Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Startup Bayar Tagihan Ayoconnect Raih Pendanaan Rp73 miliar

1 147

Pembayaran tagihan sudah menjadi rutinitas bulanan setelah gajian. Berbagai kemudahan membayar tagihan pun semakin terasa ketika berbagai opsi pembayaran hadir dalam berbagai platform online lewat e-commerce, e-wallet dan lainnya.

Di balik kemudahan transaksi pembayaran tagihan itu, ada berbagai perusahaan fintech yang memfasilitasi transaksi pembayaran kita. Salah satunya Ayoconnect, startup asal Indonesia yang baru saja mengumumkan pendanaan pra-seri A sebesar USD5 juta atau setara 73 miliar rupiah.

Terlahir sebagai Ayopop yang merupakan agregator pembayaran tagihan bulanan, Ayoconnect kemudian ber-evolusi menjadi sebuah jaringan yang menghubungkan Perusahaan Penyedia Tagihan (perusahaan listrik/air, telekomunikasi, institusi pendidikan, dan lainnya) dengan Mitra Pembayaran online dan offline (termasuk Indomaret, PT Pos Indonesia, dan sejumlah institusi keuangan) agar pelanggan dapat membayar tagihan mereka dengan lancar.

“Industri pembayaran tagihan Indonesia masih didominasi secara offline, terpisah, dan manual. Ayoconnect hadir dengan Open Bill Network untuk membangun dan menjalankan ratusan integrasi karena ketersediaan akses sangat penting bagi Perusahaan Penyedia Tagihan seperti perusahaan telekomunikasi, bank, institusi finansial, dengan para konsumen mereka,” kata Jakob Rost, Co-Founder & CEO Ayoconnect.

Lebih lanjut Jakob mengatakan Ayoconnect bersama mitranya memiliki tujuan untuk mendorong inklusi finansial di Indonesia. Masyarakat Indonesia sendiri tergolong masih bergantung pada uang tunai, karena banyak konsumen yang tidak memiliki rekening bank.

Jaringan Bisnis Ayoconnect

BOD AyoconnectAyoconnect membangun dan menjalankan integrasi tersebut untuk mengatasi rendahnya margin keuntungan dan tingginya biaya overhead untuk Mitra Pembayaran mereka, memastikan adanya standarisasi, pengembangan jaringan, dan kesuksesan transaksi oleh kedua belah pihak.

Hingga Juli 2020, pihak Ayoconnect mengaku telah memproses lebih dari 40 juta pembayaran melalui 600 Perusahaan Penyedia Tagihan dan 40 Mitra Pembayaran mereka. Ayoconnect telah menggandeng sejumlah partner terkemuka seperti DANA, LinkAja, PT Pos Indonesia, Bank BRI, Bank Permata, Bukalapak, Lazada, dan Pegadaian. Jumlah transaksi perusahaan juga tercatat meningkat 400 persen dalam jangka waktu enam bulan selama periode Januari-Juni 2020.

Dengan posisi strategis mereka yang unik, yaitu membangun sebuah Jaringan Pembayaran Tagihan Terbuka (Open Bill Network), Ayoconnect menawarkan sebuah solusi “One API” yang memungkinkan Perusahaan Penyedia Tagihan untuk memperluas titik pembayaran mereka dengan upaya minimum, sedangkan Mitra Pembayaran memiliki akses secara langsung ke 2,500 produk tagihan.

Baca juga : Riset LD FEB UI: Fintech & Pinjol Diminati Milenial dan Industri Kreatif

Pendanaan Pra Seri B Ayoconnect

Dengan pengumuman pendanaan terbaru senilai 5 juta dolar tersebut, Ayoconnect telah berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari US$10 juta dengan dukungan investor yang mentereng. Beberapa di antaranya seperti perusahaan perpanjangan tangan modal ventura milik Bank BRI, BRI Ventures; perusahaan internet Kakaku.com, Inc. yang terdaftar di Bursa Tokyo (Tokyo Exchange/TYO), dan Brama One Ventures. Investor awal seperti spesialis teknologi keuangan global Finch Capital dan Amand Ventures juga berpartisipasi dalam pendanaan pra-seri B kali ini. Investor Ayoconnect lainnya adalah Strive dan AC Ventures.

Jakob menambahkan, kehadiran investor strategis yang tepat sangatlah penting untuk pendanaan Pra-Seri B ini. Ia mengharapkan kemitraan yang solid dengan investor sebelumnya dan investor baru, yang sejalan dengan visi Ayoconnect untuk membentuk ekosistem penagihan Indonesia menjadi satu jaringan terpusat.

“Pendanaan Pra-Seri B ini akan digunakan untuk investasi dalam teknologi dan pengembangan jaringan kemitraan untuk menghubungkan Perusahaan Penyedia Tagihan dan Mitra Pembayaran, dengan infrastruktur dasar untuk pembayaran tagihan digital yang terpercaya, aman, dan cepat,” kata Jakob.

Terkait rencana perusahaan ke depan, Co-Founder & COO Ayoconnect, Chiragh Kirpalani mengungkapkan bahwa pembayaran tagihan online sangat berperan besar dalam masa COVID-19 karena preferensi konsumen beralih ke digitalisasi.

“Ayoconnect akan tetap fokus pada pembayaran tagihan serta menyediakan solusi dengan nilai tambah bersama dengan mitra-mitra kami. Salah satu solusi kami adalah sebuah Pengingat Tagihan (Billing Reminder) yang membantu mitra kami, seperti Bank Mandiri Card Division dan institusi finansial lainnya, melakukan auto-debet untuk pembayaran tagihan,” ujar Chiragh.

Baca juga : Bayar Tagihan Makan Ditanggung Bersama dengan Fitur LINE SPLITBILL Berteknologi OCR

Selanjutnya Ayoconnect juga menambah jumlah pegawai menjadi dua kali lipat, sehingga saat ini memiliki hampir 100 karyawan yang berkantor pusat di Indonesia serta pusat teknologi yang berbasis di India. Sebagai tambahan, Ayoconnect mengumumkan bahwa Alex Jatra telah bergabung ke dalam jaringan mereka sebagai Chief Financial Officer. Alex bergabung dengan rekam jejak finansial yang kuat, dengan pengalaman bekerja dalam industri Ekuitas Pribadi, Modal Ventura, dan menjabat pangkat C-Level di perusahaan Ekosistem Teknologi Indonesia.