Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Huawei Ingin Dunia Saling Terhubung Melalui Ekosistem Produknya

0 1.960

Dalam memilih perangkat elektronik terutama gadget, konsumen akan lebih memilih produk yang bisa tersambung ke serangkaian perangkat lainnya. Sehingga produsen elektronik pun menciptakan ekosistem perangkat lengkap. Seperti yang mulai dilakukan Huawei. Mereka menghadirkan berbagai jenis perangkat elektronik ekosistem produk Huawei di Indonesia.

Berbagai teknologi baru seperti big data, Internet of Things (IoT), mobilitas serta layanan cloud yang sudah berkembang pesat memungkinkan lebih banyak koneksi dan interaksi antar perangkat. Inilah salah satu alasan mengapa minat konsumen terhadap fakta di atas lebih tinggi. Ketika memilih gadget, faktor terbesar yang diperhitungkan salah satunya adalah ekosistem yang menyertainya.

“Ekosistem bisa menjadi hal yang sulit untuk dipilih, dengan berbagai penawaran konsistem di pasar saat ini. Oleh karena itu, Huawei terus memperkuat ekosistem perangkat semua skenario,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Head, Huawei Consumer Business Group Indonesia.
Baca juga: Huawei MeeTime, Aplikasi Video Call Kaya Fitur & Hemat Bandwidth

Ekosistem Produk Huawei Terbaru

MateBook X Pro Richard Yu, Melengkapi Ekosistem Huawei
Richard Yu, CEO, Huawei Consumer Business Group memperkenalkan Huawei MateBook X Pro (2020).

Produk-produk Huawei terbaru sebagian sudah diperkenalkan secara global. Seperti Huawei MateBook X Pro, MateBook D14, MatePad Pro dan Huawei Watch GT2e. Dengan peluncuran Huawei P40 series yang sebentar lagi hadir di Indonesia, Huawei juga bakal memperkenalkan berbagai produk ekosistem terbaru.

Raksasa teknologi asal China ini berambisi membangun dunia yang saling terhubung. Di mana setiap orang, keluarga dan organisasi dapat merasakan pengalaman dan mendapat manfaat dari teknologi digital. Meski di sisi lain menjadi rentan dengan isu keamanan dan privasi yang perlu untuk diantisipasi.

Lewat MateBook X Pro, Huawei hadirkan nilai estetik lini produk MateBook ke tingkat lebih tinggi. Notebook tersebut mencerminkan komitmen Huawei terhadap desain artistik, inovasi dan kecerdasan dengan menawarkan cara baru untuk terhubung dan berbagi data satu sama lain. Sementara MateBook D14 menjadi laptop kelas entri yang memberikan pengalaman lebih baik, seperti desain ultra-slim serta layar FullView Display minim tepian.

Perangkat tablet juga dianggap bagian penting dari ekosistem perangkat pintar oleh Huawei. Tablet andalan terbaru, Huawei MatePad Pro menggabungkan tampilan FullView Display, chipset Kirin 990 yang handal plus dukungan perangkat lunak yang saling melengkapi, mewakili cara baru untuk berkreativitas. Lewat fitur seperti Huawei Share, tiap layar pada perangkat laptop, tablet dan smartphone dapat terintegrasi satu sama lain, menghapus hambatan antara sistem operasi Windows dan Android.

Sementara Huawei Watch GT 2e hadir dengan tali terintegrasi untuk tampilan lebih ramping, ditargetkan untuk konsumen muda dan modern, membawa fitur yang sama seperti Watch GT2. Perangkat ini cocok untuk digunakan bersamaan dengan Huawei P40 series, yang akan diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada 10 April 2020 mendatang.

“Kami sangat senang membawa semua produk ini ke Indonesia, dimulai dengan Huawei P40 series, dan yang lainnya akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang. Kami berharap produk-produk ini dapat meningkatkan produktivitas kehidupan sehari-hari pengguna,” tutup Khing Seng.

Catatan editor:

Sah-sah saja Huawei mengembangkan ekosistem perangkat yang luas. Karena tren yang berkembang memang seperti itu. Hampir semua produsen teknologi konsumen melakukan hal serupa. Dari yang awalnya hanya smartphone berkembang menjadi perangkat IoT yang saling terhubung.

Namun yang menjadi perhatian selanjutnya adalah, apakah brand tersebut, termasuk Huawei, hanya mengembangkan ekosistem perangkat pada lingkup miliknya saja? Atau sudah mengarah ke inter konektivitas antar perangkat tanpa memandang brand?

Karena kalau keterhubungannya sebagai perangkat cerdas IoT hanya sesama perangkat  Huawei saja misalnya, maka bisa dipastikan fungsinya tidak akan maksimal. Misalnya saja mungkin smartphone memakai Huawei, kemudian televisi punya Samsung, kulkas LG, laptop Asus, dan sebagainya.

Karena tidak mungkin memaksa semua orang memakai produk dari produsen yang sama untuk segala hal. Kecuali jika mereka termasuk fanboy atau pengguna fanatik. Itu urusan lain. Dengan mendemokratisasi perangkat yang bisa terhubung satu sama lain, memungkinkan berbagai peluang yang lebih besar.