Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Change or Die, Gogobli Tak Ingin Toko Ritel Tradisional Tumbang di Era Digital

0 219

Pesatnya bisnis e-commerce tak terkecuali merambah segmen obat-obatan dan kecantikan lokal. Jika tak segera adaptif terhadap teknologi toko ritel offline dapat terancam gulung tikar. Dengan slogan Change or Die, Gogobli hadir mengajak toko ritel offline memanfaatkan teknologi memperoleh produk jualan secara lebih cepat dan murah.

Gogobli tak serta merta mengajak toko ritel offline langsung beralih menjadi toko online. Mereka ingin terlebih dahulu mendekati toko ritel offline, termasuk apotek, agar memanfaatkan platform di Gogobli agar bisa mengisi stok obat, kosmetik hingga suplemen di toko masing-masing secara tepat. Selama ini salah satu kendala yang menghambat industri obat adalah rantai distribusi yang tidak berjalan bagus yang berimbas pada sulitnya peritel memperoleh obat bagi calon pembeli.

Foto 3 Gogobli 170418
Gogobli.com ingin mengefisiensikan rantai distribusi obat-obatan.

“Kolaborasi serta sinergi yang kami hadirkan bagi pebisnis retail offline bertujuan agar mitra toko dapat meningkatkan performa bisnis mereka dengan memanfaatkan teknologi digital dari platform kami,”  Joe Hansen, Chief Operating Office (17/4/2018).

“Di era distrupsi digital seperti ini, peralihan bisnis harus cepat dilakukan karena kompetisi yang begitu ketat, ibaratnya change or die,” kata Joe.

Gogobli membuka pendaftaran bagi yang ingin menjadi gerai atau outlet secara gratis melalui website. Menurut Joe, mereka yang membeli atau memasarkan produk dari Gogobli.com bisa menikmati margin laba lebih tinggi sebab harga yang didapat lebih murah untuk dijual kembali ke konsumen.

“Harga yang kami beri harga distributor jadi harga sangat murah.Kita ambil dari tangan pabrik langsung jadi bisa gain profit lebih,” kata Joe.

Ia menambahkan Gogobli.com selektif dalam menjual produknya dengan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM sebagai acuan.

“Obat impor yang tidak ada sertifikat BPOM tidak kita jual. Jika kita tidak suka dengan smartphone maka kita bisa jual tapi bagaimana jika obat? Kan langsung masuk ke badan kita,” katanya.

Pertama kali berkiprah sebagai ­e-commerce yang spesifik pada produk obat-obatan dan kecantikan, Gogobli.com kini telah bermitra dengan 20.000 mitra toko yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, Gogobli pun telah menggaet lebih dari 500 brand principal ternama untuk memasarkan produknya di platform online-nya. Suplemen dan produk herbal jadi dua contoh jualan yang semakin diminati pembeli sebab mereka mulai sadar akan bahaya obat yang mengandung zat kimia.

Baca juga: Alibaba Gaet UKM Indonesia Belajar E-commerce Ala China

Gogobli.com untuk tahun ini akan memperluas pasar ke pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, dengan terlebih dahulu meriset infrastruktur guna memperlancar pengiriman barang ke calon konsumen. E-commerce ini berharap bisa meraih predikat unicorn dalam dua dan tiga tahun mendatang mengingat pasar obat-obatan dalam negeri masih banyak yang bisa digarap.

 

 

Tinggalkan komen