Tinder Explore Berikan Cara Lebih Interaktif Untuk Temukan Teman Baru

Jakarta, Gizmologi – Selain aplikasi media sosial, aplikasi jenis lain yang menghubungkan kita dengan orang baru secara virtual dinilai meningkat kepopulerannya. Terutama sejak adanya pandemi yang membatasi ruang gerak, sehingga berkenalan virtual jadi cara paling mudah dan aman. Tinder Explore hadir khusus untuk berikan akses yang lebih mudah dan interaktif.

Pengguna lama mungkin lebih mengenal Tinder sebagai dating app, alias sebuah aplikasi yang diperuntukkan sebagai ajang mencari jodoh atau pacar. Namun peruntukannya sendiri dapat berubah seiring berjalannya waktu, di mana kini penggunanya mulai didominasi oleh generasi muda atau Gen Z. Mereka menggunakannya sebagai cara baru mencari teman.

Meski tergolong populer, Tinder sendiri punya kekhawatiran bila pengguna aktifnya juga berpindah ke platform jenis lain, sebut saja platform video pendek layaknya TikTok dan Snack Video, yang memang tawarkan cara berkomunikasi tak kalah interaktif. Untuk itu, fitur Tinder Explore hadir berikan pengalaman penggunaan yang jauh berbeda dan lebih asik.

Baca juga: Tips Aman Bersosialisasi di Aplikasi Kencan Tinder

Fitur Tinder Explore sendiri pertama kali diperkenalkan sejak awal September lalu, namun saat itu baru diluncurkan di negara-negara yang bahasa utamanya adalah bahasa Inggris. Dalam masa pengujiannya, diklaim sekitar 80% partisipan merasa puas dengan fitur baru ini. Tak heran bila ketersediaannya diperluas mulai Oktober, salah satunya termasuk Indonesia.

Fitur Tinder Explore Bakal Terus Bertambah

Tinder Explore

Renate Nybord, CEO Tinder mengatakan bila generasi saat ini menginginkan lebih banyak metode berkenalan pasca COVID, terutama untuk berinteraksi secara virtual dan kendali lebih. “Peluncuran Tinder Explore adalah langkah besar dalam menciptakan pengalaman interaktif yang lebih dalam, multidimensi dan interaktif bagi anggota kami.”

Tinder Explore sendiri disebut sebagai ‘ruang dinamis’, alias sebuah segmen atau menu baru yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh penggunanya. Explore bakal terus dikembangkan seiring berjalannya waktu, di mana fiturnya bisa terus bertambah sesuai dengan kebutuhan para penggunanya yang sudah lintas generasi.

Dalam peluncuran awal, ada beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan di Tinder Explore. Misalnya, pengguna dapat memilih untuk temukan profil lain sebagai kenalan baru, hanya dari mereka yang sudah lakukan verifikasi foto. Menggunakan metode AI, ini adalah cara yang jauh lebih aman untuk berkenalan secara virtual, meminimalisir penipu yang gunakan foto orang lain.

Selain itu, di Tinder Explore juga bisa ditemukan beberapa card khusus dengan topik berbeda-beda. Topik di sini dapat membantu para pengguna untuk temukan kenalan baru berdasarkan minat yang mereka sukai. Semisal, ingin mencari sesama pemain gim, foodies, penikmat musik hingga mereka yang sama-sama punya daya minat tinggi ke organisasi sosial.

Beri Kesempatan Untuk Ngobrol Sebelum Match

Tinder Explore

Supaya lebih ringkas, fitur populer Swipe Night juga bakal ditempatkan sebagai bagian dari Tinder Explore. Sudah hadir lebih dulu untuk para penggunanya, fitur tambahan ini diklaim berhasil menarik lebih dari 20 juta orang, hasilkan peningkatan angka match sebesar 26%. Perjelas bila Gen Z inginkan cara baru untuk bertemu atau berkenalan dengan seseorang.

Fitur Vibes juga bakal hadir untuk berikan topik diskusi spesifik antar pengguna, pasangkan mereka yang memiliki pendapat sama atas sebuah topik (seperti penggunaan kaus kaki di atas tempat tidur atau budaya populer tertentu). Tentu metode ini akan lebih menarik ketimbang hanya melihat foto dan profil bio saja. Kemudian yang tak kalah menarik lainnya adalah Obrolan Singkat.

Berbeda dengan cara sebelumnya di mana antar pengguna harus match agar bisa ngobrol, Obrolan Singkat yang bakal hadir di Tinder Explore berikan kesempatan penggunanya untuk ngobrol singkat sebelum match. Dalam waktu yang diberikan, masing-masing bisa berikan kalimat ampuh sebagai penentu apakah kedua pihak cocok untuk berkenalan lebih jauh. Mulai dari gombalan dan sejenisnya.

Dikutip dari TechCrunch, perusahaan Tinder, Match baru saja membeli perusahaan media sosial Korea Hyperconnect senilai USD1,73 Miliar. Nantinya, keandalan dari perusahaan tersebut bakal diaplikasikan untuk pengembangan fitur obrolan lewat video dan audio, termasuk panggilan video grup. Tak menutup kemungkinan juga bakal dihadirkan ke Tinder.

Tinggalkan komen