Tinder Swipe Night Kembali Hadir, Ajak Pengguna Pecahkan Misteri untuk Match

Jakarta, Gizmologi – Sejak pandemi COVID-19 berlangsung secara global awal tahun kemarin, cara masyarakat untuk mendapat kenalan baru menjadi sangat terbatas. Terbatasnya aktivitas di dalam rumah membuat mereka hanya bisa mengenal orang baru secara virtual, melalui aplikasi seperti Tinder. Satu tahun berlangsung, fiturnya semakin kaya.

Tak hanya sekadar swipe kanan kiri untuk menemukan match baru, Tinder juga berikan kemampuan penggunanya untuk menemukan satu dengan yang lain antar benua, menggratiskan fitur untuk berpindah lokasi secara virtual. Dan kini, pengguna di Indonesia juga sudah bisa menikmati fitur Explore, berikan kemampuan berinteraksi lebih jauh dan beragam.

Kyle Miller, VP of Product, Tinder mengatakan bila Swipe Night merupakan eksperimen besar pertama mereka untuk melihat apakah para anggota ingin lakukan sesuatu yang lebih dari sekadar swipe. “Evolusi Swipe Night dan pengalaman yang lebih luas di Tinder, memungkinkan para anggota untuk bersenang-senang dan mencairkan suasana dengan lebih mudah,” jelasnya lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (2/11).

Baca juga: Tinder Explore Berikan Cara Lebih Interaktif Untuk Temukan Teman Baru

Swipe Night: Killer Weekend Berlangsung Sepanjang November

Tinder Swipe Night

Swipe Night, bagian dari fitur Explore terbaru milik Tinder, telah dinikmati oleh 20 juta anggota dan mampu tingkatkan jumlah match hingga 26%. Pada akhir pekan mendatang, tepatnya di 7 November, bakal ada Swipe Night dengan tema dan alur cerita baru yang bisa diikuti oleh semua pengguna.

Tak hanya tingkatkan match, pengalaman interaktif yang diberikan lewat fitur Swipe Night bahkan sudah masuk ke dalam nominasi Emmy. Lewat sudut penceritaan orang pertama, Swipe Night: Killer Weekend mengantarkan pengguna ke dalam cerita baru, yang bisa dinikmati selama 3 minggu berturut-turut.

Peserta atau pengguna aplikasi Tinder bakal dapat memilih alur cerita, sampai membuat dirinya sebagai tersangka, dengan gestur swipe yang sudah menjadi fitur ikoniknya. Setiap episode memiliki lebih dari 10 pilihan, membawa jalan yang berbeda-beda. Setiap akhir pekan mulai pukul 18.00 WIB, peserta bakal diminta untuk memilih tersangka, yang kemudian dipasangkan dengan peserta lain untuk masuk ke dalam fitur Obrolan Singkat.

Lewat fitur tersebut, kedua peserta bisa membicarakan terkait adegan yang dilihat, sekaligus menjadi cara untuk berinteraksi singkat sebelum keduanya benar-benar match. Tentunya, bisa sebagai cara lain untuk tentukan apakah sebuah profil layak untuk di-swipe ke kanan, alias match satu sama lain.

Cegah Oversharing, Beri Tiga Tips Bangun Profil Efektif

Tinder

Dengan lebih dari setengah anggota Tinder yang merupakan Gen Z alias berusia 18 – 25 tahun, tak sedikit dari mereka yang baik secara atau tak sengaja membagikan informasi terlalu banyak dalam sebuah profil, atau dikenal dengan sebutan “oversharing”. Bagian ini perlu diperhatikan terutama saat membangun koneksi dengan calon match.

Menurut relationship expert, Inez Kristanti, profil di dalam social discovery app hanya seputar informasi terkait minat, profesi maupun intensi penggunaan, tanpa harus berbagi terlalu banyak informasi. Untuk itu, Tinder berikan tiga hal yang dapat diterapkan penggunanya.

Pertama, gunakan foto profil sendiri ketimbang foto beramai-ramai, untuk berikan kesan percaya diri. Pengguna bisa berikan foto beragam aktivitas hingga lakukan verifikasi. Kedua, jangan sebutkan angka lain yang tidak perlu seperti nomor telepon, yang bisa disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Yang terakhir adalah dengan mendeskripsikan diri dalam profil dengan singkat nan padat. Hal ini karena attention span rata-rata pengguna smartphone yang rata-rata tak lebih dari 8 detik ketika melihat sesuatu. Pengguna tentu juga bisa manfaatkan opsi lain seperti memilih passion, maupun eksplorasi fitur Explore.

Tinggalkan komen