Jakarta, Gizmologi โ Bulan Literasi Kripto yang digelar sepanjang Februari 2023 telah usai. Program untuk edukasi investor kripto di Indonesia ini diiniasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo).
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, pada pembukaan Bulan Literasi Kripto mengatakan berinvestasi dalam aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile, bisa saja mengalami peningkatan maupun penurunan nilai yang sangat drastis dalam kurun waktu yang pendek.
โUntuk itu, diperlukan pemahaman yang baik bagi masyarakat termasuk manfaat, potensi, dan risiko dari perdagangan aset kripto. Bulan Literasi Aset Kripto Tahun 2023 ini tentunya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan aset kripto,โ jelas Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli Hasan juga mengungkapkan, pasar aset kripto di Indonesia semakin meningkat.ย Data Bappebti menunjukkan, sejak lima bulan terakhir, pertambahan investor kripto di Indonesia terus tumbuh di kisaran 150.000 per bulan.
Per Januari 2023, total investor kripto tercatat mencapai 16,9 juta. Sementara pada akhir 2021 saja, tercatat jumlah pelanggan atau pengguna aset kripto sebanyak 11,2 juta orang. Jumlah tersebut melebihi pertumbuhan jumlah investor pasar modal, yang tercatat hanya mencapai 10,3 juta per Desember 2022.
Kemudian transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia justru kembali menggeliat di awal tahun 2023 ini seiring dengan kenaikan pasar. Nilai transaksi pada Januari 2023 mencapai Rp 12,14 triliun, atau naik 20% dari Rp 9,74 triliun pada Desember 2022.
Baca juga:ย Prediksi Zipmex: Pasar Kripto Global Tahun 2023 Akan Tetap Mendatar
Investor kripto di Indonesia didominasi milenial, Bali provinsi tertinggi

Jumlah investor kripto di Indonesia didominasi kaum milenial berusia antara 18โ30 tahun. Berdasarkan data dari Coinfolk, terdapat enam provinsi dengan minat kripto tertinggi di Indonesia yaitu, Bali, DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.
โKondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,โ jelas Mendag Zulkifli Hasan.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengatakan kehadiran program Bulan Literasi Kripto ini menandakan keseriusan pemerintah dan pelaku industri untuk mengembangkan ekosistem perdagangan aset kripto dengan penguatan edukasi dan literasi. Ini merupakan hal baik, karena melalui perdagangan aset kripto yang tumbuh dan sehat, Indonesia bisa memiliki peluang untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
โMelihat perkembangan sektor perdagangan aset kripto saat ini dapat menjadi salah satu andalan untuk meraih target pertumbuhan ekonomi digital yang besar. Perdagangan aset kripto merupakan bagian ekonomi digital di Indonesia dan diperkirakan akan berkembang pesat di masa mendatang. Diyakini menurut data Google diproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 akan mencapai US$ 146 miliar,โ kata Yudho.
Menurutnya, dengan adanya kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri bisa meningkatkan inovasi terutama pada layanan perdagangan aset kripto. Sektor industri ini terus mengalami pertumbuhan.
โUntuk melihat potensi pasar, kami melihat lebih jauh lagi dari tahun 2023, di mana potensi pasar masih sangat besar di Indonesia dan inovasi aset kripto dan web3 di Indonesia, serta dunia masih terus berlangsung. Dalam catatan saya venture capital di seluruh dunia melakukan investasi sebesar US$ 30 Billion di Tahun 2022 untuk sektor kripto, blockchain, web3,โ jelasnya.
Tantangan: Investor kripto di Indonesia Lebih Percaya Influencer

Kemajuan teknologi dan media sosial menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya sektor layanan investasi, termasuk aset kripto di Indonesia. Berkembangan ini pun menciptakan peluang baru dalam hal pekerjaan dan berbagai hal lainnya, seperti marak muncul influencer di bidang keuangan atau investasi yang lebih dikenal financial influencer.
Survei yang dilakukan oleh Center of Economics and Law Studies (CELIOS) mengungkapkan, investor di Indonesia lebih percaya informasi finansial yang disampaikan oleh influencer sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Survei CELIOS dilakukan kepada 3.530 responden dari berbagai latar belakang. Mayoritas responden berasal dari pulau Jawa dan Bali sebesar 75,6%, disusul oleh Sumatera sebesar 14,7%.
Financial influencer di media sosial dianggap sebagai sumber informasi yang lebih bisa dipercaya daripada konsultan keuangan dan sumber-sumber lainnya seperti media massa, forum diskusi, hingga YouTube. Survei ini dianggap menarik dan menjadi perhatian untuk regulator hingga pelaku industri dalam memandang bagaimana investor mendapatkan informasi ketika membuat keputusan investasinya, terutama aset kripto yang sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini akan berhubungan dengan edukasi dan perlindungan konsumen untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan tingginya animo masyarakat, terutama generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor, hal terbesar adalah terpengaruh oleh eksposur figur publik atau influencer. Ia menganalogikan perkembangan ini bak pisau bermata dua. Selain berfungsi sebagai sumber informasi dan komunikasi yang menarik, namun juga membawa dampak negatif.
โMelihat peran dan tingkat kepercayaan investor terhadap influencer dalam keputusan berinvestasi menjadi hal yang baik, bila dibarengi dengan konten yang bermanfaat, tepat dan tidak berlebihan dalam melakukan promosi suatu produk aset tertentu, sehingga menimbulkan FOMO (Fear of Missing Out) yang dapat merugikan investor maupun calon investor. Hal ini menjadi perhatian bersama bagi para pelaku industri dan regulator untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan menciptkan edukasi yang baik untuk masyarakat,โ kata Rieka.
Misinformasi yang menimbulkan dampak negatif menjadi tantangan industri aset kripto untuk terus tumbuh. Investor diminta untuk tetap melakukan DYOR (Do Your Own Research) atau riset secara mandiri dengan berbagai sumber tepercaya sebelum memutuskan berinvestasi.
โAda pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif,โ jelas Rieka.
Tokocrypto, sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang teregulasi Bappebti terus mendorong penguatan edukasi dan literasi. Hal ini diwujudkan dengan berbagai channel edukasi yang tersedia di platform, mulai dari aplikasi Kriptoversity, website TokoNews, TokoScholar, dan semua media sosial.
Menurut Rieka, industri aset kripto di Indonesia masih bisa terus tumbuh. Berkaca dari survei CELIOS kembali, investor di Indonesia lebih banyak menempatkan investasinya pada aset kripto dibandingkan emas.ย Menariknya, aset kripto baru memasuki pasar Indonesia pada tahun 2009, sementara instrumen investasi lainnya seperti emas telah ada sejak lama.
โAdanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang,โ pungkas Rieka.
Temukan konten gadget dan teknologi terbaru dari Gizmologi diย Google News,ย Instagram,ย YouTube, danย TikTok.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



