Jakarta, Gizmologi โย GIZ Indonesia atas nama Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) bekerjasama dengan Bappenas hadirkan melalui proyek Digital Transformation Center (DTC) Indonesia dengan dukungan Endeavor Indonesia melangsungkan rangkaian program Greentech Entrepreneurs Network (GEN). Program GEN dibuat dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan teknologi hijau di Indonesia.
Isu perubahan iklim selama ini sangat membutuhkan aksi kolektif berbagai pihak demi mendorong transisi menuju masa depan berkelanjutan. Dalam hal ini, keberadaan teknologi hijau diyakini mampu menjadi tools untuk meningkatkan nilai dari hulu hingga hilir demi mencapai net zero emission pada tahun 2060.
Program GEN ini dilaksanakan melalui proses yang cukup panjang. Dimulai dari November 2023, terdapat 55 startup yang mendaftar dan hasil finalnya terdapat 35 startup yang terpilih.
Baca Juga:ย OpenAI Buka Pendanaan dengan Valuasi US$100 Miliar, Akan Jadi Startup Terbesar Kedua di AS!
35 Startup yang Terpilih di Program GEN Dapat Pelatihan Ekstra

Para startup yang terpilih bisa mengikut kegiatan program GEN yang berlangsung selama 3 hari pada 30 Januari โ 1 Februari 2024. Berlangsung selama 3 hari, program GEN siap mendorong dan mengkatalisasi pertumbuhan vertikal startup teknologi hijau di Indonesia.
Kegiatan GEN sendiri berfokus untuk melibatkan pembangunan kapasitas kewirausahaan dalam bentuk akselerasi bisnis serta penguatan jaringan kolaborasi antara bisnis dan sektor publik. Kegiatan ini sekaligus membuka akses kepada mitra bisnis potensial, investor, dan mentor dengan mengajak berbagai pihak antara lain pemerintah daerah hingga LSM untuk ikut berpartisipasi.
Selama penyelenggaraannya, para peserta mendapatkan berbagai ilmu bermanfaat mulai dari pembahasan mendalam tentang sektor teknologi hijau yang ditekuni, seluk-beluk regulasi sektor hijau di Indonesia, strategi penjualan, strategi perekrutan karyawan, hingga topik-topik lain yang relevan. Acara ini dikemas dalam bentuk Scale Up Academy. Sesi ini dihadiri oleh sejumlah pakar ternama, seperti Andianto Haryoko (Koordinator Ekosistem dan Pemanfaatan TIK, Kementerian PPN/Bappenas), Andriah Feby Misna (Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM), Arif Utomo (Senior Engagement Lead for Energy and Sustainable Business, WRI Indonesia), dan lain sebagainya.
Selain Scale Up Academy, Business Matching dan Networking Night menghadirkan rangkaian acara yang mencakup sesi presentasi dari para peserta, focus group discussion (FGD), dan sesi speed dating antara peserta dan investor. Nantinya di bulan Maret โ April 2024, akan ada sesi Founder to Founder Mentoring yang siap menyajikan dua sesi mentoring kelompok dengan format hybrid. Dalam kesempatan ini, peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman dan pemimpin industri yang telah sukses di sektor teknologi hijau.
35 startup yang terpilih di program GEN ialah:
Sektor Sirkuler Ekonomi: Beuang, Blitz Electric Mobility, Boolet, Circularva, CIROES, Containder, Duitin, Dulang, IJO, Jubelo, Plana (Plastic For Nature), Rezycology, Sampangan Indonesia, Smash.id, Surplus Indonesia
Sektor Pengelolaan Sumber Daya Alam: Akar, Bioniqa, BIOPS Agrotekno, Crustea, Ekosis, Elevarm, PT Ikanesia Nusantara Akuamarin, Lindungi Hutan, Lokatani, MYCL, Reservoair, Truclimate, Venambak
Sektor Transisi Energi Bersih: Azura Indonesia, Biojel, Kusuma Jaya Agro, Matador Lectro, NUXCLE, PT Selaras Daya Utama (SEDAYU), Spora Institute
Pentingnya Teknologi Hijau di Indonesia

Menurut Taufiq Hidayat Putra selaku Direktur Ketenagalistrikan, Telekomunikasi dan Informatika Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan pembangunan ekonomi hijau. Menurutnya saat ini,ย perhatian besar Indonesia adalah tentang cara hidup berkelanjutan dengan kualitas lebih baik.
Karena itu, pembangunan ekonomi hijau dan energi transisi terus digenjot. Pemerintah Indonesia sendiri sangat sadar menyusun prioritas untuk implementasi hidup yang berkelanjutan.
โLewat rencana pembangunan nasional, kami ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Keberhasilan pembangunan tentu tidak berasal hanya dari pemerintah, melainkan kolaborasi secara pentahelix. Karena itu, kami siap untuk terus dorong dan fasilitasi,โ ujar Taufiq, di Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024).
Lalu Andianto juga menjelaskan selama ini pemerintah memiliki 3 aspek utama dalam mengatasi berbagai hambatan, di antaranya kebijakan regulasi, kelembagaan dan pendanaan. Khusus pendanaan, penting adanya regulasi yang tepat sasaran untuk adanya akses pendanaan ke greentech. Menurutnya sebagai wirausaha, startup greentech perlu membuktikan kredibilitasnya sehingga dianggap mampu kelola resource nya.
โLewat program GEN ini, diharapkan para wirausaha mampu mendapatkan berbagai best practice dalam mengembangkan usahanya,โ jelas Andi.
GIZ Indonesia menghadirkan program GEN bertujuan untuk berusaha break the ceiling agar pengusaha mampu mengelola resources yang mereka punya. GIZ menggandeng Endeavor sebagai partner komunitas global entrepreneur berpengaruh tinggi yang sudah ada di 43 negara.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



