Seperti halnya teknologi yang kian canggih, begitupun dengan modus kejahatan dunia siber. Hal ini seperti diklaim Trend Micro, melalui laporannya bertitel “The Next Tier – 8 Security Predictions for 2017”.
Dalam laporannya itu, perusahaan solusi keamanan siber tersebut memprediksi bahwa tahun 2017 akan kehadiran serangan-serangan siber terbaru yang lebih intens. Taktik para pelakunya juga makin serius memonitisasi kejahatan tersebut dengan memanfaatkan celah yang ada.
Di tahun ini, menurut David Siah, Country Manager Trend Micro Indonesia industri keamanan siber telah memasuki teritori baru berdasarkan peta ancaman tahun lalu di mana General Data Protection Regulation (GDPR) akan mendorong serangan yang lebih masif.

“Perubahan manajemen data secara besar-besaran di perusahan yang menjadi tren dunia saat ini akan mendorong metode serangan baru yang lebih menantang dan membuat taktik serangan ransomware bisa berdampak banyak banyak perangkat sekaligus,” ujarnya dalam konferensi pers yang beberapa waktu lalu digelar di Jakarta.
Siah juga mengungkapkan bahwa era Internet of Things (IoT) berperan besar dalam mengundang serangan yang bermodus mencari keuntungan. Dengan melibatkan banyak perangkat mobile untuk memonitor fungsi kendali di industri akan menjadikan modus serangan semakin gencar ke perangkat dan teknologi tersebut.
Adapun serangan-serangan yang sangat dimungkinkan terjadi meliputi Business Email Compromise (BEC) dan Business Process Compromise (BPC) yang dianggap sebagai jenis pemerasan yang paling murah tapi mampu menghasilkan setidaknya US$ 140 ribu atau sekitar Rp 1,8 miliar. Adapun cara yang digunakan adalah dengan menggiring karyawan yang tidak menyadari umpan jebakan untuk mentransfer sejumlah uang dan bisa juga langsung melakukan peretasan ke sistem transaksi finansial perusahaan.
Siah mencontohkan, pada tahun 2016 terjadi serangan siber terhadap platform BEC milik Bangladesh Bank yang mengganggu proses bisnis yang tengah berjalan. Hal ini bisa terjadi karena pelaku memanfaatkan karyawan yang kurang memiliki pemahaman mengenai keamanan siber.
“Dengan semakin gencarnya serangan ransomeware tahun lalu, pola serangan akan menggunakan taktik baru untuk masuk ke celah-celah di mana implementasi IoT di perusahaan telah melibatkan banyak perangkat mobile yang rentan,” tandasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




