Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Xiaomi Luncurkan Teknologi Wireless Charging 80W, Penuh dalam 19 Menit

0 4.617

Teknologi pengisian daya nirkabel kini berkembang sangat cepat, mengejar kecepatan pengisian daya kabel. Jika dulu selisihnya cukup banyak, kali ini sudah semakin mendekat. Juga diimbangi dengan ketersediaan smartphone, maupun perangkat wearables seperti smartwatch dan earphone TWS, yang semakin banyak mendukung teknologi tersebut di harga yang tak lagi mahal.

Ketika Xiaomi meluncurkan sang flagship Mi10 Ultra di bulan Agustus lalu, smartphone tersebut sudah mendukung 50W fast wireless charging, bisa isi daya baterai 4,500 mAh dalam 40 menit saja. Kali ini, Xiaomi berhasil meraih pencapaian yang paling tinggi, dengan meluncurkan teknologi wireless charging 80W tercepat saat ini.

Sebelumnya, Xiaomi juga telah merebut tahta dari OPPO, yang perkenalkan teknologi fast wireless charging 40W lewat perangkat OPPO Ace 2 yang hadir bulan April lalu. Tak lama kemudian, Xiaomi menyusul dengan perkenalkan teknologi isi daya 50W secara nirkabel yang hadir di flagship Xiaomi terbaru. Kali ini, terobosan baru kembali dihadirkan untuk konsumennya lewat Xiaomi 80W Mi Wireless Charging.

Baca juga: Xiaomi Indonesia Resmi Hadirkan POCO X3 NFC, The Real Mid-Range Killer

Uji Pengisian Daya Nirkabel 80W dari Xiaomi

Lalu seberapa cepat teknologi wireless charging 80W dari Xiaomi dapat mengisi daya sebuah smartphone? Lewat sebuah video singkat, Xiaomi tunjukkan perangkat purwarupa mereka yang sudah dibenamkan teknologi pengisian daya cepat tersebut, memiliki baterai berkapasitas 4,000 mAh. Sudah umum bila smartphone dengan fast charging punya kapasitas baterai sedikit lebih kecil.

Hanya dalam waktu satu menit saja, baterai smartphone terisi 10%, sementara dalam delapan menit pertama sudah mencapai 50%. Sudah terbayang seberapa cepatnya? Maka mengisi daya hingga penuh, smartphone Xiaomi yang mendukung wireless charging tersebut hanya memerlukan waktu 19 menit saja. Tak sampai setengah durasi waktu pengisian daya Mi10 Ultra yang sudah sangat cepat.

Xiaomi sendiri tidak mendetilkan teknologi maupun cara kerja yang diperlukan agar perangkat terbarunya dapat di-charge secara cepat tanpa kabel. Wajar saja, mengingat ini masih sekadar pengenalan, dan belum tersedia dalam wujud produk smartphone final. Besar kemungkinan teknologi ini bakal dibawa Xiaomi untuk flagship barunya nanti.

Disebutkan bahwa Xiaomi selalu mengutamakan daya tahan baterai serta pengisian daya cepat. Namun juga tidak diinformasikan apakah metode seperti ini dapat memperpendek masa pakai atau durasi pemakaian baterai ke depannya. Atau memerlukan teknologi pendingin khusus pada charger tempat meletakkan smartphone, seperti yang dilakukan oleh OPPO.

Sejalan dengan Naiknya Tren Teknologi Wireless Charging

Aksesori MagSafe Belkin

Keputusan yang tepat bagi Xiaomi untuk rilis 80W wireless charging, terus mengembangkan teknologi pengisian dayanya pada perangkat yang cukup banyak digunakan masyarakat sehari-hari. Bila sudah secepat ini, maka sangat mungkin jika nantinya, seluruh metode baik transfer file maupun isi daya bakal dilakukan sepenuhnya secara nirkabel, membuat smartphone tak perlu lagi miliki port tertentu.

Apple sendiri baru saja merilis iPhone 12 dengan teknologi “baru” yaitu MagSafe, di mana penggunanya dapat isi daya nirkabel dengan kecepatan hingga 15W. Berbeda dari Xiaomi dan OPPO, smartphone terbaru Apple sudah dilengkapi magnet di balik case bodi belakangnya. Dengan begitu, iPhone 12 dapat ditempel ke charging stand tanpa perlu takut jatuh.

Metode ini juga jauh lebih praktis dan mudah, tidak perlu colok kabel ke smartphone. Namun mungkin keberadaan port seperti USB-C maupun lightning akan tetap diperlukan untuk sambungan aksesori ya. Kalau Gizmo friends sendiri prefer yang mana, isi daya menggunakan kabel, atau lewat teknologi wireless charging?