapkan kepada pelanggan.
Analis Masih Skeptis, Infrastruktur Jadi Tantangan
Kabar ekspansi SpaceX sempat memengaruhi pasar saham. Saham Verizon, AT&T, dan T-Mobile tercatat turun antara 2,2% hingga 4% setelah rencana tersebut diumumkan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor melihat SpaceX sebagai calon pesaing baru di industri telekomunikasi Amerika Serikat.
Di sisi lain, sejumlah analis masih meragukan kemampuan SpaceX untuk segera mengambil pangsa pasar. Mereka menilai membangun jaringan seluler nasional bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, mengingat operator besar telah mengembangkan infrastrukturnya selama lebih dari tiga dekade. Salah satu opsi yang dinilai lebih realistis adalah bekerja sama dengan operator yang sudah ada melalui skema Mobile Virtual Network Operator (MVNO). Namun hingga kini, SpaceX belum memberikan indikasi bahwa perusahaan akan menempuh jalur tersebut dan hanya menyebut memiliki pendekatan berbeda yang akan diumumkan pada waktu mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

