Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Street of Rage 4: Nostalgia dalam Petarungan Jalanan Klasik

0 14.128

Para gamer generasi lawas alias Old Generation (OG) tentu tidak asing dengan Street of Rage. Game populer yang meroket di era ding-dong (arcade center) merajai kota-kota besar. Street of Rage bagi sebagian orang dapat membawa pada nostalgia. Apalagi nostalgia dari game tersebut berisi hal menyenangkan dari masa lalu, semakin bersemangat pula orang untuk lama mengingatnya.

Apalagi menurut penelitian Constantine Sedikides dan Tim Wildschut dari universitas Southampton di Inggris, nostalgia dapat membawa efek menyenangkan, melawan emosi negatif, menciptakaan kebiasaan sehat, dan melawan penuaan.

Nah, setelah tahu manfaat nostalgia. Tentu bisa membuat kamu – para gamer OG – tambah bersemangat menyambut hadirnya Street of Rage 4 baru yang akan segera meluncur. Sebuah petarungan jalanan yang memiliki banyak adegan memorable dan menjadikannya klasik. Game klasik ini, meski dihadirkan pada konsel modern, ternyata tetap menyajikan visual klasik.
Baca juga: Main #DiRumahAja? Ini Rekomendasi Game Terbaru April 2020

Game Klasik Street of Rage 4

Game Klasik Street of Rage 4

Sebelum kami lanjutkan, mungkin masih ada yang agak bingung mengingat nama Street Of Rage dalam kamus memorimu. Bagaimana jika kami menyebutkan nama Bare Knuckle (versi Jepang)? Ya, inilah game yang sama. Hanya penamaan saja berbeda seperti halnya Winning Eleven dan Pro Evolution Soccer.

Publisher Dotemu dan developer Lizardcube membangkitkan Street Of Rage 4 dengan cita rasa sama. Melanjutkan trilogi seri sebelumnya yang sukses di tahuan 90-an. Petarungan brutal, beat musik 90-an, serta tampilan funky dari karakternya. Pada awalnya game ini dikembangkan oleh SEGA, yang membawanya jadi populer di arcade center maupun konsol SEGA Genesis di masa lampau.

Menghadirkan Elemen Klasik

Lizardcube paham benar bagaimana membangkitkan nostalgia para gamer. Street of Rage 4 tidak dibuat dengan visual modern ala CGI, namun tetap setia dengan tampilan dua dimensi. Developer yang juga menelurkan Wonder Boy: The Dragon’s Trap kembali membawa studio gambar game tersebut untuk menggarap visualisi Street Of Rage 4. Hasilnya adalah visualisasi yang terlihat indah tapi juga “kotor” – untuk memberi efek jalanan – di waktu bersamaan.

Gameplay dalam game pun dibuat dengan basis konsep serupa. Beat em up tetap menjadi elemen penting dalam keberlangsungan permainan. Pukul, tending, dan hajar sebanyak dan secepat mungkin seluruh musuh untuk memenangkan permainan. Namun di sisi lain, mekanismenya mengalami perbaikan menyesuaikan teknologi kontrol saat ini. Memudahkan eksekusi serangan lebih baik.

Karakter utama seperti Axel Stone dan Blaze Fielding, yang punya tampilan funky meski tetap urakan, kembali dihadirkan. Ditambah Adam Hunter, Cherry Hunter, dan Flyod Iraia untuk opsi permainan yang lebih menarik. Pemain dapat bermain online co-op dengan satu pemain lain (2 player) atau bermain lokal hingga 4 player.

Elemen musik elektronik dan dance klasik tak ketinggalan melengkapi permainan. Digarap oleh Yuzo Koshiro dan Motohirao Kawashima. Komposer tangan dingin yang sudah terbiasa menggarap musik elektronik. Sehingga atmosfer pertarungan akan menjadi lebih menarik.

Dari semua elemen klasik tersebut, rasanya akan sangat sulit untuk menolak munculnya nostalgia dari Stree of Rage 4 yang dijadwalkan akan rilis 23 April 2020 mendatang. Di saat banyak aktivitas dilakukan di rumah seperti saat ini, maka memainkan game ini akan jadi kesenangan tersendiri. Paling penting adalah kamu sudah siap dengan konsol Playstation 4, Xbox One, Switch maupun PC untuk dapat memainkan game ini.