Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kurang Diminati, Twitter Bakal Hapus Periscope Awal 2021

2 3.567

Meski tahun 2020 dipenuhi dengan para influencer maupun pengguna media sosial lainnya untuk melakukan sesi live, tak semua platform yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut dapat bertahan. Kalau Instagram Live lagi ramai-ramainya, platform live streaming yang diakuisisi oleh Twitter, Periscope justru mengumumkan kemundurannya tahun depan. Meski sudah ada lebih dulu, yaitu sejak tahun 2015.

Dilansir dari sebuah postingan blog resmi (15/12), Twitter sebutkan bila penutupan Periscope karena penurunan pengguna yang semakin banyak beberapa tahun belakangan. Bahkan disebutkan bila biaya perawatannya telah melewati nilai yang dimiliki. Sehingga diputuskan bila aplikasi ini bakal ditarik mundur dari Play Store maupun App Store pada awal tahun mendatang.

Baca juga: Fitur Baru Twitter Fleets Mirip Instagram Stories

Keputusan Menutup Periscope Akibat Kurang Pengguna

Periscope

Twitter juga menginformasikan bila sebenarnya Periscope telah masuk dalam status “maintenance mode”, bisa dibilang seperti apa yang dilakukan Microsoft kepada Windows Phone 10 di waktu-waktu sebelum akhirnya dukungan dihentikan. Pihaknya sudah mengerti bila aplikasi platform live streaming tersebut sudah “unsustainable” atau tidak memiliki potensi di masa depan, namun belum saja diambil keputusan untuk mengakhirinya.

“Mungkin saja, kamu sudah mengambil keputusan jauh lebih cepat, andai saja kami tidak mengatur kembali proyek yang harus diprioritaskan berkat adanya pandemi yang melanda 2020 ini,” jelas pihak Twitter lewat sebuah postingan blog resminya. Sebagai informasi, Twitter telah mengakuisisi Periscope sejak Januari 2015 lalu, dengan nilai yang dirumorkan mencapai 100 juta dolar AS. Saat itu, diharapkan Periscope bisa saling lengkapi platform utama yang dimiliki oleh Twitter.

Rencananya, aplikasi Periscope bakal diturunkan pada bulan Maret 2021 mendatang. Namun pada pembaruan berikutnya yang rilis sebentar lagi, aplikasi tersebut bakal hilangkan kemampuan untuk membuat akun baru. Broadcast atau sesi live yang sudah dibagikan ke Twitter bakal bisa ditonton hingga seterusnya, dan pengguna diberi opsi untuk mengunduh arsip broadcast sebelum Maret berakhir.

Tentunya, program Super Broadcaster dari Periscope bakal berakhir di waktu yang sama. Program ini sebelumnya hadir untuk berikan beberapa live-streamer yang memiliki standar khusus untuk mendapatkan “Super Hearts” dari penggemar. Super Hearts berbayar tersebut kemudian bisa ditukarkan menjadi sejumlah uang oleh sang broadcaster. Terlihat cukup menjanjikan walau akhirnya kurang populer.

Twitter Live Bakal Gantikan Fungsi Periscope

“Walaupun sudah saatnya untuk berpisah, jati diri Periscope bakal tetap hidup jauh melebihi aplikasinya sendiri.” Tim dari Periscope bakal terus bekerja untuk mendukung fitur Twitter Live yang ada saat ini. Seperti yang Gizmo friends ketahui, di pertengahan tahun 2016, Twitter meluncurkan fitur Twitter Live.

Perannya sama persis seperti fungsi utama Periscope, yaitu melakukan sesi live dengan kemampuan beri komentar maupun likes. Sejak itu, pengguna tak perlu lagi meng-instal aplikasi Periscope, cukup menekan tombol kamera langsung dari aplikasi Twitter dan sesi live bisa langsung dimulai. Lebih mudah, namun juga menjadi awal turunnya jumlah unduh atau pengguna aktif dari Periscope sendiri.