Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Survei: Pandemi Memicu Daya Tarik Pembelian Smartphone RAM Kapasitas Besar

0 2.151

Imbauan Pemerintah yang memberlakukan work from home dan belajar di rumah selama masa pandemi Covid-19 ternyata turut mempengaruhi keputusan pembeli terhadap smartphone. Di mana performa yang lebih kuat dengan kapasitas RAM besar menjadi pilihan utama.

Jika selama ini pertimbangan utama dalam membeli gadget sebatas harga, waktu rilis, serta fitur yang dimiliki, sekarang ada faktor lain yang menjadi pertimbangan pembeli. Berdasarkan data Telunjuk.com yang terkumpul dari tiga situs belanja daring (Shopee, Tokopedia, Bukalapak), masyarakat memiliki kecenderungan untuk mencari dan membeli gadget yang lebih “kuat”. Di antaranya dengan kapasitas RAM (Random-access memory) yang lebih besar untuk menunjang produktivitas dan hobi selama beraktivitas jarak jauh.

Pada Maret, rata-rata penjualan smartphone dengan kapasitas RAM 2 hingga 8 GB menurun 53.19% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, ketertarikan atas smartphone dengan spesifikasi kapasitas RAM 6GB dan 8GB tetap terlihat dengan peningkatan penjualan yang signifikan pada bulan April 2020. Terutama  ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali diberlakukan di DKI Jakarta, yang kemudian diikuti oleh berbagai wilayah lainnya di bulan yang sama.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret, penjualan 6GB (meningkat 39,44%) dan 8 GB (meningkat 78,23%) mengalami peningkatan pada bulan April, sedangkan smartphone dengan kapasitas RAM 4 GB justru mengalami penurunan sebanyak 4,43%. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ruang gerak masyarakat di bulan April membawa pengaruh atas kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki smartphone dengan spesifikasi dan performa yang lebih baik.

Arya Ospara, Head of User Engagement and User Acquisition Telunjuk, mengatakan jika dulu RAM 4GB sudah cukup memuaskan untuk sebagian besar pengguna smartphone, kini smartphone juga menawarkan kapasitas RAM hingga 12GB. Perubahan rutinitas masyarakat yang bekerja dan belajar di rumah juga mempengaruhi kebutuhannya atas teknologi yang mumpuni dengan tujuan meningkatkan performa diri dan produktivitas sehari-hari.

“Smartphone dengan RAM 6GB kini juga dapat ditemukan di kelas mid-end dengan kisaran harga Rp2 juta sampai Rp5 juta. Hal ini untuk menjawab kebutuhan berbagai lapisan masyarakat di situasi seperti sekarang,” jelas Arya Ospara, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (25/6).

Baca juga: Daftar Harga Smartphone Terbaru 2020

Kamera Masih Jadi Primadona

iphone 11 ProMeski RAM berkapasitas besar menjadi idola baru, smartphone dengan fitur kamera mumpuni masih menjadi primadona. Khususnya pada ponsel dengan resolusi kamera utama 13 MP, penjualan unitnya paling banyak dibandingkan resolusi kamera lainnya.

Namun demikian, dari sisi pertumbuhan penjualan di masa PSBB, smartphone dengan resolusi kamera 32 MP menjadi yang paling signifikan. Peningkatannya sebesar 17,06% di bulan April dibandingkan bulan sebelumnya. Padahal minatnya sempat turun sebesar 75,97% sebulan setelah Covid-19 menghantam negeri. Menariknya, selama 3 bulan terakhir, smartphone dengan resolusi kamera 12 MP dan 64 MP memiliki jumlah unit terjual yang persis dengan rata-rata penjualan 8.933 unit.

Berdasarkan data Telunjuk.com, rupanya resolusi kamera bukan menjadi daya tarik bagi pembeli. Nyatanya, resolusi kamera 12 MP yang bahkan dimiliki oleh smartphone sekelas iPhone 11 Pro Max cukup memuaskan bagi penggunanya. Tentu saja karena yang lebih penting dari sebuah kamera bukanlah resolusi, melainkan kualitas sensor kamera dan software pendukungnya.

Selain itu, dengan ruang gerak terbatas, masyarakat lebih memilih untuk memiliki smartphone dengan kapasitas RAM yang lebih besar.  RAM yang menjadi tolak ukur kapasitas ruang penyimpanan program dan data aplikasi menjadi sangat berpengaruh untuk meningkatkan performa smartphone terutama saat membuka aplikasi seperti video game atau untuk meningkatkan respons saat membuka banyak aplikasi sekaligus.