Jakarta, Gizmologi – Tokopedia mencatat transaksi groceries meningkat selama kuartal III tahun (Q3) tahun 2023. Disebut bahwa 82 persen masyarakat Indonesia memilih berbelanja berbagai produk kebutuhan lewat platform e-commerce, secara khusus Tokopedia.
Kepala Divisi Corporate Affairs Tokopedia, Antonia Adega mengatakan, Tingginya animo masyarakat tersebut juga tercermin dari data tren belanja online di Tokopedia sepanjang kuartal III 2023. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan Kuartal II 2023.
“Beberapa kategori produk yang paling laris di Tokopedia selama kuartal III-2023, antara lain fesyen, otomotif, elektronik, rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari atau groceries (seperti makanan dan minuman, kesehatan, serta perawatan tubuh),” kata Antonia dalam keterangan yang diterima Gizmologi, Jumat (15/9/2023).
Antonia mencontohkan pada kategori produk fesyen di Tokopedia, pakaian adat, seragam koki dan long john menjadi beberapa produk terlaris, dengan rata-rata peningkatan transaksi hampir 1,5 kali lipat. Hal yang sama juga dialami produk-produk otomotif, seperti kunci dan helm.
Di kategori produk elektronik, beberapa produk terlaris di Tokopedia, antara lain monitor komputer, optical drive dan perangkat membaca buku digital (e-reader), dengan rata-rata peningkatan transaksi hampir dua kali lipat.
“Selain itu, pada kategori produk rumah tangga, kemasan makanan dan minuman (seperti food paper bag, boks kardus makanan dan paper rice bowl), dekorasi (seperti slinger, lampu pohon Natal dan pohon Natal) serta kotak surat menjadi sejumlah produk terlaris, dengan rata-rata peningkatan transaksi lebih dari 3,5 kali lipat,” jelasnya.
Lebih lanjut, data itu menunjukkan kemasan ramah lingkungan untuk makanan dan minuman kian diminati masyarakat. Untuk terus mengajak pembeli, penjual dan mitra strategis lain menggencarkan aksi menjaga lingkungan melalui gerakan Tokopedia Hijau.
Baca Juga: Tokopedia Care Berdayakan Pelanggan Lewat Self-Service Experience
Transaksi Groceries di Tokopedia

Antonia menambahkan, pada kategori produk groceries di Tokopedia. “obat mual dan pencernaan, foot spray dan cuka apel menjadi sejumlah produk yang paling laris, dengan rata-rata peningkatan transaksi lebih dari 10,5 kali lipat.”
Saat ini, di Tokopedia telah ada lebih dari 14 juta penjual, dimana hampir 100 persen pelaku UMKM. Di sisi lain, masyarakat di 99 persen kecamatan di Indonesia bisa mengakses lebih dari 1,8 miliar produk terdaftar dengan harga transparan melalui Tokopedia.
Tokopedia senantiasa menggencarkan inisiatif Hyperlocal. Berkat inisiatif Hyperlocal dan manifestasinya, beberapa wilayah di Indonesia mengalami kenaikan tertinggi jumlah transaksi, antara lain Dogiyai (Papua Tengah), Maluku Barat Daya (Maluku), Banggai Laut (Sulawesi Tengah), Kolaka Utara (Sulawesi Tenggara) dan Kepulauan Sula (Maluku Utara) dengan rata-rata peningkatan hampir 3,5 kali lipat.
Sementara beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami kenaikan tertinggi jumlah penjual, antara lain Bolaang Mongondow Timur (Sulawesi Utara), Boalemo (Gorontalo), Sumba Barat Daya (Nusa Tenggara Timur), Bombana (Sulawesi Tenggara) dan Maluku Tenggara Barat (Maluku) dengan rata-rata peningkatan lebih dari 4,5 kali lipat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




