Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ini Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri Iklan Video di Indonesia

0 1.667

Belanja iklan video mobile akan mencapai $ 8,6 miliar di seluruh dunia pada tahun 2018. Industri iklan video di Indonesia sendiri sebenarnya sudah sangat siap untuk mengalami ledakan pertumbuhan, namun masih ada beberapa tantangan seperti isu quality control dan kurangnya transparansi. Pernyataan ini diungkapkan oleh  Alex Merwin, Vice President International and Current Interim MD, SpotX JAPAC, saat jumpa pers di Jakarta (5/5).

Indonesia merupakan pasar yang berkembang pesat dalam industri iklan video dan mobile di kelas regional, menurut laporan dari TubeMogul. Bahkan faktanya, pengeluaran terhadap iklan mobile akan mengalami peningkatan tiga kali lipat sebesar 15.5% dalam belanja iklan digital di negara ini. Namun Indonesia masih menganut pasar yang masih ‘tradisional’ yaitu ketergantungan semata pada percobaan pemasangan iklan terdahulu dan rasa percaya dalam proses media buying.

Menurut Alex, walaupun fakta menunjukkan bahwa Indonesia merupakan “rumah” dari pasar mobile terbesar ke-4 di dunia dan telah lama dianggap sebagai negara mobile-first, para pemilik media di Indonesia dan penerbit online masih waspada dan ragu untuk memasuki pasar programatik karena masih merupakan suatu hal yang baru.

Satu dari banyaknya alasan pada permasalahan ini adalah kurangnya transparansi dalam hal kualitas inventori yang dibeli. Serta, adanya kecurangan yang terjadi, dimana iklan ditayangkan di website yang tidak seharusnya. Sekitar 40% sampai 50% impresi dihasilkan dari website yang kurang berkualitas.

“Sebagian besar pemilik media tidak mendapat akses untuk memonitor iklan yang disediakan atau dalam situasi berbeda, sebagian platform tidak dapat mengukur keterlihatannya. Maka dari itu, dirata-rata setidaknya 65% impresi dihasilkan tanpa adanya pengukuran pada keterlihatannya atau pada kecurangan dalam mendapatkan total views sebelum hal tersebut diberikan kepada para pengiklan,” kata Alex.

Tantangan lain yang lebih mendasar, yang dimiliki para pemilik media adalah Indonesia memiliki kecepatan konektivitas paling rendah dibandingkan dengan negara Asia terkemuka lainnya. Kendati demikian, halangan ini juga akan segera teratasi dengan adanya pengumuman dari pemerintah yang akan melakukan investasi sebesar $1.5 miliar pada koneksi internet cepat. Serta pengaruh para pemain telko yang saat ini tengah masuk ke era jaringan LTE untuk mendapatkan mobile data speed yang lebih cepat. Hasilnya, kecepatan dari online video streaming akan meningkat, yang diharapkan bisa diikuti dengan pengeluaran dalam belanja iklan.
Baca jugaPendapatan Iklan Berbasis Video di Indonesia Diproyeksikan Mencapai Rp4,3 triliun

Ki-ka: Ade Parulian, Director of Demand Facilitation SpotX Indonesia; Alex Merwin, Vice President International and Current Interm MD, SpotX JAPAC

“Layanan iklan modern dan infrastruktur programatik dipercaya dapat mengatasi isu yang dialami oleh para pemilik media, sambil memberikan para pengiklan sarana untuk menargetkan berbagai macam iklan di layar-layar berbeda. Kami mengharapkan adanya peningkatan signifikan dalam anggaran belanja iklan TV di Indonesia untuk bertransisi ke iklan video online setelah faktor-faktor ini diatasi,” ujar Alex.

Ia percaya, dengan pengalaman selama lebih dari 10 tahun, platform video iklan programatik SpotX akan diterima dengan baik di Indonesia. Platform ini telah menawarkan teknologi terpercaya yang memberikan kontrol penuh bagi para pemilik media dalam memonetisasikan konten melalui iklan video di seluruh dunia.

SpotX hadir di pasar untuk menyediakan berbagai alat yang dibutuhkan oleh para pemilik media untuk memaksimalkan pendapatan video, baik lewat desktop, mobile, dan connected TV. Platform ini juga memberikan kontrol penuh, transparansi, dan insight yang dibutuhkan untuk mengatasi kecurangan dalam beriklan serta permasalahan mengenai kualitas di pasar.

SpotX telah melayani 9 miliar lebih permintaan iklan per hari dan memberikan impresi di lebih dari 190 negara. Di Indonesia, saat ini kami telah menjalin kerjasama dengan grup Kapan Lagi Network, Liputan6.com, dan Kompas.com,” ungkap Ade Parulian, Director of Demand Facilitation SpotX Indonesia. Ia berharap masuknya layanan ad serving dan programatik ini dapat meningkatkan belanja iklan video di Indonesia, segera setelah proses adopsinya semakin meluas.