Jakarta, Gizmologi – Samsung Innovation Campus (SIC) kembali digulirkan dengan kurikulum baru yang mengintegrasikan materi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Kurikulum baru pada SIC Batch 5 ini terbilang berbeda dari yang pernah ada, sebab tidak banyak program pembelajaran yang memberikan materi integrasi AI dan IoT.
Samsung merasa perlu untuk mengintegrasikan kedua materi tersebut sebagai respons atas makin besarnya kebutuhan akan talenta digital yang menguasainya. Ditambah dengan semakin besarnya demand penggunaan teknologi AI di seluruh dunia.
“Kedua teknologi ini dapat bersimbiosis dan dapat menghasilkan produk yang akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Keterampilan AI dan IoT inilah yang ingin kami bagikan kepada anak-anak muda Indonesia di SIC tahun ini, supaya mereka tidak hanya mampu menciptakan produk berteknologi AI dan IoT tapi juga supaya mereka memiliki daya saing yang makin besar di pasar kerja,” ucap Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia.
Materi pada Batch 5 ini berbeda sebab dalam program SIC batch sebelumnya para peserta diberikan kombinasi materi IoT dan Coding&Programming.
Pada SIC Batch 5, para peserta akan diajarkan bagaimana cara membuat prototype yang terintegerasi AI dan IoT oleh mentor-mentor bersertifikasi internasional dan sudah berpengalaman menciptakan berbagai alat berbasis AI. Prototype yang diciptakan peserta program SIC akan berbasis AI sebagai otaknya, dikombinasikan dengan IoT. Semua peralatan yang diperlukan peserta dalam membuat prototype akan disediakan oleh Samsung.
Baca juga: Samsung Indonesia Luncurkan Galaxy Fit3, Fitness Tracker Rp799 Ribu Punya Layar Besar
Periode Program SIC Batch 5 Masuki Fase Welcoming Program

Program SIC diselenggarakan hampir di seluruh dunia dan sejak tahun 2019 program ini hadir di Indonesia untuk memberikan pelatihan digital bagi para pemuda di tanah air. Pada tahun 2024 ini, SIC sudah memasuki batch 5 dan para peserta sudah berada pada fase welcoming program yang dimulai pada 24 Februari 2024.
Fase welcoming program merupakan persiapan untuk memasuki Stage 1 – Pembelajaran Coding & Programming. Pada fase ini SIC akan menggelar kegiatan perkenalan/sosialisasi program berupa penjelasan mengenai program SIC dan tujuannya, materi apa saja yang akan dipelajari, panduan mengerjakan pre-test, peraturan, cara menggunakan Learning Management System (LMS), dan jadwal belajar.
Pada akhir Stage 1, para peserta akan dibagi per kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok adalah empat peserta. Untuk peserta SMA dan setara pengelompokan sudah dilakukan di awal registrasi, sementara untuk peserta mahasiswa, kelompok akan dibagi berdasarkan jumlah anggota. Bagi peserta dari SMA setara akan didampingi oleh guru pendamping. Untuk mahasiswa bisa melaporkan project-nya secara berkala kepada dosen secara mandiri.
Semua peserta sebelum mengikuti program harus mengerjakan pre-test yang digelar pada 24-29 Februari 2024, agar setiap peserta dapat mengetahui nilai awal sebelum mengikuti program dan berapa peningkatan nilainya setelah mengikuti program melalui post-test pada masing-masing stage pembelajaran. Mereka diberikan waktu empat hari untuk mengerjakan pre-test.
Lalu pada 1 Maret 2024, SIC akan memasuki fase on boarding. Pada fase ini peserta wajib mengumpulkan pre-test setelah itu mendengarkan penjelasan untuk mempersiapkan kelas pertama. Dilanjutkan perkenalan dengan para mentor dan mereka dapat mempertanyakan hal-hal yang terkait persiapan pembelajaran sebelum pelaksanaan kelas pertama tanggal 2 Maret 2024.
Sebelumnya, Samsung telah melakukan fase pendaftaran hingga 14 Februari 2024. SIC Batch 5 2023/2024 telah melewati fase pendaftaran sampai 31 Januari 2024 untuk siswa SMA/MA sederajat dan Mahasiswa (D3-S1) aktif. Karena tahun ini pertama kalinya Mahasiswa dilibatkan, maka sempat ada tambahan waktu pendaftaran hingga 11 Februari 2024 lalu.
Program SIC Batch 1-4 telah menghasilkan 5.919 alumni murid dan 642 guru dari 341 sekolah di seluruh Indonesia.
SIC Batch 5 menargetkan ada lebih dari 2.000 pendaftar yang akan lolos dari logic test dimana semua yang lolos logic test tersebut dapat mengikuti pelatihan Coding & Programming dengan Bahasa Phyton. Setelah pembelajaran Coding & Programming, tahap pembelajaran berikutnya yaitu IoT dan AI Bootcamp dimana akan terpilih 500 pelajar (kategori SMA, SMK & MA) dan 500 mahasiswa (kategori D3, D4 & S1) terbaik untuk mengikuti pelatihan ini hingga akhir.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




